Ngopi Bisa Bikin Kulit Kusam atau Glowing? Ini Kata Dermatolog soal Efek Kopi ke Kulitmu

Efek minum kopi ternyata tak hanya meningkatkan energi, tapi juga memengaruhi kulit. Simak efek minum kopi, antara bikin glowing atau justru kusam!

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Ngopi Bisa Bikin Kulit Kusam atau Glowing? Ini Kata Dermatolog soal Efek Kopi ke Kulitmu
Ngopi Bisa Bikin Kulit Kusam atau Glowing? Ini Kata Dermatolog soal Efek Kopi ke Kulitmu (Merdeka.com)

Kopi. Minuman yang satu ini nyaris jadi teman setia banyak orang setiap pagi. Aromanya menenangkan, rasanya bikin semangat, dan fungsinya? Jelas: bikin mata melek dan otak fokus. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, apakah secangkir kopi itu punya efek pada kulitmu? 

Menurut para dermatolog seperti Dr. Gary Goldenberg dan Dr. Whitney Bowe, jawabannya: iya. Kopi ternyata bisa memberikan dampak yang cukup signifikan pada kulit kita—baik itu dampak positif maupun negatif. Yuk, kita kulik lebih dalam, supaya kamu bisa tetap ngopi tanpa takut kulit jadi jerawatan atau kusam! 

Salah satu rumor paling sering terdengar tentang kopi adalah bahwa ia menyebabkan jerawat. Meskipun ini tidak sepenuhnya salah, ternyata yang jadi masalah utama adalah kafein berlebihan. Dr. Goldenberg menjelaskan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar stres, yang pada akhirnya memicu jerawat.

Menurut FDA, batas aman kafein adalah 400 mg per hari—setara dengan sekitar 4 sampai 5 cangkir kopi. Tapi kalau kita bicara soal kulit, Dr. Bowe menyarankan cukup 1–2 cangkir saja sehari. Intinya: secukupnya saja, jangan overdosis! “Terlalu banyak dari apa pun bisa jadi buruk. Jadi, minum kopi dengan bijak,” ujar Dr. Bowe.

Kamu suka kopi manis dengan susu kental manis atau sirup karamel? Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa merusak kulitmu. Dr. Goldenberg mengingatkan bahwa gula putih, susu sapi non-organik, dan sirup bisa memengaruhi hormon dan menyebabkan jerawat.

Jadi kalau kamu sering breakout tapi nggak bisa jauh dari kopi, coba evaluasi bahan campurannya. Mungkin masalahnya bukan di kopinya, tapi di tambahan-tambahannya. Solusinya? Ganti dengan pemanis alami dan susu nabati tanpa gula tambahan.

Nggak semua biji kopi dibuat setara. Dr. Goldenberg menekankan bahwa kopi kualitas rendah, terutama yang diminum dengan produk susu dari sapi yang disuntik antibiotik, bisa merusak flora usus.

Padahal, menurut Dr. Bowe, kondisi usus sangat berkaitan dengan kondisi kulit. Kalau ususmu meradang, kemungkinan besar kulitmu juga akan menunjukkan tanda-tanda peradangan, seperti jerawat atau iritasi. 

“Kesehatan usus mencerminkan kesehatan kulit,” kata Dr. Bowe. “Leaky gut bisa berujung pada leaky skin.” Untuk itu, jika kamu minum kopi setiap hari, pertimbangkan untuk memilih kopi organik berkualitas tinggi.

Sekarang, berita baiknya. Kopi—khususnya kopi hitam tanpa tambahan apa pun—adalah sumber antioksidan yang sangat baik. Dr. Goldenberg menyebut bahwa kafein mengandung sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang bisa membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas.

Radikal bebas adalah penyebab utama penuaan dini dan bahkan bisa memicu jerawat. Nah, antioksidan membantu menetralkan radikal bebas ini, sehingga kulit jadi lebih sehat, segar, dan awet muda.

Dr. Bowe bahkan menyarankan pasien yang rentan jerawat untuk menambah asupan antioksidan, termasuk dari kopi dan teh. Faktanya, bagi banyak orang, kopi dan teh adalah dua sumber utama antioksidan dalam diet harian mereka.

Kalau kamu nggak suka minum kopi pahit, jangan sedih dulu. Ternyata kopi juga bisa digunakan secara topikal alias langsung diaplikasikan ke kulit, lho!

Dr. Goldenberg mengatakan bahwa produk perawatan kulit yang mengandung kafein punya efek anti-inflamasi dan antioksidan yang bisa membantu mengurangi pembengkakan dan membuat kulit tampak lebih segar.

Bahkan, kandungan kafein dalam krim atau scrub bisa mengurangi tampilan selulit untuk sementara waktu. Dr. Bowe menambahkan bahwa ampas kopi juga bisa membantu mengurangi bengkak di area mata. Tak heran kalau kafein jadi bahan populer di krim mata dan masker wajah.

Jadi, apakah kopi buruk untuk kulit? Jawabannya: tergantung. Kalau kamu minum kopi dalam jumlah wajar, pakai bahan tambahan yang sehat, dan memilih kopi berkualitas, maka justru bisa memberikan banyak manfaat bagi kulit.

Namun, kalau kamu merasa kulitmu jadi breakout setelah minum kopi tertentu, mungkin sudah waktunya untuk bereksperimen. Coba berhenti sebentar, lihat reaksi kulitmu, dan cari tahu penyebab sebenarnya. Dan kalau kamu ragu, konsultasi ke dokter kulit adalah langkah terbaik.

1. Pilih kopi organik. Hindari kopi yang mengandung pestisida atau dicampur bahan lain.

2. Kurangi gula dan susu hewani. Ganti dengan oat milk atau almond milk tanpa tambahan gula.

3. Coba DIY masker ampas kopi. Campurkan dengan yogurt atau madu untuk efek eksfoliasi alami.

4. Minum air putih cukup. Kafein bersifat diuretik, jadi pastikan tubuh tetap terhidrasi.

5. Perhatikan respon tubuh. Setiap orang berbeda—apa yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untukmu.

Kopi tidak seburuk yang dibayangkan, bahkan bisa jadi sahabat kulitmu jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Jadi, kamu nggak perlu buru-buru pindah ke teh hijau kalau belum siap. Yang penting, kenali tubuhmu, dengarkan sinyalnya, dan rawat kulitmu dari dalam dan luar.

Kopi boleh, asal tahu batasnya. Kulit glowing bukan cuma soal skincare, tapi juga soal gaya hidup yang seimbang. Cheers to that morning brew!

Rekomendasi