Direktur Sido Muncul Borong 500 Ribu Saham SIDO, Nilainya Bikin Penasaran
Sebelum transaksi, Irwan Hidayat tercatat memiliki 3.279.400 saham SIDO atau setara dengan 0,011% hak suara.
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat, kembali menambah kepemilikan saham perseroan pada akhir Maret 2026. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi pribadi di emiten jamu tersebut.
Mengutip Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/4) berdasarkan data transaksi, pembelian saham dilakukan pada 31 Maret 2026 dengan total sebanyak 500.000 saham di harga Rp5.155 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp 2,57 miliar.
Sebelum transaksi, Irwan Hidayat tercatat memiliki 3.279.400 saham SIDO atau setara dengan 0,011% hak suara. Setelah aksi pembelian ini, jumlah kepemilikannya meningkat menjadi 3.779.400 saham atau sekitar 0,013% hak suara.
Kenaikan kepemilikan
Kenaikan kepemilikan ini menunjukkan adanya tambahan porsi kepemilikan meskipun secara persentase masih relatif kecil terhadap total saham beredar perseroan.
Adapun sebelumnya, pada pertengahan Maret 2026, Irwan juga membeli 2 juta saham SIDO dalam tiga kali transaksi pada 12-13 Maret 2026. Harga pembelian saham SIDO juga di kisaran Rp 510-Rp 515 per saham. Nilai pembelian saham SIDO tersebut mencapai Rp 1,02 miliar.
Setelah transaksi,Irwan Hidayat genggam 3.279.400 saham SIDO atau setara 0,011%. Sebelumnya, ia memiliki 1.279.400 saham SIDO atau setara 0,004%. Pembelian saham oleh komisaris dan direksi SIDO tersebut bertujuan untuk investasi dan status kepemilikan langsung.
Pada penutupan perdagangan saham Senin, 16 Maret 2026, harga saham SIDO turun 0,98% ke posisi Rp 505 per saham. Saham SIDO berada di level tertinggi Rp 510 dan level terendah Rp 500 per saham. Kapitalisasi pasar saham Rp 15,15 triliun.
Kinerja SIDO 2025
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan meraih pertumbuhan penjualan dan laba.
Mengutip laporan keuangan dalam keterbukaan informasi BEI,perseroan mencatat penjualan Rp 4,07 triliun pada 2025, naik 4,09% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,91 triliun.
Beban pokok penjualan bertambah 5,96% menjadi Rp 1,71 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,61 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 2,78% menjadi Rp 2,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,30 triliun.
Laba Usaha Naik 4,93%
Perseroan mencatat laba usaha naik 4,93% menjadi Rp 1,54 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,47 triliun. Seiring hal itu, perseroan meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 4,96% menjadi Rp 1,22 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,17 triliun. Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 41,36 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 39,03.
Ekuitas perseroan turun menjadi Rp 3,12 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,48 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 561,44 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 451,78 miliar. Aset perseroan turun menjadi Rp 3,68 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,93 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 462,59 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 855,5 miliar.