Operasional Bandara Samrat Manado Tetap Normal Pasca Gempa M 7,6
Meskipun diguncang gempa magnitudo 7,6, operasional Bandara Samrat Manado dipastikan tetap berjalan normal. Seluruh fasilitas utama aman dan penerbangan lancar.
Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado dipastikan tetap beroperasi normal setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6. Peristiwa gempa terjadi pada Kamis (02/04) pukul 06.48.14 Wita, namun tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas bandara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Samrat Manado, Radityo Ari Purwoko, menegaskan bahwa infrastruktur bandara dalam kondisi aman dan layak operasi. Layanan navigasi penerbangan (ATC) serta operasional maskapai tetap berjalan dengan baik tanpa hambatan berarti. Area pergerakan pesawat juga dinyatakan "serviceable" dan tidak mengalami kerusakan signifikan.
Meskipun demikian, terdapat laporan mengenai beberapa kerusakan ringan pada fasilitas non-esensial, seperti plafon dan retakan dinding gedung terminal. Namun, kerusakan tersebut tidak berdampak pada keselamatan atau kelancaran operasional penerbangan. Proses evakuasi pengguna jasa bandara juga telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, tanpa adanya laporan korban luka.
Kondisi Infrastruktur dan Layanan Penerbangan
Pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh tim Bandara Samrat Manado menunjukkan bahwa seluruh fasilitas utama tetap berfungsi optimal pascagempa. Radityo Ari Purwoko memastikan bahwa tidak ada gangguan serius yang mempengaruhi sistem navigasi atau operasional maskapai. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik serta kelancaran transportasi udara di wilayah Sulawesi Utara.
Beberapa kerusakan minor memang teridentifikasi, termasuk retakan pada dinding lantai di Gedung Airport Facilities (AFL) dan gangguan sementara pada sistem pelaporan penumpang berangkat (CUCS). Namun, pihak bandara bergerak cepat untuk melakukan pemulihan. Kedua masalah tersebut telah berhasil diatasi, sehingga tidak menghambat pelayanan kepada penumpang.
Kecepatan penanganan kerusakan ringan ini menunjukkan kesiapsiagaan Bandara Samrat Manado dalam menghadapi situasi darurat. Koordinasi yang baik antarunit internal serta pihak terkait turut berkontribusi pada pemulihan yang cepat. Dengan demikian, bandara dapat segera kembali fokus pada pelayanan prima bagi seluruh pengguna jasa.
Koordinasi Maskapai dan Keselamatan Penumpang
Radityo juga menekankan bahwa operasional penerbangan di Bandara Samrat Manado tetap berjalan normal berdasarkan koordinasi dengan seluruh maskapai. Tidak ada gangguan signifikan terhadap jadwal penerbangan, baik domestik maupun internasional. Seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi aman dan tidak ada laporan insiden terkait gempa.
Seluruh jadwal penerbangan berlangsung sesuai rencana tanpa adanya "holding, divert, delay" atau pembatalan, pengalihan, maupun penundaan. Hal ini memberikan kepastian bagi para penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Manado. Pihak bandara terus berkoordinasi erat dengan maskapai untuk memantau situasi dan memastikan kelancaran setiap penerbangan.
Untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan, pihak Bandara Samrat Manado mengimbau seluruh penumpang untuk tetap tenang. Penumpang juga disarankan untuk selalu melakukan konfirmasi jadwal penerbangan masing-masing kepada maskapai terkait. Informasi terkini akan selalu disampaikan melalui saluran komunikasi resmi bandara dan maskapai.
Data Gempa Bumi Menurut BMKG
Berdasarkan data resmi dari BMKG, episenter gempa bumi magnitudo 7,6 tersebut terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur. Lokasi ini berada sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Kedalaman gempa tercatat relatif dangkal, yaitu 33 kilometer.
Meskipun jarak Bandara Samrat Manado dari pusat gempa sekitar 156 kilometer, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Manado. Intensitas guncangan tercatat pada skala IV–V MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat. Namun, struktur bangunan bandara terbukti mampu menahan guncangan tersebut dengan baik.
Kesiapan infrastruktur bandara dalam menghadapi ancaman gempa bumi menjadi krusial di wilayah rawan bencana seperti Indonesia. Kejadian ini menjadi bukti bahwa standar keamanan dan kelayakan operasional Bandara Samrat Manado telah memenuhi persyaratan. Hal ini menjamin keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Sumber: AntaraNews