DJPb Babel Dukung Budidaya Nila Tilapia untuk Ekonomi Biru dan Asta Cita Prabowo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung penuh budidaya nila tilapia sebagai pilar penting kebijakan ekonomi biru dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, membuka peluang ekspor serta pemberdaya
Pangkalpinang, 06 November 2023 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara aktif memberikan dukungannya terhadap pengembangan budidaya nila tilapia. Langkah ini diambil sebagai bagian integral dari upaya mendorong keberhasilan kebijakan ekonomi biru yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi perikanan budidaya di wilayah tersebut, khususnya di darat. Kepala Kanwil DJPb Babel, Sukriyah, menyatakan bahwa sektor ini tidak hanya berfokus pada laut, tetapi juga memastikan seluruh potensi perairan terjaga kebersihannya dari sampah, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2023, produksi ikan nila tilapia di Bangka Belitung mencapai 381,23 ton. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup positif dalam lima tahun terakhir, bahkan produksi pada tahun 2022 mampu tumbuh lebih dari 50 persen, menandakan potensi besar komoditas ini.
Potensi dan Pertumbuhan Produksi Nila Tilapia di Babel
Produksi ikan nila tilapia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan peningkatan yang signifikan, menjadi indikator keberhasilan awal dalam pengembangan sektor perikanan budidaya. Data KKP tahun 2023 mencatat total produksi mencapai 381,23 ton, dengan pertumbuhan lebih dari 50 persen pada tahun sebelumnya.
Kabupaten Bangka Tengah menjadi kontributor utama, menyumbang sekitar 64,53 persen atau 246 ton dari total produksi. Hal ini menempatkan Bangka Tengah sebagai wilayah strategis yang berpotensi menjadi penentu standar pengembangan komoditas nila tilapia berorientasi ekspor di masa mendatang.
DJPb Babel melihat potensi besar ini dan siap mendampingi pemerintah daerah yang berencana mengembangkan budidaya nila tilapia. Dukungan ini mencakup penyediaan informasi kebijakan dan peluang yang ada, memastikan pengembangan dapat berjalan optimal dan terarah.
Urgensi Budidaya dan Strategi Pengembangan Berorientasi Ekspor
Pengembangan budidaya nila tilapia di Bangka Belitung memiliki urgensi yang kuat, terutama dalam konteks diversifikasi ekonomi daerah. Sektor ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada eksploitasi timah, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Selain itu, budidaya nila tilapia juga berperan penting dalam mengurangi tekanan eksploitasi atas aktivitas penangkapan ikan di alam, mendukung kesinambungan ketersediaan pangan, dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat setempat. Nila tilapia dipilih karena memiliki nilai ekspor yang lebih baik dibandingkan jenis ikan lain seperti patin atau lele.
Dalam rangka mengembangkan komoditas ini, DJPb Babel mendorong pemanfaatan momentum program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjadi mitra pemasok. Ini memerlukan dukungan kuat dari pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan dan distribusi yang efisien.
Mendorong Program Inovatif dan Kemitraan Strategis
Untuk mengoptimalkan potensi budidaya nila tilapia, DJPb Babel merancang berbagai program inovatif dan kemitraan strategis. Salah satunya adalah intensifikasi melalui perintisan model Desa Devisa Tilapia, yang bertujuan menghimpun petani dalam kelompok berbadan hukum koperasi.
Program ini juga fokus pada peningkatan produksi dengan target pertumbuhan yang terencana, serta pengembangan kapasitas dan kapabilitas pelaku budidaya. Ini mencakup pelatihan teknik budidaya, manajemen produksi, efisiensi, dan pengolahan pasca-panen sesuai standar ekspor.
Selain itu, DJPb Babel juga berupaya mengembangkan industri pendukung seperti pembenihan, bahan pendukung tambak, dan industri pakan ikan. Kemitraan dengan akademisi dan sekolah perikanan juga dirumuskan untuk menemukan metode budidaya terbaik, memastikan budidaya nila tilapia di Bangka Belitung dapat berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing global.
Sumber: AntaraNews