Penjara Legendaris Alcatraz di AS Bakal Dibuka Presiden Trump Kembali, Mengapa Sempat Ditutup?
Ada alasan yang membuat AS dulu menutup Alcatraz dan menjadikannya sebagai situs wisata misterius.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk membuka kembali dan memperluas Alcatraz sebagai penjara. Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah sejarah panjang penjara legendaris tersebut, termasuk alasan penutupan Alcatraz pada tahun 1963.
Alcatraz, pulau batu yang terkenal dengan reputasinya sebagai penjara dengan keamanan maksimum, menyimpan banyak misteri dan fakta menarik yang patut diulas. Seperti keputusan otoritas setempat yang menutup Alcatraz pada 21 Maret 1963.
Jelas, penutupan ini bukan tanpa alasan. Ada banyak hal, kisah, dan alasan yang membuat AS menutup Alcatraz dan menjadikannya sebagai situs wisata misterius. Lantas, apa alasan pemerintah kala itu yang secara tegas menutup Alcatraz? Berikut ulasan selengkapnya.
Sejarah Alcatraz
Sebelum menjadi penjara terkenal, Alcatraz awalnya dibangun sebagai benteng militer pada tahun 1850 atas perintah Presiden Millard Fillmore. Fungsi militer ini berlangsung hingga tahun 1907, saat Alcatraz dialihfungsikan menjadi penjara militer.
Baru pada tahun 1933, Alcatraz secara resmi menjadi lembaga pemasyarakatan federal, menampung para penjahat paling berbahaya di Amerika Serikat.
Uniknya, penjara Alcatraz dibangun oleh para tahanan militer antara tahun 1909 dan 1911, menggunakan kembali sisa-sisa benteng Angkatan Darat AS yang ada di pulau tersebut. Ironisnya, tempat yang dirancang untuk menahan penjahat justru dibangun oleh para penjahat itu sendiri, meskipun mereka adalah tahanan militer.
Alcatraz bukan hanya penjara, tetapi juga rumah bagi petugas penjara dan keluarga mereka, termasuk anak-anak. Kehidupan di pulau terpencil ini membentuk komunitas unik dan menghasilkan cerita-cerita menarik yang masih diingat hingga kini. Banyak anak-anak yang tumbuh di Alcatraz kemudian membentuk Asosiasi Alumni untuk berbagi pengalaman unik mereka.
Kondisi Penjara yang Keras
Reputasi Alcatraz sebagai penjara dengan keamanan maksimum tidak terlepas dari berbagai upaya pelarian yang pernah terjadi. Salah satu yang paling terkenal adalah rencana pelarian Frank Lee Morris bersama saudara Anglin, John dan Clarence, serta Allen West. Morris, seorang kriminal kawakan dengan kecerdasan dan keahlian melarikan diri yang luar biasa, menyusun rencana pelarian yang rumit.
Mereka memanfaatkan kecerdasan dan kerja sama mereka untuk membuat terowongan dan alat-alat untuk membantu pelarian. Meskipun berhasil keluar dari penjara, pihak berwenang meyakini ketiganya tewas tenggelam akibat arus laut yang ganas di sekitar Alcatraz.
Charlton, seorang pengunjung Alcatraz setelah penutupan, menggambarkan kondisi penjara yang keras dan kejam: penjaga yang tanpa ampun, kondisi yang berat, dan angin laut yang selalu menderu. Kondisi ini, ditambah dengan bangunan yang mulai memburuk, turut berkontribusi pada keputusan penutupan Alcatraz.
Alasan Penutupan Alcatraz
Selain biaya operasional yang tinggi dan kondisi bangunan yang memburuk, penutupan Alcatraz juga dipicu oleh kontroversi atas kebijakan keras penjara tersebut. Sejak 1939, upaya untuk menutup Alcatraz sudah mulai dilakukan karena suasana penjara yang dianggap memperburuk kondisi mental para narapidana.
Banyak narapidana yang memilih bunuh diri atau melukai diri sendiri karena tak sanggup menahan kerasnya kehidupan di Alcatraz.
Pada era 1960-an, fokus sistem peradilan pidana AS mulai bergeser dari hukuman ke rehabilitasi. Hal ini semakin memperkuat alasan penutupan Alcatraz, yang dianggap tidak lagi sesuai dengan filosofi pemasyarakatan yang lebih modern dan humanis.
Selain itu, biaya operasional yang sangat tinggi juga menjadi hambatan utama. Perawatan infrastruktur yang rusak akibat korosi air laut diperkirakan mencapai USD 5 juta (sekitar Rp82 miliar pada tahun 2025), sementara biaya operasional harian per tahanan mendekati USD 10 (sekitar Rp165.000 pada tahun 2025), jauh lebih mahal daripada penjara-penjara lain di daratan.
Lokasi terpencil Alcatraz juga meningkatkan biaya pengangkutan barang-barang kebutuhan, mulai dari bahan bakar hingga makanan. Akhirnya, Alcatraz diputuskan resmi ditutup secara operasional pada 21 Maret 1963.
Meskipun demikian, warisan Alcatraz sebagai penjara legendaris dan tempat yang kaya akan sejarah, misteri, dan kisah-kisah tak terduga tetap abadi. Bahkan, otoritas setempat memilih menjadikan lokasi ini sebagai situs wisata yang setiap tahunnya menarik banyak pengunjung dari berbagai belahan dunia.