Pemkab Sumbawa Barat Matangkan RKPD 2027, Fokus Program Berbasis Data dan Kebutuhan Riil Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat serius mematangkan penyusunan RKPD 2027 melalui diskusi publik, menekankan program berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat demi pembangunan yang berdampak nyata.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemkab Sumbawa Barat), Nusa Tenggara Barat, menggelar diskusi publik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Acara ini bertujuan memastikan program kerja yang akan dilaksanakan benar-benar nyata dan berbasis data yang akurat. Bupati Amar Nurmansyah menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang pembahasan teknis yang berorientasi pada implementasi program.
Diskusi ini dipimpin oleh Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah, didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa Barat Suhadi. Diskusi melibatkan berbagai perangkat daerah yang akan menyusun rencana kerja masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (18/3) di Sumbawa Barat, sebagai bagian dari tahapan penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Tujuan utama forum ini adalah untuk merumuskan program dan kegiatan yang sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah, memastikan capaian kinerja yang optimal. Bupati mengingatkan bahwa penyusunan Renja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan menjadi tolok ukur kinerja pemerintah daerah. Hal ini dilakukan dengan menekankan pembahasan teknis dan aplikatif, serta mendorong perangkat daerah memahami posisi dan capaian kinerja saat ini.
Implementasi Program Berbasis Data dan Kinerja Optimal
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa program kerja yang direncanakan harus nyata dan didasarkan pada data yang valid. Beliau menyatakan, "Program kerja yang dilaksanakan harus nyata dan berbasis data." Forum diskusi publik ini diharapkan menjadi wadah untuk membahas hal-hal teknis dan aplikatif yang benar-benar akan diimplementasikan pada tahun 2027, bukan lagi berbicara dalam ranah kebijakan normatif.
Setiap perangkat daerah diinstruksikan untuk memahami posisi serta capaian kinerja mereka saat ini sebagai landasan merumuskan langkah ke depan. Amar Nurmansyah menambahkan, "Kalau capaian sudah melampaui target, maka pertahankan atau bahkan cicil target berikutnya. Tapi jika masih tertinggal, maka upaya kita harus dua kali lebih kuat untuk mencapai target yang diinginkan." Hal ini mendorong perangkat daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja.
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi indikator utama kinerja pemerintah daerah. Bupati mengingatkan, "Bekerja harus dengan strategi yang tepat, punya sasaran dan target yang jelas. Jangan hanya menjalankan kewajiban tanpa arah." Hal ini untuk menghindari pelaksanaan tugas tanpa arah yang pasti dan tidak efektif, yang dapat menghambat pencapaian target RKPD 2027.
Fokus Strategis untuk Kesejahteraan Masyarakat
Bupati Amar Nurmansyah memberikan beberapa catatan strategis penting kepada perangkat daerah agar lebih berfokus pada kerja berbasis data. Prioritas utama adalah memenuhi kebutuhan riil masyarakat di Sumbawa Barat. Hal ini mencakup penguatan data kesejahteraan sosial untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan program relevan.
Pengembangan sektor pertanian dan hortikultura menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan perekonomian lokal. Selain itu, penguatan sentra perikanan juga ditekankan untuk memaksimalkan potensi sumber daya laut. Pembangunan ekosistem pariwisata yang terintegrasi juga menjadi agenda penting untuk menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah, mendukung RKPD 2027.
Pengelolaan sampah terpadu merupakan isu krusial yang memerlukan perhatian serius untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Peningkatan pelayanan publik yang terintegrasi juga menjadi prioritas untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah. Bupati menegaskan, "Semua ini satu kesatuan yang bergerak menuju satu tujuan. Jika ada yang tidak bergerak menuju tujuan tersebut, maka harus ditegur dan didisiplinkan."
Sinkronisasi dan Tantangan dalam Penyusunan RKPD
Kepala Bappeda Sumbawa Barat, Suhadi, menjelaskan bahwa tahapan penyusunan RKPD 2027 telah melalui serangkaian proses, termasuk forum konsultasi publik dan penyempurnaan rancangan awal. Selanjutnya, perangkat daerah menyusun rencana kerja (Renja) masing-masing secara sistematis. Proses ini berbasis pada sistem perencanaan daerah yang telah ditetapkan.
Forum lintas perangkat daerah berfungsi sebagai ruang sinkronisasi penting untuk pelaksanaan urusan pemerintahan. Suhadi menjelaskan, "Forum lintas perangkat daerah ini merupakan ruang sinkronisasi pelaksanaan urusan pemerintahan untuk merumuskan program dan kegiatan sesuai tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah." Hal ini memastikan tidak ada tumpang tindih program dan setiap sektor bergerak selaras.
Meskipun rancangan awal Renja perangkat daerah secara umum telah selaras dengan dokumen perencanaan strategis, Suhadi mengakui adanya tantangan. Tantangan tersebut terutama berkaitan dengan penentuan strategi pencapaian indikator kinerja dan keterbatasan data pendukung yang akurat serta valid. Namun, Suhadi optimistis, "Kami optimistis seluruh kendala tersebut dapat segera diatasi sehingga dokumen RKPD 2027 benar-benar menjadi instrumen kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat."
Sumber: AntaraNews