Bulog OKU Mulai Serap Gabah Petani di OKU Timur, Jaga Stabilitas Harga Pangan
Perum Bulog OKU secara resmi memulai penyerapan gabah petani di Kabupaten OKU Timur seiring masuknya musim panen, langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan cadangan pangan nasional.
Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, secara resmi telah memulai penyerapan gabah dari petani di Kabupaten OKU Timur. Langkah strategis ini diambil seiring dengan masuknya musim panen raya di wilayah tersebut pada Sabtu, 31 Januari 2026. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta stabilitas ekonomi daerah.
Kepala Perum Bulog OKU, Junirman, menjelaskan bahwa inisiatif penyerapan gabah ini memiliki tujuan ganda. Pertama, untuk menjaga stabilitas harga komoditas gabah dan beras di pasaran, sehingga tidak merugikan petani maupun konsumen. Kedua, penyerapan juga krusial untuk menjamin ketersediaan cadangan pangan pemerintah di tingkat daerah, mengantisipasi berbagai kebutuhan. Proses penyerapan akan difokuskan pada gabah yang telah dipanen oleh para petani, memastikan kualitas terbaik.
Penyerapan gabah hasil panen petani tahun 2026 ini tidak hanya terfokus di OKU Timur, tetapi juga mencakup dua kabupaten lain di sekitarnya. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten OKU dan OKU Selatan, menunjukkan cakupan operasi Bulog yang luas dan merata. Upaya masif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani serta stabilitas pasokan pangan di Sumatera Selatan.
Strategi Komprehensif Bulog dalam Penyerapan Gabah
Perum Bulog OKU menerapkan strategi yang komprehensif dan terstruktur dalam proses penyerapan gabah petani di wilayah operasionalnya. Penyerapan dilakukan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP). Sementara itu, harga beli beras dari petani juga telah ditetapkan pada angka Rp12.000 per kilogram, memberikan kepastian harga bagi produsen.
Untuk memastikan efektivitas dan jangkauan penyerapan yang maksimal, Bulog membentuk tim khusus yang ditugaskan turun langsung ke lapangan. Tim ini memiliki peran vital dalam menyerap gabah secara langsung dari petani dan juga dari tempat penggilingan di seluruh wilayah tersebut. Pendekatan langsung ini dirancang untuk meminimalkan peran perantara, sehingga dapat memastikan harga yang lebih adil dan menguntungkan bagi petani.
Selain itu, Bulog juga menyiagakan posko pemantau yang strategis di Kantor Bulog OKU dan empat gudang yang tersebar di Kabupaten OKU Timur. Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pemantauan, guna mengetahui secara cepat daerah mana saja yang berpotensi melaksanakan panen raya. Informasi akurat dari posko ini sangat krusial untuk perencanaan logistik dan penyerapan yang efisien dan tepat sasaran.
Dalam menjalankan tugasnya, Bulog tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 0403. Kemitraan strategis ini bertujuan untuk mendapatkan informasi akurat mengenai daerah yang mendekati masa panen, sehingga penyerapan dapat dilakukan tepat waktu. TNI juga berperan aktif dalam mengedukasi petani mengenai pentingnya melakukan panen pada waktu yang tepat untuk menjaga kualitas gabah dan memaksimalkan hasil.
OKU Timur, Kontributor Utama Cadangan Beras Sumsel
Kabupaten OKU Timur telah lama dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang beras terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Wilayah ini secara konsisten menghasilkan panen padi yang berlimpah, menjadikannya lumbung pangan yang sangat penting bagi regional. Kontribusi signifikan dari OKU Timur sangat vital terhadap ketahanan pangan di tingkat provinsi maupun nasional, memastikan ketersediaan pasokan.
Berdasarkan data yang tercatat sepanjang tahun 2025, Perum Bulog OKU berhasil menyerap volume gabah yang substansial. Total sebanyak 18.167 ton hasil panen petani berhasil diserap oleh Bulog di daerah tersebut. Mayoritas dari gabah yang diserap tersebut secara khusus berasal dari petani yang berlokasi di Kabupaten OKU Timur, menegaskan dominasi wilayah ini dalam produksi padi.
Tingginya volume penyerapan gabah di OKU Timur menunjukkan potensi pertanian yang sangat besar di daerah tersebut. Keberhasilan panen raya yang berkelanjutan dan dukungan aktif dari Perum Bulog diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan para petani. Sinergi yang kuat antara petani, Bulog, serta pihak-pihak terkait lainnya menjadi kunci utama untuk menjaga produktivitas dan stabilitas pasokan pangan di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews