⁠Ini Rintangan Berlapis-lapis yang Harus Dilewati Rudal Iran Sebelum Sampai ke Israel, Jadi Bukti Kecanggihannya

Gambaran rintangan yang harus dilewati rudal-rudal Iran untuk sampai ke wilayah Israel.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
⁠Ini Rintangan Berlapis-lapis yang Harus Dilewati Rudal Iran Sebelum Sampai ke Israel, Jadi Bukti Kecanggihannya
Rudal Iran Dihadang (X)

Setelah terlibat peperangan selama 12 hari dengan Israel, kemampuan militer Iran kini tengah menjadi sorotan. Sebab, rudal yang diluncurkan Iran berhasil menembus pertahanan dan menghancurkan sejumlah target penting dan wilayah di Israel, termasuk Tel Aviv.

Padahal, pasukan militer sekutu Israel seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyiapkan 'pengadang' di beberapa titik untuk mencegah rudal Iran sampai ke wilayah yang ditargetkan.

Kemajuan Iran dalam mengembangkan rudal-rudal berkecepatan tinggi yang sulit dihadang ini menunjukkan kemampuannya membangun teknologi militer secara mandiri. Simak ulasan selengkapnya:

Rudal Iran Dihadang
Rudal Iran Dihadang X

Melansir dari cuitan di akun X @Kahlissee, membagikan video ilustrasi menggambarkan rintangan-rintangan yang harus dilewati rudal-rudal Iran untuk bisa sampai ke wilayah Israel. Dijelaskan, jika rudal Iran saat pertama diluncurkan ke arah Israel akan langsung dihadang oleh rudal-rudal dari kapal-kapal perang AS di Tenggara Persia.

Jika rudal berhasil lolos, maka rudal-rudal Iran akan menemui tantangan selanjutnya. Rudal-rudal Iran akan berusaha dihancurkan oleh rudal-rudal dari kapal di pangkalan militer AS di Irak. Kemudian di langit Yordania, AS juga menyiapkan pertahanan udara sekaligus kapal perang dan F-35 di Laut Merah.

Setelah melewati beberapa lapis pertahanan, rudal Iran yang berhasil mendekati Israel akan dihadang oleh rudal dari kapal-kapal perang Inggris dan AS di laut Mediterania. Mereka mencoba untuk menghancurkannya sekali lagi sebelum masuk ke Israel.

Namun rudal-rudal Iran ternyata tetap berhasil menembus berbagai lapis pertahanan pelindung zionis itu. Padahal, ada tiga hingga empat jenis sistem pertahanan dengan jarak 2 hingga 2,000 kilometer menunggu mereka di Israel.

Rudal Iran Dihadang
Rudal Iran Dihadang X

Peristiwa ini menandai babak baru dalam persaingan kekuatan senjata strategis di kawasan Timur Tengah. Kecepatan luar biasa, kemampuan manuver ekstrem, dan akurasi tinggi membuat rudal Iran sulit dihadang dan sangat efektif untuk menyerang target penting.

Iran sendiri memiliki berbagai macam jenis rudal yang cukul terkenal, salah satunya Fattah-1. Ini adalah rudal balistik hipersonik jarak menengah pertama yang sepenuhnya dirancang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Rudal ini memiliki kecepatan luar biasa yang mampu mencapai Mach 15 (sekitar 17.900 km/jam) dan jangkauan hingga 1.400 kilometer. Fattah-1 menggunakan mesin berbahan bakar padat satu tahap dan membawa hulu ledak seberat 200 kilogram.

Rudal Iran Dihadang
Rudal Iran Dihadang X

Diketahui, Iran dan Israel sebelumnya sempat terlibat perang selama 12 hari pada Juni 2025 lalu. Awalnya, Israel melakukan serangan lebih dulu ke wilayah Iran pada Jumat, (13/6).

Iran lalu melakukan serangan balasan besar-besaran menggunakan rudal dan drone bersenjata yang menargetkan lokasi strategis di wilayah Israel.

Serangan Iran tidak berhenti sampai di sana. Pada Sabtu (14/6) malam, beberapa rudal Iran menghantam bangunan tempat tinggal di Israel bagian tengah, khususnya di Tel Aviv, Ramat Gan, dan Rishon Lezion, yang menyebabkan kerusakan parah di daerah tersebut.

Usai rudal Iran berhasil masuk ke wilayah Israel, suara sirine peringatan langsung berbunyi di seluruh penjuru Israel. Jutaan orang langsung bergegas ke tempat perlindungan bom dan ruang aman dengan panik.

Sebagai sekutu Israel, AS sempat ikut menyerang dengan menjatuhkan bom ke tiga lokasi fasilitas nuklir milik Iran yakni, Natanz, Fordow, dan Isfahan. Keterlibatan AS kemudian membuat situasi semakin tidak kondusif.

Selang berapa lama, Iran membalas tindakan AS dengan menyerang pangkalan AS di Qatar menggunakan rudal. Usai serangan Iran, Presiden AS Donald Trump langsung bersuara dan menyatakan sudah saatnya melakukan perdamaian di Timur Tengah. Trump lalu mengumumkan gencatan senjata antara Iran-Israel pada Selasa, (24/6).

Rekomendasi