Kronologi Penemuan Bom Aktif Militer di Sleman, Tim Jibom Gercep Evakuasi Pakai Cangkul

Temuan ini langsung ditindaklanjuti oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda DIY.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Kronologi Penemuan Bom Aktif Militer di Sleman, Tim Jibom Gercep Evakuasi Pakai Cangkul
Kronologi Penemuan Bom Aktif Militer di Sleman, Tim Jibom Gercep Evakuasi Pakai Cangkul (Instagram @geganajogja)

Salah satu benda mencurigakan yang diduga bom aktif ditemukan warga di Dusun Tanjung, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, pada Minggu (11/8) malam.

Temuan ini langsung ditindaklanjuti oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda DIY.

Hal itu terlihat dalam akun Instagram @geganajogja yang dikutip, Selasa (8/12), dengan berseragam lengkap pasukan Jibom untuk evakusi bom tersebut.

Diketahui, benda itu pertama kali ditemukan saat warga melakukan penggalian tanah untuk keperluan penanaman pohon. Saat menggali, warga mendapati benda logam mencurigakan yang kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Temuan ini berawal dari laporan masyarakat yang menemukan benda mencurigakan saat melakukan penggalian tanah untuk penanaman pohon. Setelah dilakukan pemeriksaan, benda tersebut di duga sebagai Bom militer yang masih aktif dan berpotensi membahayakan," tulisnya dalam unggahan tersebut, seperti dikutip merdeka.com. Selasa (8/12).

Kronologi Penemuan Bom Aktif Militer di Sleman, Tim Jibom Gercep Evakuasi Pakai Cangkul
Kronologi Penemuan Bom Aktif Militer di Sleman, Tim Jibom Gercep Evakuasi Pakai Cangkul Instagram @geganajogja

Setelah menerima laporan, Tim Jibom segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa benda tersebut adalah Unexploded Ordnance (UXO) atau bahan peledak sisa militer yang masih aktif dan berpotensi meledak.

"Tim langsung melakukan sterilisasi area, evakuasi warga sekitar, dan mengamankan UXO untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tulisnya.

Benda tersebut kemudian dievakuasi ke tempat yang aman guna proses disposal atau pemusnahan yang dijadwalkan dilakukan hari ini (12/8). Lokasi pemusnahan telah ditentukan agar proses penghancuran tidak membahayakan masyarakat.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan, khususnya yang menyerupai sisa bahan peledak, guna mencegah potensi ancaman keselamatan.

"Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,"tambahnya.

Rekomendasi