Kalsel Serap Gagasan Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan Kalsel 2027
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bappeda menggelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 untuk menyerap gagasan demi Pembangunan Berkelanjutan Kalsel, memastikan arah pembangunan daerah yang partisipatif dan terukur.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kalsel 2027 di Banjarbaru, Selasa, 10 Februari. Acara ini bertujuan menyerap berbagai gagasan dari seluruh pihak terkait. Langkah ini diambil untuk merumuskan pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan bahwa dokumen RKPD menjadi instrumen vital. Dokumen ini berfungsi menerjemahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi dan misi kepala daerah. Tujuannya adalah menjadi program pembangunan yang konkret dan terukur.
Forum ini memastikan arah pembangunan dan penganggaran daerah ditetapkan secara terukur setiap tahun. Selain itu, pengelolaan sumber daya dapat berjalan efektif dan efisien. Ini juga bertujuan menyelaraskan program kerja seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan kebijakan pembangunan.
RKPD sebagai Fondasi Pembangunan Daerah
RKPD bukan sekadar dokumen perencanaan biasa. Ia merupakan peta jalan strategis bagi pemerintah daerah. Dokumen ini memastikan setiap langkah pembangunan selaras dengan tujuan jangka panjang. Keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam penyusunannya.
Muhammad Syarifuddin menekankan pentingnya RKPD dalam mencapai target pembangunan. Dokumen ini menjadi dasar penetapan anggaran tahunan. Dengan demikian, alokasi sumber daya dapat lebih tepat sasaran. Ini mendukung terciptanya pembangunan yang merata.
Penyelarasan program kerja SKPD dengan RKPD menjadi kunci utama. Hal ini menghindari tumpang tindih program dan pemborosan anggaran. Fokus pada prioritas daerah akan mempercepat pencapaian visi Kalsel. RKPD juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan.
Proses konsultasi publik seperti ini sangat krusial. Ini membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk berkontribusi. Gagasan dari berbagai elemen masyarakat memperkaya substansi RKPD. Hal ini menjamin pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan warga.
Mengoptimalkan Potensi dan Mengatasi Tantangan Pembangunan Berkelanjutan Kalsel
Kalimantan Selatan memiliki potensi sektor unggulan yang besar. Potensi ini dapat dikembangkan secara optimal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah prioritas utama. Penguatan investasi juga menjadi faktor penentu kemajuan ekonomi.
Pemerintah daerah berupaya mencetak SDM yang unggul dan kompetitif. Selain itu, menarik investor baru sangat penting. Tujuannya adalah mengembangkan potensi ekonomi daerah secara maksimal. Ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Irwan Yunizar dari Bappeda Kalsel menjelaskan tujuan forum ini. Yakni menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan. Ini terkait arah kebijakan pembangunan tahun anggaran 2027. Masukan strategis sangat dibutuhkan.
Beberapa masukan penting telah diterima dalam forum. Termasuk penyusunan grand design mitigasi banjir. Penanganan banjir diharapkan bersifat preventif dan komprehensif. Peningkatan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas juga menjadi fokus. Pembangunan yang lebih inklusif adalah tujuannya.
Sumber: AntaraNews