Bandara Samrat Manado Pasang Thermal Scanner, Perkuat Antisipasi Virus Nipah
PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado mengambil langkah proaktif dengan memasang thermal scanner untuk memperkuat antisipasi Virus Nipah, memastikan keamanan penumpang internasional.
PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado telah memasang alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner). Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi penyebaran Virus Nipah masuk ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pemasangan alat ini merupakan respons cepat terhadap potensi ancaman kesehatan global.
General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, menyatakan bahwa thermal scanner ditempatkan di area terminal kedatangan internasional. Alat ini berfungsi memantau suhu tubuh setiap penumpang secara real-time saat mereka memasuki gedung terminal. Deteksi dini suhu tubuh abnormal menjadi prioritas utama.
Langkah antisipasi Virus Nipah ini menjadi prioritas utama pihak pengelola bandara guna memastikan keamanan seluruh penumpang internasional yang mendarat di Manado. Pihaknya bergerak cepat merespons ancaman kesehatan global tersebut, meskipun belum ada rute penerbangan langsung dari India ke Manado.
Pengawasan Ketat dengan Thermal Scanner
Pemasangan thermal scanner di Bandara Sam Ratulangi Manado bertujuan untuk memudahkan petugas dalam mendeteksi penumpang. Alat ini mampu mengidentifikasi individu yang memiliki suhu tubuh di atas normal atau masuk dalam kategori suspek Virus Nipah. Pengawasan real-time ini krusial untuk mencegah potensi penularan.
Radityo Ari Purwoko menekankan pentingnya teknologi ini dalam upaya pencegahan. Setiap penumpang yang tiba di terminal kedatangan internasional akan melewati pemeriksaan suhu otomatis. Ini merupakan bagian dari protokol kesehatan yang diperketat di pintu masuk negara.
Meskipun belum ada laporan kasus atau indikasi penularan virus Nipah di Indonesia, langkah pencegahan dini tetap dianggap vital. Bandara Sam Ratulangi Manado berkomitmen menjaga standar keamanan kesehatan. Hal ini dilakukan demi melindungi warga Sulawesi Utara dari potensi ancaman kesehatan.
Sinergi dan Fasilitas Pendukung Pencegahan
Pengelola Bandara Sam Ratulangi Manado menjalin sinergi intensif dengan Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Manado. Kolaborasi ini memastikan koordinasi yang efektif dalam penanganan potensi kasus. Langkah bersama ini memperkuat sistem pertahanan kesehatan di bandara.
Selain pengawasan suhu, pihak bandara juga menyiapkan fasilitas medis yang sangat memadai untuk penanganan awal. Jika petugas menemukan penumpang dengan gejala mencurigakan, mereka akan langsung mengarahkan penumpang tersebut ke ruang isolasi yang tersedia. Kesiapan fasilitas ini sangat penting.
Pihak bandara juga menyiagakan ambulans untuk proses rujukan ke rumah sakit jika diperlukan. Ketersediaan masker bagi para penumpang juga menjadi bagian dari upaya pencegahan. Semua fasilitas ini dirancang untuk merespons cepat dan tepat terhadap situasi darurat.
Komitmen dan Kepatuhan Regulasi Kesehatan
Upaya pencegahan Virus Nipah yang dilakukan Bandara Sam Ratulangi ini selaras dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/445/2026. Regulasi tersebut menuntut penguatan unit pelaksana teknis bidang kekarantinaan kesehatan di setiap gerbang masuk Tanah Air. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi landasan tindakan.
Sejalan dengan arahan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Bandara Sam Ratulangi Manado berkomitmen menjaga standar keamanan kesehatan. Komitmen ini bertujuan melindungi warga Sulawesi Utara dari ancaman penyakit menular. Pencegahan di pintu masuk negara adalah kunci utama.
Radityo memastikan bahwa meskipun tidak ada rute penerbangan langsung dari India menuju Manado, pencegahan tetap dilakukan. Hal ini menunjukkan keseriusan bandara dalam mengimplementasikan protokol kesehatan global. Kesiapan dini adalah strategi terbaik dalam menghadapi potensi pandemi.
Sumber: AntaraNews