Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, diguncang Gempa Magnitudo 7,1 pada Sabtu malam. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi awal dan memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, diguncang Gempa Magnitudo 7,1 pada Sabtu malam. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi awal dan memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau (AntaraNews)

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam. Peristiwa ini terdeteksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang langsung mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat.

Pusat gempa dilaporkan berada di kedalaman 17 kilometer, berjarak sekitar 52 kilometer sebelah tenggara Melonguane. Informasi awal ini disampaikan BMKG dengan mengutamakan kecepatan, sehingga data masih dapat mengalami pembaruan seiring masuknya informasi yang lebih lengkap.

BMKG menegaskan bahwa “Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah,” demikian keterangan resmi yang diterima di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Meskipun demikian, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Detail Gempa Magnitudo 7,1 di Melonguane

Gempa kuat dengan Magnitudo 7,1 yang melanda Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, terjadi pada Sabtu malam. Pusat gempa ini diidentifikasi berada pada kedalaman yang relatif dangkal, yakni 17 kilometer di bawah permukaan laut.

Lokasi episentrum gempa terletak sekitar 52 kilometer di arah tenggara dari Melonguane. Data ini merupakan hasil olahan awal dari BMKG yang dipublikasikan segera setelah kejadian untuk memberikan informasi cepat kepada publik.

BMKG secara transparan menyampaikan bahwa data yang dirilis pada tahap awal ini bersifat sementara dan berpotensi mengalami penyesuaian. Hal ini lumrah dalam penanganan informasi gempa bumi, di mana kecepatan penyampaian menjadi prioritas utama.

Dampak Getaran dan Imbauan Kewaspadaan BMKG

Getaran akibat Gempa Melonguane ini dirasakan di beberapa wilayah sekitarnya dengan intensitas yang bervariasi. Di Tobelo, Kepulauan Sitaro, dan Ternate, getaran gempa dirasakan pada skala MMI III-IV, menunjukkan guncangan yang cukup terasa oleh banyak orang di dalam ruangan.

Sementara itu, di Minahasa Utara, Bitung, hingga Morotai, intensitas getaran berada pada skala II-III MMI. Skala ini mengindikasikan getaran yang dirasakan oleh sebagian kecil orang, terutama di lantai atas bangunan.

Meskipun Gempa Melonguane ini cukup kuat, BMKG telah menyatakan bahwa tidak ada potensi tsunami yang menyertainya. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja.

Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun laporan korban jiwa akibat Gempa Magnitudo 7,1 di Melonguane ini. Pihak berwenang terus memantau situasi di lapangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi