Mengetahui Mitos Kopi yang Dipatahkan oleh Sains, Salah Satunya Pemicu Penyakit Jantung
Ada beberapa mitos mengenai kopi yang telah dibantah oleh penelitian ilmiah.
Kopi lebih dari sekedar minuman, ia merupakan elemen penting dalam gaya hidup yang dinikmati oleh jutaan orang di seluruh dunia. Dengan aroma yang khas dan efek menyegarkan, kopi sering kali dianggap sebagai penyelamat di tengah kesibukan. Namun, di balik ketenarannya, kopi dikelilingi oleh berbagai mitos yang sering diterima tanpa adanya pertanyaan. Sebagai minuman yang memiliki segudang manfaat, mulai dari meningkatkan fokus hingga mendukung kesehatan jantung, kopi sering dianggap sebagai pilihan yang sempurna.
Akan tetapi, mitos seperti "kopi dapat menyebabkan dehidrasi" atau "terlalu banyak minum kopi bisa memperpendek umur" terus beredar tanpa bukti yang jelas. Nyatanya, banyak dari mitos ini telah dibantah oleh penelitian ilmiah yang menunjukkan sebaliknya. Di dalam artikel ini, akan membahas beberapa mitos terkenal tentang kopi yang sering disalahpahami. Kami akan mengungkapkan apa yang sebenarnya dikatakan oleh sains dan bagaimana fakta-fakta ini dapat mengubah cara Anda menikmati secangkir kopi setiap hari. Dihimpun dari Popular Science, berikut penjelasannya.
1. Dark Roast Tidak Lebih Kuat
Banyak orang percaya bahwa dark roast memiliki kekuatan lebih dan mengandung lebih banyak kafein dibandingkan light roast. Pemikiran ini tampak logis—dark roast memiliki cita rasa yang lebih kuat, jadi wajar jika dianggap mengandung lebih banyak kafein. Namun, anggapan ini tidak benar. Perbedaan antara dark roast dan light roast, sebagaimana namanya, terletak pada tingkat pemanggangan biji kopi. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2017 di jurnal Nature oleh Megan Fuller dan Niny Z. Rao dari Thomas Jefferson University membandingkan kadar kafein dalam kopi yang diseduh dengan massa yang sama dari kopi medium dan dark roast, keduanya menggunakan biji Arabika yang ditanam di Wilayah Kona, Hawaii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang lebih tinggi dalam sampel medium roast dibandingkan dark roast. Jika rasa kopi dark roast yang kuat membuat Anda merasa lebih berenergi, itu adalah pilihan Anda. Namun, perlu diingat bahwa sensasi tersebut tidak berasal dari tambahan kafein.
Kopi Tidak Mengganggu Proses Pertumbuhan
Banyak orang beranggapan bahwa anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya, dengan alasan bahwa hal tersebut dapat mengganggu proses pertumbuhan mereka. Namun, klaim ini tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Roy Kim, MD, dalam sebuah artikel di blog Cleveland Clinic, menyatakan kafein tidak memengaruhi pertumbuhan. Bahkan, asal-usul ide tersebut masih belum jelas. Kim juga mengungkapkan meskipun kafein dapat mengurangi nafsu makan, tidak berdampak signifikan pada pertumbuhan anak.
Walaupun demikian, bukan berarti kopi tidak memiliki efek negatif bagi anak-anak karena alasan lainnya. Kim menambahkan, meskipun kami tidak banyak bertanya tentang kafein dalam hal evaluasi pertumbuhan, itu adalah bagian dari evaluasi kami dalam hal masalah seperti masalah tidur dan perhatian. Anak-anak yang terpapar kafein dapat mengalami berbagai masalah, seperti detak jantung yang tidak teratur, kecemasan, sakit perut, dan perubahan suasana hati yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan dampak jangka pendek dan jangka panjang dari konsumsi kafein pada anak-anak mereka.
Kopi Tidak Menyebabkan Dehidrasi pada Tubuh Anda
Banyak orang meyakini bahwa konsumsi kopi dapat menyebabkan dehidrasi. Seperti halnya mitos lainnya, terdapat alasan tertentu yang mendasarinya. Kafein memiliki sifat diuretik, yang berarti Anda cenderung lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsinya. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 dan diterbitkan dalam PLoS ONE oleh Sophie C. Killer, Andrew K. Blannin, dan Asker E. Jeukendrup dari University of Birmingham, mengamati aktivitas fisik, pola makan, dan asupan cairan dari 50 pria dalam dua percobaan. Dalam percobaan pertama, setiap peserta mengonsumsi empat cangkir kopi berukuran 200 mililiter, sementara dalam percobaan kedua, mereka menggantinya dengan air putih.
Apa hasil dari penelitian tersebut? "Data kami tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam sifat hidrasi kopi atau air di berbagai indeks penilaian hidrasi," demikian pernyataan dalam studi tersebut.
Hal ini cukup logis jika kita mempertimbangkan bahwa kopi, meskipun mengandung kafein, sebagian besar terdiri dari air, yang efeknya lebih dominan dibandingkan dengan efek kafein yang relatif ringan. Dengan kata lain, meskipun ada anggapan bahwa kopi dapat menyebabkan dehidrasi, kenyataannya adalah bahwa ia tetap memberikan kontribusi terhadap asupan cairan harian Anda.
Kopi Tidak Berkontribusi Terhadap Penyakit Jantung
Mitos yang sering beredar mengenai kopi adalah bahwa minum kopi dapat memicu penyakit jantung. Logika ini mungkin muncul karena banyak orang merasakan detak jantung yang meningkat setelah mengonsumsi kopi. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara konsumsi kopi dan penyakit jantung. Bahkan, beberapa studi menunjukkan hasil yang bertentangan. Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh European Society of Cardiology pada tahun 2022 menemukan bahwa mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan jantung. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 500.000 peserta dari masyarakat Inggris dan menunjukkan bahwa konsumsi subtipe kopi instan, bubuk, dan tanpa kafein, khususnya 2--3 cangkir/hari, dikaitkan dengan penurunan signifikan dalam kejadian penyakit kardiovaskular dan kematian. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa kopi harus tetap dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait kebiasaan mengonsumsi kafein, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4966809/original/095115800_1728664573-info_kopi_2.jpg)