Gencarkan Penyerapan Gabah Petani, Bulog OKU Serap 1.665 Ton di OKU Timur
Perum Bulog OKU berhasil melakukan penyerapan gabah petani hingga 1.665 ton di OKU Timur, memastikan pasokan pangan dan meningkatkan ekonomi lokal. Simak detail penyerapan gabah Bulog OKU.
Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, berhasil menyerap 1.665 ton gabah beras dari petani di OKU Timur. Penyerapan gabah ini dilakukan sepanjang periode Januari hingga 12 Februari 2026 guna memenuhi kebutuhan pangan di wilayah setempat.
Kepala Bulog OKU, Junirman, menjelaskan bahwa upaya penyerapan gabah hasil panen petani ini sedang digencarkan. OKU Timur merupakan salah satu lumbung pangan terbesar di Sumatera Selatan yang kini tengah memasuki masa panen raya.
Langkah strategis Bulog ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok pangan. Namun juga untuk memberikan kepastian harga bagi petani, sehingga dapat meningkatkan semangat dan kesejahteraan mereka.
Optimalisasi Penyerapan Gabah di OKU Timur
Selama periode Januari hingga 12 Februari 2026, Bulog OKU mencatat serapan gabah beras sebanyak 1.665 ton dari petani. Penyerapan ini berfokus di beberapa desa yang telah melaksanakan panen raya di Kabupaten OKU Timur.
Desa-desa tersebut meliputi Cempaka, Cempaka 3 Ulu, Sumberharjo, Sumber Tani, Tanjung Mas, Tanjung Mulia, Sukamaju, Kurungan Nyawa II, Sungai Tuha Jaya, dan Tulang Bawang. Hasil panen di sepuluh desa ini dilaporkan cukup berlimpah sesuai harapan petani.
OKU Timur dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, penyerapan gabah yang masif di wilayah ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas pasokan beras.
Keberhasilan penyerapan gabah ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung sektor pertanian lokal. Ini juga memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok bagi masyarakat.
Strategi Bulog dalam Mendukung Petani
Bulog melakukan penyerapan gabah dengan harga beli yang ditetapkan untuk petani. Harga beli di tingkat petani sebesar Rp6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP), sedangkan harga beli beras mencapai Rp12.000/kg.
Untuk mengoptimalkan penyerapan gabah di berbagai desa, Bulog menyiagakan lima posko pemantau. Posko-posko ini berlokasi di Kantor Bulog OKU dan empat gudang di wilayah Kabupaten OKU Timur.
Posko-posko tersebut berfungsi untuk memantau daerah yang berpotensi melaksanakan panen raya. Tujuannya adalah agar hasil panen dapat segera diserap secara efisien.
Selain itu, Bulog juga menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 0403. Kerja sama ini bertujuan untuk menginformasikan daerah yang mendekati masa panen. Serta mengedukasi petani agar melakukan panen tepat waktu.
Dampak Positif bagi Perekonomian Petani
Salah satu petani dari Desa Sumberharjo, Sugiono, mengungkapkan rasa senangnya atas harga serapan yang ditetapkan Bulog. Menurutnya, harga tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayahnya.
"Dengan harga beli di tingkat petani yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Bulog, kami lebih semangat dalam menanam padi," ujar Sugiono. Pernyataan ini mencerminkan antusiasme petani.
Kebijakan penyerapan gabah dengan harga yang menguntungkan petani ini diharapkan dapat memotivasi mereka. Hal ini juga dapat mendorong peningkatan produksi padi di masa mendatang.
Dukungan dari Bulog melalui skema penyerapan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga. Ini juga penting untuk memastikan keberlanjutan mata pencarian petani di OKU Timur.
Sumber: AntaraNews