Tiap Tahun Dapat Bantuan dari Amerika Serikat, Israel Dinilai Pengecut
Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf mengatakan jika Israel adalah negara pengecut.
Perang Iran dan Israel semakin memanas. Selama satu minggu terakhir, kedua negara ini saling kirim rudal hingga menghancurkan bangunan-bangunan di kota Teheran dan Tel Aviv, seorang pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf angkat bicara tentang pertikaian tersebut.
Ia menilai bahwa Iran telah memenangkan peperangan. Pasalnya, Iran adalah negara yang selama bertahun-tahun terkena sanksi politik, ekonomi, dan militer. Namun, tetap bisa memberikan perlawanan yang signifikan.
Sementara itu, sebaliknya, Israel adalah negara yang mendapatkan dukungan penuh dari Amerika. Faisal secara tegas mengatakan jika Israel adalah negara yang pengecut. Simak ulasannya sebagai berikut.
Iran telah Memenangkan Peperangan
Faisal Assegaf dalam sebuah siniar di channel Youtube MerdekaDotCom menyatakan jika Iran telah memenangkan peperangan melawan Israel. Bagaimana tidak, Iran adalah negara yang selama bertahun-tahun terkena sanksi ekonomi, politik, dan militer.
Mereka harus hidup mandiri, memenuhi kebutuhan negaranya sendiri tanpa bantuan dari luar. Baik dari segi ekonomi, politik, sampai keamanan.
“(Iran) sudah dikenai sanksi politik, ekonomi, militer. Artinya mereka harus memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Baik kekuatan pertahanan keamanan,” ucap Faisal.
Negara yang mendapatkan sanksi seberat itu, secara logika tidak akan mampu membangun kekuatan yang besar. Tapi, Iran justru sebaliknya. Ia berhasil membangun kekuatan militernya dengan sangat kuat dan mengejutkan.
Iran dapat melawan Israel, sebuah negara yang setiap tahun mendapatkan bantuan ekonomi dan militer dari Amerika sebesar 3,8 miliar.
“Ini bisa melawan negara yang tiap tahun dapat bantuan ekonomi dan militer dari Amerika 3,8 miliar. Terus proyek sistem pertahanannya juga dibantu oleh bantuan Amerika sendiri,” lanjutnya.
Israel Negara Pengecut
Secara tegas, Faisal menjelaskan jika Israel adalah negara yang pengecut, karena hanya berani melawan Iran dengan mengandalkan bantuan dari negara lain. Faisal menyebut dengan menggunakan istilah ‘keroyokan’.
“Dalam konteks militer, Iran ini kan perangnya sendiri. Kalau Israel kan keroyokan. Dibantu Amerika, dibantu Inggris juga. Sama, di Gaza pun lawan Hamas Israel keroyokan,” jelas Faisal
Sementara itu, sebaliknya, Iran adalah negara yang berdiri sendiri. Membangun kekuatan militernya sendiri, tanpa bantuan dari negara lain. Dari segi latar belakang dan kekuatan militer, Faisal mengatakan jika Iran telah memenangkan peperangan.
“Itu kan menunjukkan namanya orang keroyokan dengan orang sendiri kan pengecut. Orang pengecut kan artinya orang yang kalah,” tegasnya.
Sementara itu, Iran saat ini dinilai sudah berada di atas angin. Maka dari itu, menurut Faisal, inilah saatnya Iran memaksimalkan momentum untuk melawan negara zionis Israel yang selama ini menjadi musuh mereka.
“Iran yang berada di atas angin sekarang. Dan mereka tentu tidak akan menyia-nyiakan momentum ini. Karena kan sejak rezim Mullah berdiri sejak 1979 adalah bagaimana menghancurkan rezim zionis Israel. Inilah momentumnya. Semoga,” ucap Faisal.