Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Blue Ocean Strategy Fellowship 2025 aktif mendorong peningkatan investasi dan inovasi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi biru secara berkelanjutan di Indonesia. Kolaborasi strategis ini melibatkan berbagai pihak demi masa depan sektor maritim nasional.
Dorongan ini disampaikan dalam sebuah forum bisnis bertajuk "Unlocking the Blue Economy for Sustainable Marine Ecosystem" di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh para pelaku usaha lintas sektor pada Jumat, 29 November. Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan pentingnya komitmen nyata dari semua pihak.
Trenggono menekankan bahwa keberlanjutan ekosistem laut membutuhkan peran aktif pemerintah dan dunia usaha. Pembangunan ekonomi biru bukan hanya konsep, melainkan komitmen moral untuk menjaga laut. Tantangan seperti micro financing dan manajemen masyarakat lokal masih harus diatasi bersama.
Advertisement
Advertisement
Komitmen KKP dalam Kebijakan Ekonomi Biru
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran penting. Mereka harus memastikan pertumbuhan ekonomi sektor maritim berjalan beriringan dengan konservasi. Pembangunan ekonomi biru adalah komitmen moral untuk menjaga laut bagi generasi mendatang.
KKP mengusung lima kebijakan utama untuk ekonomi biru di Indonesia. Kebijakan ini mencakup perluasan kawasan konservasi laut serta penerapan penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Ini adalah langkah konkret KKP.
Kebijakan selanjutnya adalah pengembangan perikanan budidaya yang berkelanjutan. KKP juga fokus pada pengawasan dan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Terakhir, penanganan sampah plastik di laut menjadi prioritas penting.
Advertisement
"Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan," kata Trenggono. Pendekatan ini memastikan keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya laut. Ini menunjukkan komitmen KKP terhadap keberlanjutan.
Advertisement
Peran Blue Ocean Strategy Fellowship dalam Mendorong Inovasi
Program Director Blue Ocean Strategy Fellowship, Indra Dwi Prasetyo, menyoroti pentingnya kolaborasi. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri sangat diperlukan. Forum strategis bersama KKP menjadi wadah untuk merumuskan solusi.
"Sehingga, kami bekerja sama dengan KKP menyelenggarakan forum strategis yang mempertemukan para pemimpin bisnis, regulator, serta komunitas inovator untuk merumuskan solusi dan strategi keberlanjutan laut Indonesia," ujar Indra. Kebangkitan ekonomi biru menjadi fokus strategis Indonesia. Potensi maritim yang melimpah mendukung kepemimpinan dalam transformasi ekonomi biru global.
Indra menambahkan bahwa Blue Ocean Strategy Fellowship hadir sebagai platform strategis. Platform ini menjembatani regulator dan pelaku usaha. Tujuannya adalah memastikan inovasi sektor privat terintegrasi efektif dalam arah kebijakan nasional.
Advertisement
Pada tahun ketiganya, program ini menunjuk Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono sebagai tokoh unggulan. Berbagai perusahaan dari sektor perikanan, agribisnis, teknologi digital, energi, logistik, dan industri kreatif terlibat. Mereka memiliki ketertarikan pada peluang ekonomi biru.
Advertisement
Membangun Fondasi Ilmiah dan Solusi Inovatif
Rektor Sampoerna University, Wahdi Yudhi, menegaskan pentingnya penguatan fondasi ilmiah. Percepatan inovasi juga krusial bagi keberlanjutan dan daya saing industri maritim. Ini adalah bagian integral dari strategi ekonomi biru.
Yudhi menjelaskan bahwa tema forum mencerminkan kebutuhan mendesak. Pendekatan regulasi tradisional seringkali belum mampu menangani tantangan kronis. Tantangan tersebut seperti praktik penangkapan ikan ilegal dan menurunnya stok ikan.
"Kedua isu tersebut tidak hanya mengancam keberlanjutan lingkungan, tetapi juga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia," ucap Rektor Yudhi. Oleh karena itu, pendekatan baru sangat dibutuhkan.
Advertisement
Blue Ocean Strategy hadir sebagai pendekatan inovatif berbasis nilai. Pendekatan ini dirancang untuk mengintegrasikan kemakmuran ekonomi dengan pelestarian ekosistem. Selain itu, strategi ini juga bertujuan membangun komunitas pesisir yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.
Sumber: AntaraNews