Barito Utara Perkuat Sinergi Program Melalui Forum RKPD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar forum strategis untuk RKPD 2027, menekankan sinergi program antarperangkat daerah demi pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, telah sukses menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Acara strategis ini berlangsung di Muara Teweh pada Jumat, 13 Februari, sebagai tahapan krusial dalam menyusun arah pembangunan daerah. Forum ini bertujuan merumuskan kebijakan pembangunan yang responsif dan berkelanjutan untuk tahun depan.
Staf Ahli Bupati Barito Utara Bidang Hukum dan Politik, Ardian, menegaskan pentingnya forum ini. Menurutnya, forum ini merupakan langkah awal memastikan perencanaan pembangunan dilakukan secara cermat. Proses ini juga harus terencana dan terintegrasi demi memberikan dampak nyata bagi masyarakat Barito Utara.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappedarida) Barito Utara, Yaser Arapat, menambahkan bahwa forum ini menjadi sarana vital. Ini untuk sinkronisasi, penajaman, dan penyepakatan program prioritas, termasuk penyesuaian pendanaan. Harapannya, perencanaan pembangunan 2027 akan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Pentingnya Sinergi dan Integrasi Program
Dalam Forum Perangkat Daerah RKPD 2027, Staf Ahli Bupati Barito Utara, Ardian, menekankan pentingnya sinergi program. Ia menyerukan agar seluruh perangkat daerah meninggalkan ego sektoral dan meningkatkan kolaborasi. Hal ini krusial untuk mencapai tujuan pembangunan daerah secara efektif.
Tahun 2027 menjadi periode penting karena merupakan tahap II implementasi RPJMD 2025–2030. Fokus utamanya adalah penguatan produktivitas sektor unggulan dan pelayanan publik. Ini sebagai penggerak utama transformasi ekonomi di wilayah Barito Utara.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga telah meluncurkan peta jalan pembangunan melalui gerakan “11.12 GASPOL”. Program ini merupakan akronim dari Gerakan Akselerasi Sebelas Program Unggulan dan Dua Belas Kegiatan Prioritas Infrastruktur. Ardian berharap program ini dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan konkret oleh setiap perangkat daerah.
Strategi Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Ardian menyoroti kebutuhan untuk menerapkan perencanaan berbasis data (data driven planning) dalam penyusunan RKPD 2027. Pemanfaatan data yang akurat menjadi kunci utama dalam proses ini. Optimalisasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) juga sangat ditekankan.
Pendekatan ini bertujuan agar target yang ditetapkan dalam RKPD 2027 menjadi lebih realistis dan terukur. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat dievaluasi secara objektif. Ini akan memastikan bahwa sumber daya digunakan secara maksimal untuk hasil terbaik.
Selain itu, penguatan monitoring dan evaluasi menjadi poin penting yang disampaikan. Indikator kinerja yang jelas serta pelaporan yang transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan. Langkah ini memastikan akuntabilitas setiap program pembangunan yang dilaksanakan.
Fokus pada Efisiensi Anggaran dan Inovasi
Efisiensi dan efektivitas anggaran menjadi perhatian utama dalam penyusunan RKPD 2027. Ardian meminta perangkat daerah menyusun anggaran dengan fokus pada prioritas masyarakat. Penting untuk menerapkan prinsip value for money dan menghindari kegiatan yang bersifat seremonial.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga mendorong inovasi dan adaptasi di seluruh perangkat daerah. Hal ini mencakup respons terhadap perkembangan teknologi, perubahan iklim, serta dinamika sosial ekonomi. Inovasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik secara signifikan.
Plt Kepala Bappedarida, Yaser Arapat, menegaskan bahwa forum ini memungkinkan sinkronisasi program. Ini termasuk penyesuaian pendanaan berdasarkan pagu indikatif yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah agar perencanaan pembangunan 2027 lebih efektif dan tepat sasaran.
Sumber: AntaraNews