Usia 20 Tahun, Mauro Zijlstra Timnas Indonesia Disambut Baik Patrick Kluivert untuk FIFA Match Day
Kehadiran striker muda Mauro Zijlstra di Timnas Indonesia disambut antusias Patrick Kluivert.
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, secara resmi menyambut kedatangan striker muda Mauro Zijlstra di skuad senior. Zijlstra, yang baru berusia 20 tahun, telah bergabung dalam sesi latihan tim di Lapangan C Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Selasa (2/9).
Kehadiran Zijlstra ini merupakan bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi dua laga FIFA Match Day. Tim Garuda akan bertanding melawan Taiwan pada 5 September dan Lebanon pada 8 September, keduanya akan digelar di Stadion GBT.
Sebelumnya, Zijlstra diproyeksikan untuk memperkuat Timnas U-23 Indonesia di bawah asuhan pelatih Gerald Vanenburg dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Namun, karena kendala waktu pendaftaran yang tidak mencukupi, penyerang FC Volendam tersebut akhirnya dialihkan untuk memperkuat tim senior.
Perjalanan Mauro Zijlstra Menuju Timnas Senior
Keputusan untuk memanggil Mauro Zijlstra ke tim senior diambil oleh Patrick Kluivert setelah melihat situasi yang ada. Striker yang baru saja menyelesaikan proses naturalisasi kewarganegaraannya ini awalnya memang bukan target utama untuk tim senior.
“Sebenarnya dia seharusnya bermain di tim U-23 bersama pelatih Gerald,” kata Kluivert pada Selasa. “Jadi saya memanfaatkan situasi ini dan memanggilnya ke tim utama,” tambah pelatih asal Belanda tersebut, menjelaskan alasan di balik pemanggilan mendadak ini.
Zijlstra sendiri telah merampungkan kepindahan kewarganegaraannya dari Belanda ke Indonesia pada Jumat pekan lalu. Proses tersebut dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda, menandai langkah penting dalam karier internasionalnya.
Pada momen naturalisasi tersebut, Zijlstra tidak sendiri. Ia menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) bersama tiga pemain timnas putri Indonesia, yaitu Isabel Kopp, Pauline van de Pol, dan Isabelle Nottet, memperkuat komitmen mereka untuk sepak bola Tanah Air.
Dampak Kehadiran Zijlstra dan Potensi Pemain Lain
Kehadiran Mauro Zijlstra di lini depan Timnas Indonesia membawa angin segar, terutama mengingat kondisi tim saat ini. Tim Garuda tidak dapat memainkan striker utamanya, Ole Romeny, yang tengah mengalami cedera, sehingga kebutuhan akan penyerang baru menjadi mendesak.
Zijlstra memiliki catatan impresif dengan mencetak 17 gol untuk FC Volendam U-21 pada musim lalu, menunjukkan potensi besar dalam mencetak gol. Kemampuannya ini diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Ole Romeny.
Ketika ditanya apakah Zijlstra dapat menggantikan peran Ole Romeny secara langsung, Kluivert memberikan jawaban yang fleksibel. “Bisa saja, tapi saya juga punya pemain lain yang bisa bermain di posisi tersebut,” ujarnya, menunjukkan bahwa ada beberapa opsi di lini serang.
Tidak hanya Zijlstra, tim Garuda juga berpotensi kedatangan satu pemain naturalisasi lagi dalam waktu dekat. Penyerang sayap FC Utrecht, Miliano Jonathans, rencananya dijadwalkan mengambil sumpah WNI di Jakarta pada Kamis (4/9), menambah kedalaman skuad.
Sumber: AntaraNews