Ole Romeny Absen di Ronde 4 Kualifikasi Pildun 2026, 3 Diaspora ini Layak Jadi Pengganti
Ole Romeny hampir pasti absen di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 usai mengalami cedera di Piala Presiden 2025.
Kabar mengejutkan datang dari skuad Tim Nasional Indonesia. Ole Romeny, penyerang yang baru saja merampungkan proses naturalisasinya dan diharapkan menjadi tumpuan di lini depan, kini harus menepi karena cedera serius.
Ole mengalami cedera parah usai ditekel keras penyerang Arema FC Paulinho di laga kedua Grup B Piala Presiden 2025 pada Kamis (10/7) lalu di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert menjelaskan kondisi cedera Ole Romeny membuatnya sulit bermain membela Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kluivert menganggap peluang Ole Romeny tampil di bulan Oktober sangat sulit.
Ia dan PSSI menyatakan bersiap untuk memikirkan strategi alternatif di lini depan termasuk menambah opsi pemain diaspora.
"Sangat sulit bagi Ole untuk bergabung di kualifikasi."
"Ini adalah pukulan besar. tentu saja semua tahu. Namun kami harus terus maju dan ada pemain lain juga punya posisi sama [striker] yang harus unjuk gigi," ucapnya saat sesi wawancara usai drawing Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Cedera yang dialami Romeny ini memaksa PSSI untuk bergerak cepat mencari alternatif. Federasi kini tengah fokus pada identifikasi pemain keturunan grade A yang memiliki potensi besar untuk dinaturalisasi.
Sejumlah nama santer akan segera diproses PSSI. Beberapa di antaranya merupakan nama lama yang menjadi bidikan utama PSSI untuk menjadi bagian dari skuad Garuda. Siapa saja?
Mauro Zijlstra
Penyerang muda milik Volendam FC, Mauro Zijlstra menjadi opsi terdepan untuk segera dinaturalisasi oleh PSSI. Pemain berusia 20 tahun tersebut kabarnya sudah sepakat dan berkasnya sudah diajukan ke DPR RI.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, mengatakan proses naturalisasi Zijlstra akan dibarengkan dengan tiga pemain putri yaitu Pauline van de Pol, Isabelle Nottett, dan Isabel Kopp. Berkas ketiganya juga sudah masuk ke Kementerian Hukum (Kemenkum).
"Sama dengan Mauro, itu satu kloter," jelas Vivin di acara workshop Law of the Game di Jakarta, Rabu (16/7).
Diharapkan proses naturalisasi Zijlstra akan segera rampung sebelum Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 dimulai. Jika sesuai harapan, kehadiran Zijlstra akan menambah kekuatan bagi lini serang skuad Garuda jelang menghadapi Arab Saudi dan Irak pada Oktober 2025 nanti
Miliano Jonathans
Nama lain yang masuk dalam radar PSSI adalah Miliano Jonathans. Pemain ini saat ini memperkuat FC Utrecht, salah satu klub sepak bola profesional di Belanda. Bermain di liga yang kompetitif seperti Eredivisie tentu menjadi modal berharga bagi seorang penyerang.
Minat dan keseriusan Miliano Jonathans untuk membela Timnas Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan ayahnya ke Indonesia pada Maret 2025. Kunjungan tersebut seringkali menjadi indikasi awal ketertarikan serius dari pihak pemain dan keluarga terhadap proses naturalisasi.
Potensi Miliano Jonathans untuk mengisi kekosongan di lini depan Timnas Indonesia sangat besar. Pengalamannya bermain di Eropa dan sinyal positif dari keluarganya menjadikan ia salah satu kandidat kuat yang patut dipertimbangkan secara serius oleh PSSI.
Dean Zandbergen
Dean Zandbergen menjadi kandidat ketiga yang disebut-sebut sebagai calon penyerang naturalisasi. Saat ini, ia bermain untuk VVV Venlo, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Belanda. Meskipun di kasta kedua, pengalaman bermain reguler di liga Eropa tetap menjadi nilai plus.
Seperti halnya Adrian Wibowo dan Miliano Jonathans, Dean Zandbergen juga telah menunjukkan keinginan yang kuat untuk membela Timnas Indonesia. Keinginan ini menjadi faktor penting dalam proses naturalisasi, karena komitmen pemain sangat dibutuhkan untuk membangun tim yang solid.
Kehadiran Zandbergen akan menambah opsi di lini serang Timnas Indonesia. Dengan postur dan kemampuan yang dimilikinya, ia diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencetak gol atau menciptakan peluang bagi rekan-rekannya di lapangan.