Keseruan Dedi Mulyadi ajak Anak-anak Tanam Padi di Sawah, Ending-nya Perang Lumpur
Momen keseruan Dedi Mulyadi dengan anak-anak bermain lumpur di sawah.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan rakyat. Dia sering melakukan blusukan untuk berinteraksi langsung dengan warga di berbagai wilayah yang ada di Jabar.
Salah satunya ketika dia mengajak anak-anak untuk menanam padi dan bermain lumpur di sawah. Momen tersebut direkam dalam video yang diunggah di kanal Youtube pribadinya, KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Dalam unggahan berjudul 'KANG DEDI DIKEPUNG EGI CS SAAT PER4NG TANAH SAWAH', menunjukkan potret pria yang akrab disapa Demul itu berkeliling kampung menggunakan sepeda. Video tersebut diambil sekitar 2 tahun lalu sebelum Dedi menjadi gubernur.
Saat bertemu anak-anak, dia kemudian mengajak mereka pergi ke sawah untuk membantu ibu-ibu petani yang sedang menanam padi. "Ayo..ayo..ayo tandur," kata Dedi dalam video.
Tanpa ragu, Dedi juga ikut serta masuk ke kubangan lumpur untuk menanam padi. Setelah beberapa saat, dia lalu mengajak para anak-anak untuk bermain perang lumpur. Keakraban pun terlihat antara Dedi dengan anak-anak di kampungnya.
Setelah dibagikan, unggahan itupun langsung ramai mendapat beragam komentar dari warganet. Banyak netizen menyoroti sikap Dedi Mulyadi yang begitu dekat dengan masyarakat.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menetapkan pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2025-2030.
Pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024 lalu, Dedi Mulyadi berhasil terpilih dengan raihan suara 62,22 persen atau 14.130.192 suara. Setelah resmi menjabat, Dedi juga aktif membagikan kegiatannya melalui video di Youtube.
Dedi Mulyadi menjadi salah satu pejabat daerah yang namanya sering jadi sorotan. Ini terjadi karena berbagai kebijakan-kebijakannya yang menuai pro kontra.
Terbaru, Dedi mengeluarkan aturan untuk mengirim anak-anak bermasalah untuk menjalani pendidikan kedisiplinan di barak militer.
Dedi menyebut, agenda ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang akan mulai dijalankan di beberapa wilayah di Jawa Barat dengan bekerja sama bersama TNI dan Polri.
"Tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu, lalu bertahap," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung mengutip dari laman antaranews (2/5).
Dedi mengungkapkan setiap siswa akan mengikuti program itu di sekitar 30 hingga 40 barak khusus yang telah disiapkan oleh TNI. Peserta program dipilih berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua.
Program ini diprioritaskan pada siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal, untuk diikutkan program pembinaan yang akan berlangsung enam bulan per siswa.
"Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya," kata Dedi.
Pembiayaan program akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota yang terlibat.