Virus Nipah Meningkat di India, Bandara Ngurah Rai Siaga Penuh
Langkah antisipasi dilakukan dengan memperketat pengawasan kesehatan penumpang, khususnya di area kedatangan internasional.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan lonjakan kasus virus nipah di India. Langkah antisipasi dilakukan dengan memperketat pengawasan kesehatan penumpang, khususnya di area kedatangan internasional.
Pengelola bandara memastikan pengawasan dilakukan secara terpadu bersama otoritas kesehatan guna mencegah potensi penularan penyakit dari luar negeri masuk ke Indonesia melalui jalur penerbangan.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar.
"Kami secara intensif melakukan koordinasi dengan Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar, dalam hal pengawasan di lingkungan bandara," kata Eka dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/1).
Seluruh Personel Bandara Dikerahkan Awasi Semua Titik
Selain koordinasi, seluruh personel bandara juga dikerahkan untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik strategis kedatangan penumpang.
"Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan virus nipah di area kedatangan bandara," imbuhnya.
Sebagai langkah deteksi dini, bandara menyiagakan empat unit thermal scanner atau alat pemindai suhu tubuh. Dua unit ditempatkan di terminal kedatangan internasional, satu di kedatangan domestik, serta satu unit lainnya disiagakan di terminal VIP.
Jika ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada infeksi, petugas kesehatan akan segera melakukan pemeriksaan lanjutan.
"Jika ditemukan penumpang yang menunjukkan gejala, maka akan ditindak lanjuti pihak BBKK dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar," imbuhnya.
Imbau Masyarakat Waspada
Pihak bandara juga mengimbau masyarakat dan penumpang untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan pribadi, terutama bagi yang bepergian dari dan menuju Bali.
Eka menyampaikan, bagi penumpang yang akan terbang dari dan menuju Pulau Bali, dihimbau untuk terus menjaga kesehatan dan senantiasa memantau perkembangan informasi terkini terkait virus nipah demi keamanan dan kenyamanan bersama.
"Adapun bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal virus nipah seperti demam, kami imbau untuk segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara," ujarnya.
Virus Nipah di India
Sebelumnya, otoritas kesehatan melaporkan peningkatan kasus virus nipah di India. Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) turut memantau perkembangan global.
Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 23 Januari 2025 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di West Bengal, India. Hingga kini belum ada laporan kematian.
Sementara itu, Indonesia masih dinyatakan bebas dari kasus terkonfirmasi.
"Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus nipah di Indonesia," seperti dikutip dari keterangan yang dibagikan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati pada Selasa,( 27/1).
Dengan pengawasan ketat dan sistem deteksi dini di pintu masuk negara, diharapkan potensi penyebaran virus dapat dicegah sejak awal, sehingga keamanan dan kenyamanan perjalanan udara tetap terjaga.