Paket Mencurigakan Bikin Geger Warga Bali Hingga Tim Gegana Turun Tangan, Ternyata ini Isinya
Sebuah paket mencurigakan membuat geger warga di Jalan Yudhistira, Kelurahan Kendran, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (25/8) pagi.
Sebuah paket mencurigakan membuat geger warga di Jalan Yudhistira, Kelurahan Kendran, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (25/8) pagi. Paket itu ditemukan di depan rumah warga di Lingkungan Penataran.
Keberadaan paket yang tak diketahui pemiliknya itu lantas dilaporkan ke polisi. Tak lama kemudian tim unit penjinak bom (Jibom) Polda Bali mendatangi lokasi, dan petugas kepolisian mengamankan lokasi serta memasang garis polisi.
"Pada intinya itu ada laporan dari masyarakat dan saya langsung tindaklanjuti sesuai SOP di Polri. Kalau ada benda (mencurigakan) itu, kita harus mempergunakan SOP dan mendatangkan Jibom," Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait orang yang mengirimkan paket tersebut dan di paket itu juga tidak ada barcode-nya dan juga akan melakukan pengecekan di CCTV.
"Kita masih dalam penyelidikan. Nanti kita jawab dan kita tidak menduga-duga nanti kita (minta) keterangan saksi-saksi. (Barcode pengiriman) enggak ada. Masih kita cari informasi dan dalami dan kita tidak boleh menduga-duga. Pada intinya situasi aman dan kondusif. Untuk CCTV masih dalam penyelidikan kita," ujarnya.
Sementara, Panit Jibom Polda Bali, Ipda Made Gede Sucipta mengatakan penanganan paket mencurigakan itu sudah dilakukan sesuai prosedur dengan metode X-ray untuk memastikan isi paket tersebut. Hasilnya, isi paket itu adalah alat-alat kebersihan seperti tong sampah kosong, serok sampah dan sapu.
"Hasilnya kita sudah X-ray, nihil ditemukan bahan-bahan peledak. Bentuk pastinya tong sampah, jadi tong sampah dipaket kosong. Satu paket isinya serok sampah dan sapu," ujarnya.
Namun, memang di bahan tong sampah itu ada berbahan besi sehingga ketika didideteksi menggunakan metal detector sempat berbunyi.
"Ada (berbahan besi) itu penutup untuk tong sampah. (Tadi penanganannya) sekitar 30 menit, dan untuk barang bukti kita serahkan ke Polsek Singaraja," ujarnya.
Sementara, dari keterangan Kepala Lingkungan Penataran, Putu Dharma Wiriyasa, paket tersebut sudah berada di lokasi sejak Minggu (24/8) malam.
"Paket sempat dideteksi menggunakan metal detector, hasilnya sempat berbunyi di bagian belakang paket sehingga menimbulkan kecurigaan," ujarnya.
Ia menuturkan, awalnya warga hanya mengira paket tersebut milik penghuni rumah. Namun pemilik rumah mengaku bukan sebagai pemilik paket.
Karena curiga, seorang tetangga melapor kepada kepala lingkungan, kemudian diteruskan ke Lurah dan anggota Bhabinkamtibmas. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, seorang pria mengendarai motor jenis Honda PCX diduga menaruh paket tersebut.