BP BUMN Perkuat Peran BUMN Dukung Astacita Presiden Prabowo untuk Ekonomi dan Sosial
Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) berkomitmen memperkuat peran BUMN sebagai motor penggerak ekonomi dan sosial, sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto. Simak strategi BP BUMN dalam mewujudkan visi ini.
Malang, Jawa Timur – Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional. Langkah ini bertujuan agar BUMN tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Komitmen tersebut sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan merata.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dalam keterangan resminya yang diterima di Malang, Jawa Timur, pada Jumat (10/4), menyatakan bahwa BUMN harus menjadi motor penggerak yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara profitabilitas dan kontribusi sosial dalam setiap operasional BUMN. Penguatan peran ini diharapkan dapat menjawab tantangan global dan menjaga arah pembangunan yang berkesinambungan.
Komitmen strategis ini mengemuka dalam rapat internal yang dipimpin langsung oleh Dony Oskaria bersama jajaran pimpinan BP BUMN. Rapat tersebut membahas arah kebijakan dan langkah-langkah konkret dalam mengawal transformasi BUMN agar semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Pembahasan mendalam ini menegaskan bahwa BUMN memiliki mandat ganda yang harus diemban secara optimal.
Visi BUMN dalam Astacita Presiden Prabowo
Astacita Presiden Prabowo Subianto merupakan delapan misi utama yang menjadi landasan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks ini, BP BUMN memandang BUMN sebagai entitas strategis yang memiliki kapasitas besar untuk mendukung pencapaian misi-misi tersebut, khususnya dalam aspek ekonomi dan sosial. BUMN diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dony Oskaria menegaskan bahwa BUMN tidak semata-mata dituntut untuk menciptakan nilai ekonomi, namun juga perlu menghadirkan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Visi ini selaras dengan salah satu tujuan Astacita yang berfokus pada pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan melalui pembangunan dari desa dan dari bawah. Oleh karena itu, setiap program dan kebijakan BUMN harus memiliki orientasi yang kuat terhadap kemaslahatan publik.
Penguatan peran BUMN ini menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan global dan menjaga arah pembangunan yang inklusif di Indonesia. BP BUMN berupaya memastikan bahwa BUMN dapat aktif membangun ekosistem yang tangguh, adaptif, dan berorientasi ke depan. Dengan demikian, kehadiran BUMN dapat memberikan manfaat optimal bagi negara dan seluruh lapisan masyarakat.
Strategi Penguatan Peran BUMN
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dony Oskaria, yang juga merupakan COO Danantara, mendorong penguatan peran BUMN melalui beberapa pilar utama. Pilar-pilar ini mencakup peningkatan kontribusi sosial BUMN, pengembangan talenta unggul di lingkungan BUMN, percepatan inovasi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Setiap pilar ini dirancang untuk menciptakan BUMN yang lebih responsif dan berdaya saing.
Kontribusi sosial BUMN diharapkan dapat diwujudkan melalui program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terarah dan berdampak. Selain itu, pengembangan talenta unggul menjadi krusial untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas. Percepatan inovasi akan mendorong BUMN untuk lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah transformasi berkelanjutan yang dilakukan oleh BP BUMN dalam mendukung dan mengawasi BUMN. Transformasi ini bertujuan agar BUMN dapat terus tumbuh dan berkembang, sekaligus memenuhi mandatnya sebagai agen pembangunan. Dengan strategi yang komprehensif, BUMN diharapkan mampu menjadi lokomotif kemajuan bangsa.
Tata Kelola Profesional sebagai Fondasi
BP BUMN memandang tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi penting dalam mendukung pencapaian Astacita. Tata kelola yang kuat akan memastikan bahwa BUMN beroperasi dengan integritas tinggi dan menghindari praktik-praktik yang merugikan negara. Hal ini juga penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap kinerja BUMN.
Melalui tata kelola yang baik, BUMN diharapkan mampu menjalankan mandatnya dengan efektif dan efisien, sekaligus memberi kontribusi yang semakin besar bagi kepentingan publik. Transparansi dalam setiap proses bisnis dan akuntabilitas dalam penggunaan sumber daya menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini. BP BUMN sendiri merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang membidangi pengaturan BUMN, dibentuk pada 2 Oktober 2025, menggantikan Kementerian BUMN.
Pengawasan yang ketat dan penerapan standar etika yang tinggi akan memastikan bahwa BUMN berfungsi sebagai entitas yang bersih dan produktif. Transformasi dari Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan milik negara. Dengan demikian, BUMN dapat fokus pada penciptaan nilai ekonomi dan sosial tanpa terbebani oleh isu-isu tata kelola yang buruk.
Sumber: AntaraNews