Aster Kasdam Pastikan Kesiapan Lokasi Program Cetak Sawah di Pohuwato Demi Ketahanan Pangan
Aster Kasdam XIII/Merdeka meninjau kesiapan lokasi Program Cetak Sawah di Pohuwato, Gorontalo, sebagai langkah strategis penguatan ketahanan pangan nasional.
Fokus Peninjauan dan Tujuan Program Cetak Sawah
Kolonel Inf Alfian, Asisten Teritorial (Aster) Kasdam XIII/Merdeka, baru-baru ini melakukan peninjauan penting di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Peninjauan ini dilakukan pada Jumat, 27 Desember 2025, untuk memastikan kesiapan lokasi lahan yang akan digunakan dalam Program Cetak Sawah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dan TNI dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
Tujuan utama dari kunjungan lapangan ini adalah untuk memverifikasi secara langsung kondisi lahan, mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin muncul, serta memastikan bahwa program perluasan area tanam dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kolonel Inf Alfian menegaskan komitmen untuk menjamin keberhasilan inisiatif strategis ini. Program Cetak Sawah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan di wilayah tersebut.
Program Cetak Sawah di Pohuwato ini adalah wujud nyata sinergi antara TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertanian. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan pangan di wilayah jajaran Kodam XIII/Merdeka, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Inisiatif ini juga diharapkan dapat secara langsung meningkatkan kesejahteraan para petani lokal melalui penyediaan lahan produktif yang lebih luas.
Sinergi Ketahanan Pangan dan Pengawasan Keamanan
Kolonel Inf Alfian menjelaskan bahwa peninjauan ini sangat krusial untuk memastikan setiap aspek kesiapan lahan. "Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat progres dan memastikan lahan di Desa Manunggal Karya ini benar-benar siap dan layak untuk dijadikan lahan produktif," ujar Aster Kasdam XIII/Merdeka. Kesiapan lahan menjadi faktor penentu keberhasilan Program Cetak Sawah ini.
Selain memastikan kesiapan fisik lahan, peninjauan juga mencakup pemetaan potensi kendala yang mungkin timbul selama proses pengerjaan. Identifikasi dini terhadap hambatan seperti kondisi tanah, aksesibilitas, atau isu-isu lingkungan akan memungkinkan penanganan yang cepat dan efektif. Hal ini penting untuk menjaga agar jadwal dan target Program Cetak Sawah dapat tercapai tanpa hambatan berarti.
Aspek pengamanan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek strategis ini. Kolonel Kav Erwandarno, Kasi Intel Kasrem 133/Nani Wartabone, menekankan pentingnya pengawasan ketat selama proses pengerjaan. Pengawasan ini bertujuan untuk mencegah potensi sengketa lahan atau kendala teknis yang dapat menghambat jalannya proyek. Keamanan lokasi dan kelancaran operasional Program Cetak Sawah menjadi prioritas.
Dampak dan Potensi Peningkatan Luas Tanam
Program Cetak Sawah merupakan bentuk nyata kolaborasi antara TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertanian dalam upaya penguatan ketahanan pangan. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung kedaulatan pangan negara. Keterlibatan TNI AD memberikan dimensi pengamanan dan percepatan dalam implementasi program di lapangan.
Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail telah mencanangkan groundbreaking konstruksi cetak sawah baru di Kabupaten Pohuwato. Luas lahan yang dicanangkan mencapai 5.642 hektar, menunjukkan skala besar dari Program Cetak Sawah ini untuk mendukung ketahanan pangan. Inisiatif ini merupakan kepercayaan Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian untuk Provinsi Gorontalo.
Program Cetak Sawah ini juga didukung dengan berbagai bantuan dari Kementerian Pertanian, meskipun di tengah efisiensi anggaran. Bantuan yang diberikan meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), Program Cetak Sawah itu sendiri, hingga bantuan benih jagung untuk luas tanam 33.000 hektar yang baru saja tiba di Gorontalo. Dukungan komprehensif ini diharapkan mempercepat proses dan hasil pertanian.
Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan bahwa luas areal tanam padi sawah untuk wilayah Gorontalo saat ini sekitar 25.000 hektar. Dengan penambahan 5.642 hektar lahan cetak sawah baru, akan ada pengaturan kembali musim tanam per tahun. Peningkatan signifikan ini diharapkan mampu mendongkrak produksi padi dan jagung, serta memperkuat posisi Gorontalo sebagai lumbung pangan nasional.
Sumber: AntaraNews