Siap Perang Lawan AS, ini Profil Garda Revolusi Islam Pasukan Elite Iran
Korps Garda Revolusi Islam Iran memiliki kekuatan militer, politik, dan ekonomi yang signifikan, meskipun dihadapkan pada kontroversi internasional.
Ketegangan tengah terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran. Di bawah Presiden Donald Trump, AS bersikap keras terhadap program nuklir Iran.
Bahkan, Trump mengancam akan menyerang Iran. Di tengah ketengangan itu, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami menyatakan Iran tak pernah mencari perang. Namun demikian, dia menegaskan Iran akan siap berperang melawan siapapun.
"Kami tidak takut perang. Kami tidak akan menjadi pihak yang memulai, tetapi kami siap untuk setiap kemungkinan konflik," tegasnya dikutip laman Al Mayadeen.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merupakan salah satu angkatan bersenjata elite yang memiliki peranan penting dalam mempertahankan dan mempromosikan ideologi pemerintahan Iran. Dengan sekitar 125.000 personel, IRGC memiliki kemampuan militer yang diakui, termasuk unit angkatan darat, laut, dan udara yang canggih.
Sejak didirikan, IRGC telah mengalami perkembangan pesat dalam hal teknologi dan strategi militer. Dalam konteks ini, mereka juga terlibat dalam berbagai operasi yang menunjukkan kekuatan ofensif mereka, termasuk serangan terbaru menggunakan rudal hipersonik Fattah ke arah Israel.
Namun, di balik kekuatan dan pengaruhnya, IRGC juga menghadapi berbagai kontroversi dan sanksi internasional, termasuk tuduhan sebagai organisasi teroris. Dengan situasi geopolitik yang terus berubah, penting untuk memahami lebih dalam mengenai kehebatan dan tantangan yang dihadapi oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Kekuatan Militer yang Signifikan
IRGC memiliki struktur militer yang mencakup angkatan darat, laut, dan udara, dengan total personel diperkirakan mencapai 125.000. Mereka juga dikenal memiliki kemampuan dalam teknologi rudal dan drone yang canggih, yang diakui oleh banyak pihak, termasuk militer Amerika Serikat.
Setelah Perang Iran-Irak, kemampuan militer IRGC mengalami peningkatan yang signifikan. Mereka mengklaim dapat menyerang target bergerak di laut menggunakan drone yang sulit dideteksi.
Salah satu contoh terbaru adalah penggunaan rudal balistik hipersonik Fattah dalam serangan ke Israel, yang menunjukkan kemampuan ofensif mereka yang meningkat.
Hal ini mengindikasikan bahwa IRGC tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga siap untuk melakukan serangan jika diperlukan.
Pasukan Quds dan Keterlibatan Internasional
Selain itu, IRGC bukan sekadar tentara biasa. Mereka juga memiliki pasukan elit seperti:
- Quds Force → operasi luar negeri, perang asimetris, intelijen, dan dukungan kelompok proksi (Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, milisi Syiah di Irak, dll).
- Basij → pasukan paramiliter sipil yang bisa dimobilisasi cepat dalam negeri.
Pasukan Quds, cabang intelijen dan paramiliter yang memiliki pengaruh signifikan di Timur Tengah. Pasukan ini terlibat dalam mendukung berbagai kelompok milisi di wilayah tersebut, termasuk Hizbullah di Lebanon, dan aktif dalam konflik di Suriah, Irak, dan Yaman.
Kehilangan komandan utama mereka, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, pada tahun 2020, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut. Soleimani dianggap sebagai figur kunci dalam strategi militer dan politik IRGC di luar negeri.
Dengan keterlibatan yang luas dalam konflik regional, IRGC berusaha untuk memperkuat posisi Iran di Timur Tengah, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan sanksi dari komunitas internasional.
Pengaruh Regional & Teknologi Senjata
IRGC dikenal jago memainkan perang proxy (perang lewat kelompok sekutu). IRGC dikabarkan mengontrol jaringan milisi di Lebanon, Suriah, Irak, Palestina, dan Yaman.
Selain itu, IRGC juga membuat Iran menjadi "power player" di Timur Tengah meski dikepung musuh.
Teknologi dan Senjata
IRGC sangat kreatif dalam pengembangan teknologi militer lokal. Beberapa di antaranya yakni;
- Drone canggih (sering dipakai Rusia di Ukraina)
- Rudal balistik jarak jauh
- Kapal cepat bersenjata di Teluk Persia
Pengaruh Politik dan Ekonomi
IRGC tidak hanya berperan dalam aspek militer, tetapi juga memiliki pengaruh yang kuat dalam politik dan ekonomi Iran. Mereka berperan penting dalam melindungi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sistem pemerintahan ulama Syiah.
Dalam konteks ekonomi, IRGC terlibat dalam berbagai bisnis dan perusahaan, yang memberikan mereka pengaruh besar dalam perekonomian Iran. Dengan keterlibatan di sektor-sektor penting, IRGC mampu mempengaruhi kebijakan ekonomi negara.
Selain itu, IRGC juga memimpin milisi Basij, yang merupakan pasukan paramiliter sukarelawan dengan jutaan anggota. Pasukan ini digunakan untuk menindak protes dan menegakkan aturan sosial Islam di Iran, yang menunjukkan bahwa IRGC memiliki kontrol yang luas terhadap aspek sosial dan politik di negara tersebut.
Sanksi Internasional
Sanksi internasional yang diterapkan terhadap IRGC berdampak pada kemampuan mereka untuk beroperasi di luar negeri. Meskipun demikian, IRGC tetap berupaya untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan, meskipun dalam kondisi yang semakin sulit.