DJPb Babel Dorong Kebijakan Ekonomi Biru, Fokus Budidaya Perikanan Darat di Bangka Belitung
Kanwil DJPb Babel menggelar diskusi kebijakan Ekonomi Biru di Pangkalpinang untuk mendukung program Asta Cita Presiden, mendorong budidaya perikanan darat sebagai solusi eksploitasi laut.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru saja menyelenggarakan diskusi kelompok. Acara penting ini berpusat pada kebijakan Ekonomi Biru yang berkelanjutan, sebuah inisiatif strategis. Diskusi ini berlangsung di Pangkalpinang pada hari Kamis, 6 November, dengan tujuan utama mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Kanwil DJPb Babel, Sukriyah, menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan telah aktif mengawal inisiatif Ekonomi Biru ini secara konsisten. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini berada di zona satu, dengan 92,85 persen wilayah lautnya mendekati ambang batas eksploitasi yang diperbolehkan. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk mencari solusi keberlanjutan sumber daya laut.
Situasi tersebut secara langsung membatasi jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan dari laut, terutama bagi nelayan kecil. Mereka kesulitan berlayar di atas 12 mil karena ombak besar, tidak memungkinkan penggunaan perahu kecil. Oleh karena itu, DJPb Babel menawarkan sektor budidaya sebagai alternatif yang menjanjikan untuk mengurangi tekanan pada penangkapan ikan.
Mendorong Potensi Budidaya Perikanan sebagai Solusi Ekonomi Biru
Sukriyah menekankan bahwa konsep Ekonomi Biru memiliki cakupan yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada sektor kelautan saja. Konsep ini mencakup upaya komprehensif untuk menjaga potensi laut agar tetap lestari, bebas dari sampah, dan memastikan aktivitas perikanan berkelanjutan. Budidaya perikanan, sebagai bagian integral, dapat dilakukan di tiga lokasi: laut, pesisir, maupun darat, menawarkan fleksibilitas yang tinggi dalam pengembangannya.
Untuk merespons tingginya eksploitasi ikan tangkap dan menjaga ekosistem laut, Kanwil DJPb Babel secara aktif mendorong budidaya perikanan di darat. Fokus utama diberikan pada ikan nila tilapia, yang memiliki nilai ekspor ekonomis sangat menjanjikan di pasar global. Potensi ini dinilai lebih baik dibandingkan komoditas lain seperti patin atau lele dalam konteks pasar ekspor yang kompetitif.
Selain ikan nila, beberapa komoditas perikanan lain juga mulai dikembangkan melalui pola budidaya di wilayah Bangka Belitung. Ini termasuk udang, lobster, rumput laut, dan kepiting, yang menunjukkan diversifikasi upaya untuk memaksimalkan potensi sumber daya. Pengembangan ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Sinergi Kebijakan dan Program untuk Keberhasilan Ekonomi Biru
Dalam diskusi kelompok yang diselenggarakan, Kanwil DJPb Babel turut mengundang narasumber ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kehadiran KKP sangat penting untuk memberikan perspektif dan informasi terkini mengenai kebijakan serta program yang mendukung inisiatif Ekonomi Biru. Kolaborasi antar lembaga menjadi kunci utama dalam implementasi kebijakan ini secara efektif dan terkoordinasi.
Meskipun Kanwil DJPb Babel tidak memiliki anggaran fiskal yang besar, mereka berkomitmen kuat untuk membuka peluang dan memfasilitasi. Pihaknya akan menginformasikan semua kebijakan dan potensi yang ada kepada masyarakat dan pihak terkait secara transparan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi "pintu fiskal" yang menghubungkan program-program kementerian lain dengan kebutuhan daerah, sehingga sumber daya dapat dialokasikan secara efisien.
Sukriyah menambahkan bahwa Kementerian terkait, seperti KKP, memiliki banyak program luar biasa yang dapat mendorong keberhasilan Ekonomi Biru di Bangka Belitung. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan swasta, sangat dibutuhkan untuk memastikan inisiatif ini berjalan efektif. Dengan demikian, potensi ekonomi kelautan dapat dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews