BKK Manado Gelar Cek Kesehatan Pekerja Bandara Samrat Jelang Arus Mudik Lebaran
Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Manado bersama Puskesmas Paniki menggelar Cek Kesehatan Pekerja Bandara Samrat, meliputi skrining TB dan alkohol, guna memastikan kesiapan dan keselamatan menjelang arus mudik Lebaran.
Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Manado bekerja sama dengan Puskesmas Paniki, menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para pekerja dan pengemudi di Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Maret, sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif kesehatan. Program ini bertujuan untuk memastikan kesehatan para petugas yang melayani masyarakat.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, menjelaskan bahwa pemeriksaan melibatkan skrining Tuberkulosis (TB) dan tes kadar alkohol. Sebanyak 43 pekerja telah menjalani pemeriksaan ini. Inisiatif ini juga disertai dengan pemasangan banner informasi kesehatan di area bandara untuk meningkatkan kesadaran.
Kolaborasi antara BKK Kelas I Manado, Puskesmas Paniki, dan PT Angkasa Pura Indonesia ini sangat relevan menjelang periode mobilitas masyarakat yang meningkat, khususnya arus mudik Lebaran. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular dan menjaga standar keselamatan operasional bandara.
Kolaborasi Pencegahan Penyakit Menular
Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas instansi dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan transportasi udara. BKK Kelas I Manado, Puskesmas Paniki, dan PT Angkasa Pura Indonesia bersinergi untuk menciptakan lingkungan bandara yang sehat dan aman. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran pekerja bandara terhadap pencegahan penyakit campak dan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit menular.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Manado, Resi Arisandi, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari inisiatif pemerintah. Tujuannya adalah melakukan skrining awal terhadap penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mendeteksi dini potensi masalah kesehatan di kalangan pekerja.
Selain pemeriksaan umum, skrining Tuberkulosis (TB) menjadi fokus penting. TB merupakan penyakit menular yang memerlukan deteksi dini untuk mencegah penyebarannya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya melindungi pekerja tetapi juga penumpang dan seluruh komunitas bandara.
Antisipasi Arus Mudik dan Keamanan Operasional
Radityo Ari Purwoko menyoroti waktu pelaksanaan kegiatan yang sangat tepat, yakni menjelang arus mudik Lebaran. Periode ini ditandai dengan peningkatan signifikan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, memastikan kesehatan petugas bandara menjadi krusial untuk menjaga kelancaran dan keamanan pelayanan.
Pemeriksaan kadar alkohol juga menjadi komponen penting dari CKG ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para pengemudi yang beraktivitas di lingkungan bandara tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini esensial untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang, mengingat peran vital pengemudi dalam operasional bandara.
Dengan terpantaunya kesehatan para petugas dan pengemudi, pelayanan kepada penumpang dapat tetap berjalan optimal. Ini merupakan bagian dari komitmen PT Angkasa Pura Indonesia untuk memberikan layanan terbaik. Kesiapan fisik dan mental pekerja adalah fondasi utama dalam operasional bandara yang efisien dan aman.
Peningkatan Kesadaran dan Kewaspadaan Dini
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran para pekerja transportasi udara terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Edukasi melalui banner dan pemeriksaan langsung berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang praktik hidup sehat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan individu dan lingkungan kerja.
Program ini juga memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular di pintu masuk negara. Bandara sebagai gerbang utama memiliki peran strategis dalam mencegah penyebaran penyakit dari dan ke luar wilayah. Deteksi dini di kalangan pekerja adalah garis pertahanan pertama.
Inisiatif seperti CKG ini perlu terus digalakkan secara berkala. Hal ini tidak hanya mendukung kesehatan individu tetapi juga menjaga reputasi Bandara Sam Ratulangi sebagai fasilitas transportasi yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan semua pihak. Upaya berkelanjutan akan menciptakan ekosistem bandara yang lebih tangguh.
Sumber: AntaraNews