Tak Kuat Menahan Air Mata, Cerita Wanita Paruh Baya Bekerja di SPPG Sebagai Juru Masak
Selain mendapat penghasilan, dia menyebut jika dia justru mendapat banyak teman mengobrol di hari tuanya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nyatanya berhasil menciptakan lapangan kerja bagi banyak warga Indonesia. Menariknya di Sleman Yogyakarta, salah satu vendor penyedia MBG justru membuka lapangan kerja bagi lansia.
Seperti cerita salah satu lansia berikut ini. Sembari menitikkan air mata, dia mengaku begitu senang akhirnya dapat bekerja kembali hingga memenuhi kebutuhan hidup dirinya dengan sang cucu.
Selain mendapat penghasilan, dia mengaku juga mendapat banyak teman mengobrol di hari tuanya. Seperti apa ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Lansia Kerja di Vendor MBG
Dia adalah Suratinah (63). Wanita lanjut usia ini merupakan salah satu pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis di Seyegan 01, Sleman, Yogyakarta.
Mulai dari awal MBG diselenggarakan, Suratinah turut mengambil peran dengan menjadi juru memasak. Setiap harinya, Suratinah bekerja bersama tim yang tak sedikit di antaranya merupakan generasi muda.
Suratinah mengaku harus mencari penghidupan sebagai juru memasak lantaran untuk menghidupi diri sendirinya serta satu orang cucu. Hal ini tak lain disampaikan Suratinah sendiri, seperti yang terungkap dalam unggahan akun Instagram @pco.ri beberapa waktu lalu.
“Suami sudah meninggal. Anak sudah menikah semua, saya punya cucu 5 orang tapi yang tinggal di tempat mbah satu orang laki-laki,” ceritanya.
Ungkap Suka & Duka
Bagi Suratinah, bekerja bukan hanya mencari penghidupan. Di lokasi kerja, Suratinah bisa mendapat teman mengobrol yang tak diperolehnya ketika cukup menghabiskan waktu di rumah saja.
Dia turut mengaku jika sangat senang saat usia senjanya masih mendapat kesempatan emas untuk bekerja.
“Saya sekarang tidak ada yang kasih uang buat kebutuhan sehari-hari saya sama cucu. Sudah tua tapi masih diterima kerja di sini sama MBG, senang sekali banyak teman juga. Kalau di rumah cuma melamun saja,” ungkap Suratinah.
Meski cukup senang menghabiskan waktu di lokasi kerja, Suratinah mengungkap jika dia seringkali teringat dengan sang cucu. Banyaknya makanan di depan mata membuat Suratinah berulang kali tak tega. Cerita Suratinah ini diungkapnya sembari menitikkan air mata.
“Pagi itu saya sering bikin makanan buat anak-anak. Saya teringat sama cucu dan anak saya dulu karena sekarang enggak usah bawa bekal makanan,” tandasnya.
Banjir Doa
Kisah hidup Suratinah yang hingga kini masih berjibaku mencari pendapatan di salah satu vendor penyedia MBG di Sleman sontak sukses menarik perhatian di kalangan pengguna media sosial. Tak sedikit di antaranya yang memberikan dukungan hingga doa mendalam bagi kehidupan Suratinah.
“Hidup harus terus berjalan.. 🔥🔥 dan Sehat selalu mbah,” tulis akun @yudi.iswant
“Ibu sehat-sehat selalu ya,” tulis akun @inscecond
“Semangatmu menjadi contoh generasi muda simbah,sehat sehat selalu😘😘,” tulis akun @elisabeth_fajar.a
“Alhamdulillah program unggulan Prabowo membuka lapangan kerja buat orang yg sudah sepuh juga .. semoga mbah Suratinah sehat terus .. Semangat ya mbah .. Semoga lelahmu menjadi Berkah❤️😍,” tulis akun @ambarmirahnuning
“Semangat mbah semoga bisa menjadi inspirasi anak muda , ❤️😍😍,” tulis akun @sarjilah.nawan
“Semoga program MBG bisa terus berjalan sehingga simbahnya tetap bekerja,semangat ya mbah ❤️,” tulis akun @andri.ima