Ekonomi NTT Tumbuh 4,88 Persen di Triwulan III-2025, Lampaui NTB
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Ekonomi NTT mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,88 persen pada Triwulan III-2025, menempati posisi kedua di kawasan Bali-Nusra. Simak detail pendorong dan tantangan pertumbuhan ekonomi NTT.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis data pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan. Perekonomian NTT pada triwulan III-2025 berhasil tumbuh sebesar 4,88 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Capaian ini menunjukkan resiliensi dan potensi ekonomi daerah di tengah berbagai dinamika.
Pertumbuhan positif ini didorong oleh kinerja baik di berbagai lapangan usaha, meskipun ada beberapa sektor yang mengalami kontraksi. Data ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi ekonomi regional. Peningkatan ini juga menempatkan NTT pada posisi strategis di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini menjadi indikator penting. Hal ini menunjukkan arah positif bagi pembangunan ekonomi di NTT. Laporan ini dirilis di Kupang pada hari Rabu, memberikan informasi terkini kepada publik dan pemangku kepentingan.
Pendorong Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan III-2025
Pertumbuhan Ekonomi NTT yang mencapai 4,88 persen pada Triwulan III-2025 didorong oleh berbagai sektor. Hampir semua lapangan usaha menunjukkan kinerja positif. Pengecualian terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian, serta pengadaan listrik, gas, dan produksi es yang justru mengalami pertumbuhan negatif. Kondisi ini menunjukkan adanya diversifikasi dalam pendorong ekonomi.
Matamira B. Kale menjelaskan, "Pertumbuhan ekonomi positif terjadi pada hampir semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian dan lapangan usaha pengadaan listrik, gas, dan produksi es yang mengalami pertumbuhan negatif." Pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor, yang melonjak 13,89 persen. Sektor ini menjadi kontributor utama dalam peningkatan ekonomi.
Selain itu, dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa memberikan kontribusi signifikan. Sektor ini tumbuh impresif sebesar 19,54 persen. Kontribusi ekspor yang kuat menunjukkan daya saing produk dan jasa dari NTT di pasar global. Hal ini juga membantu menopang pertumbuhan Ekonomi NTT secara keseluruhan.
Posisi Ekonomi NTT di Kawasan Bali-Nusra
Dalam struktur perekonomian kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), Ekonomi NTT menempati posisi yang cukup kuat. Provinsi ini menduduki peringkat kedua dalam hal pertumbuhan. Capaian ini berada di bawah Bali, namun lebih unggul dari Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode yang sama.
Perekonomian NTB pada periode tersebut tumbuh sebesar 2,82 persen. Sementara itu, Bali mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan 5,88 persen. Posisi ini menunjukkan potensi besar NTT dalam kontribusinya terhadap ekonomi regional. Keberadaan NTT sebagai pemain kunci di Balinusra semakin nyata.
Matamira menambahkan, "Sebesar 21,91 persen perekonomian kawasan Balinusra dalam periode ini ada di Provinsi NTT." Angka ini menegaskan peran penting NTT dalam menyumbang total PDB regional. Kontribusi signifikan ini menunjukkan bahwa Ekonomi NTT memiliki fondasi yang kuat. Hal ini juga berpotensi untuk terus berkembang di masa mendatang.
Kontraksi Triwulan ke Triwulan dan Struktur Ekonomi Dominan
Meskipun pertumbuhan tahunan positif, Ekonomi NTT mengalami kontraksi sebesar 1,79 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) pada Triwulan III-2025. Penurunan ini perlu menjadi perhatian. Hal ini menunjukkan adanya fluktuasi musiman atau tantangan jangka pendek yang dihadapi.
Matamira menyatakan, "Dari sisi lapangan usaha, penurunan terdalam terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang minus 11,46 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar pada ekspor barang dan jasa sebesar 13,03 persen." Sektor pertanian yang dominan di NTT sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan kondisi pasar. Penurunan ini berdampak signifikan pada perekonomian.
Secara kumulatif, Ekonomi NTT pada periode Januari-September 2025 tumbuh 5,01 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kumulatif periode yang sama tahun sebelumnya. Struktur ekonomi NTT pada triwulan III masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 27,58 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi rumah tangga masih menjadi yang terbesar, yaitu sebesar 66,25 persen. Ini menunjukkan pentingnya stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sumber: AntaraNews