Eliano Reijnders: Persib Bandung Tetap di Jalur Juara Meski Imbang Lawan Dewa United
Pemain Persib Bandung, Eliano Reijnders, optimis timnya tetap di jalur juara BRI Super League 2025/2026. Hasil imbang 2-2 lawan Dewa United memangkas jarak poin, namun Maung Bandung yakin raih gelar.
Pemain Persib Bandung, Eliano Reijnders, menyatakan timnya masih di jalur tepat untuk meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026. Pernyataan ini disampaikan setelah Persib bermain imbang 2-2 melawan Dewa United Banten FC pada Senin lalu. Laga tersebut berlangsung di Banten International Stadium, menyisakan satu poin bagi Maung Bandung.
Hasil imbang ini terjadi pada pekan ke-28 liga, di mana Persib sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu. Gol-gol Dewa United dicetak oleh Alex Martins dan Ricky Kambuaya. Namun, Persib berhasil menyamakan kedudukan berkat penalti Thom Haye dan sundulan Andrew Jung di menit akhir.
Eliano Reijnders menekankan semangat juang timnya untuk bangkit dari ketertinggalan. Ia menyebut bahwa hasil ini, meskipun bukan kemenangan, tetap menjaga asa Persib untuk bersaing di papan atas. Fokus tim kini beralih ke pertandingan selanjutnya, menjaga momentum juara.
Perjuangan Persib Menyamakan Kedudukan
Pertandingan sengit melawan Dewa United Banten FC menjadi bukti ketangguhan mental skuad Maung Bandung. Persib harus berjuang keras setelah tertinggal dua gol tanpa balas hingga pertengahan babak kedua. Alex Martins membuka keunggulan Dewa United pada menit ke-24, disusul Ricky Kambuaya di menit ke-61.
Eliano Reijnders menyoroti perjuangan gigih timnya dalam mengejar ketertinggalan. "Kami terus berjuang dan berusaha untuk bangkit mengejar ketertinggalan di pertandingan," kata Eliano, seperti dikutip dari laman resmi Persib. Upaya keras tersebut membuahkan hasil manis di menit-menit akhir.
Gol penalti Thom Haye pada menit ke-77 menjadi titik balik kebangkitan Persib. Tidak lama berselang, Andrew Jung berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan kepala di menit ke-86. Hasil imbang 2-2 ini menunjukkan karakter pantang menyerah dari para pemain Persib.
Eliano menambahkan bahwa meskipun kehilangan poin penuh, timnya tetap berada di jalur yang benar. "Hal bagusnya, kami masih berada di jalur dan akan kembali fokus untuk pertandingan yang akan datang," tambahnya. Optimisme ini penting untuk menjaga mentalitas juara Persib.
Posisi Klasemen dan Rekor Kandang Persib
Hasil imbang 2-2 ini memang berdampak pada jarak poin Persib dengan para pesaingnya di papan atas klasemen. Borneo FC berhasil memangkas selisih poin menjadi dua, sementara Persija Jakarta kini hanya terpaut tujuh poin. Hal ini membuat persaingan menuju gelar juara BRI Super League semakin ketat.
Saat ini, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 65 poin. Borneo FC menempati posisi kedua dengan 63 poin, sedangkan Persija Jakarta berada di peringkat ketiga dengan 58 poin. Jarak yang semakin dekat menuntut konsistensi Persib di sisa pertandingan musim ini.
Meskipun demikian, Eliano Reijnders meyakini bahwa momentum untuk meraih juara masih sepenuhnya berada di tangan Persib. Keyakinan ini didukung oleh rekor kandang mereka yang sempurna. Persib akan kembali bermain di kandang, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada Jumat (24/4) malam.
Maung Bandung memiliki catatan impresif ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Mereka berhasil menyapu bersih 14 laga kandang dengan kemenangan. Rekor sempurna ini menjadi modal berharga bagi Persib saat menjamu Arema FC di pertandingan berikutnya, memperkuat posisi Persib Jalur Juara.
Evaluasi Awal Pertandingan dan Adaptasi Tim
Eliano Reijnders tidak membantah bahwa Persib mengawali pertandingan melawan Dewa United dengan performa yang kurang maksimal. Ia sepakat sepenuhnya dengan penilaian pelatih kepala, Bojan Hodak, mengenai start yang buruk tersebut. Evaluasi ini menunjukkan adanya kesadaran diri di dalam tim.
"Seribu persen sepakat dengan apa yang dikatakan pelatih (Bojan Hodak). Kami memulai pertandingan dengan tidak terlalu bagus," ujar Eliano. Pengakuan ini menunjukkan transparansi dan keinginan untuk terus memperbaiki diri. Hal ini penting untuk menjaga fokus Persib Jalur Juara.
Namun, Eliano juga menyoroti kemampuan tim untuk beradaptasi dan mengembangkan permainan seiring berjalannya waktu. "Tapi setelah itu, kami bisa mengembangkan permainan hingga akhirnya bisa imbang 2-2," lanjut adik dari pemain Manchester City, Tijjani Reijnders, itu. Ini menunjukkan kapasitas tim untuk bangkit dari situasi sulit.
Kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan setelah awal yang buruk menjadi indikator kekuatan mental Persib. Adaptasi taktik dan semangat juang pemain memungkinkan mereka meraih satu poin penting. Hal ini krusial dalam menjaga posisi Persib di puncak klasemen dan ambisi mereka sebagai Persib Jalur Juara.
Sumber: AntaraNews