Kenapa Sering Merasa Mulas Setelah Minum Kopi? Ternyata Ini Penyebabnya
Mulas setelah minum kopi sering terjadi, apa penyebabnya?
Siapa yang tak kenal kopi? Minuman pahit ini jadi favorit banyak orang untuk memulai hari atau menemani saat santai. Tapi, tak jarang setelah menyeruput kopi, perut terasa tak nyaman, bahkan mulas. Kira-kira, kenapa ya hal ini bisa terjadi? Apakah ada hubungannya dengan kandungan dalam kopi?
Mulas setelah minum kopi memang bukan pengalaman yang aneh. Banyak faktor yang bisa jadi penyebabnya. Mulai dari kandungan kafein, produksi asam lambung yang meningkat, hingga sensitivitas tubuh masing-masing orang. Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan perut terasa mulas setelah minum kopi:
Kafein Picu Kontraksi Usus
Kafein dalam kopi berperan sebagai stimulan yang merangsang otot-otot di usus besar. Akibatnya usus berkontraksi lebih cepat, mendorong feses ke rektum, dan memicu keinginan untuk buang air besar.
Bahkan, kopi tanpa kafein pun bisa memberikan efek serupa meski tidak sekuat kopi berkafein. Efek kafein pada setiap orang bisa berbeda-beda. Bagi yang sensitif, sedikit saja kafein bisa langsung memicu kontraksi usus yang kuat.
Sementara bagi yang terbiasa minum kopi, efeknya mungkin tidak terlalu terasa. Perlu diketahui, kopi tanpa kafein efeknya lebih rendah sekitar 23% dibandingkan kopi berkafein.
Kopi Tingkatkan Produksi Asam Lambung
Kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung. Peningkatan asam ini mempercepat proses pencernaan, yang bisa memicu keinginan untuk buang air besar. Namun, bagi sebagian orang, peningkatan asam lambung juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di perut seperti mulas atau perih.
Jenis kopi yang dipilih juga bisa memengaruhi produksi asam lambung. Kopi dark roast, espresso, cold brew, atau kopi berbasis jamur cenderung menghasilkan asam lambung lebih sedikit dibandingkan kopi blend biasa.
Bagi penderita masalah lambung, sebaiknya hindari kopi yang terlalu asam. Pilih jenis kopi yang lebih lembut dan tidak terlalu kuat.
Senyawa Lain dalam Kopi Pengaruhi Usus
Selain kafein, kopi mengandung berbagai senyawa lain seperti asam klorogenat, asam sitrat, asam asetat, flavonoid, dan tanin. Senyawa-senyawa ini juga dapat merangsang usus besar dan mempercepat proses pencernaan.
Bahkan, kopi tanpa kafein pun masih mengandung senyawa-senyawa ini, meski dalam jumlah yang lebih sedikit. Jadi, meski sudah memilih kopi tanpa kafein, efek mulas mungkin masih bisa terjadi.
Reaksi tubuh terhadap senyawa-senyawa ini juga bervariasi. Ada yang sangat sensitif, ada pula yang tidak merasakan efek apa pun.
Faktor Sensitivitas dan Kebiasaan Minum Kopi
Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap kopi. Ada yang sangat sensitif terhadap kafein dan senyawa lain dalam kopi, sehingga mengalami efek samping seperti mulas lebih cepat dan lebih kuat.
Sementara, ada juga yang tidak merasakan efek apa pun. Kebiasaan minum kopi juga berpengaruh. Minum kopi saat perut kosong dapat memperparah efek samping pada sistem pencernaan, termasuk rasa mulas.
Sebaiknya minum kopi setelah makan atau bersama makanan untuk mengurangi risiko ini. Jika kopi dikonsumsi dengan susu atau krim, intoleransi laktosa juga dapat menyebabkan mulas dan diare.