Harry Indarto, Perwira Tinggi TNI yang Pimpin Pembongkaran Pagar Laut
Harry Indarto menjamin kelancaran operasi pembongkaran dengan melibatkan anggota TNI AL serta nelayan dari daerah tersebut.
Brigadir Jenderal TNI (Mar) Harry Indarto langsung terjun ke Tanjung Pasir, Tangerang, untuk melaksanakan pembongkaran pagar laut yang baru-baru ini menjadi viral. Sebagai Komandan Lantamal III/Jakarta, ia memimpin kegiatan ini untuk membuka akses laut yang sebelumnya terhalang oleh deretan bambu ilegal.
Pembongkaran pagar laut ini dihadapkan pada berbagai tantangan. Dengan panjang total mencapai 30 kilometer, pagar tersebut menghalangi aktivitas para nelayan yang bergantung pada laut untuk kehidupan sehari-hari mereka. Harry Indarto memastikan bahwa proses pembongkaran berlangsung dengan baik, melibatkan personel TNI AL serta nelayan setempat.
Tindakan ini merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Laut, yang bertujuan untuk memulihkan akses bagi nelayan dan menjaga kelestarian ekosistem laut. Berikut adalah profil lengkap Harry Indarto, dirangkum Merdeka.com, Minggu (19/1).
Karier Harry Indarto: Mulai dari Brigade Infanteri 4 hingga Jadi Batalyon Teladan TNI
Harry Indarto lahir pada 15 Desember 1973 dan merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-42 tahun 1996. Sebelum menduduki posisi sebagai Komandan Lantamal III/Jakarta, Harry telah mengembangkan kariernya melalui berbagai jabatan strategis di TNI AL.
Ia pernah memimpin Brigade Infanteri 4 Marinir/BS yang mengawasi beberapa satuan pelaksana di Sumatra. Salah satu prestasi signifikan dalam kariernya adalah saat ia berhasil menjadikan Yonif 7 Marinir sebagai Batalyon Teladan TNI AL pada tahun 2022, yang mencerminkan kepemimpinannya serta komitmennya terhadap profesionalisme militer.
Harry juga memiliki pengalaman dalam berbagai operasi militer, termasuk penugasan Satgas PPRC di Ambon pada tahun 1999 dan beberapa misi di Aceh selama masa konflik. Dengan latar belakang pendidikan militer yang solid, termasuk di Sesko TNI, ia telah membangun reputasi sebagai pemimpin yang tegas dan berdedikasi.
Pagar Laut: Permasalahan dan Dampaknya pada Nelayan
Pagar laut yang membentang sejauh 30,16 kilometer di pesisir Tangerang menarik perhatian luas karena dampaknya terhadap akses dan ekosistem laut. Struktur yang terbuat dari bambu ini memiliki tinggi enam meter dan tertancap hingga 1,5 meter di dasar laut.
Keberadaan pagar tersebut dianggap ilegal, mengingat tidak adanya izin yang jelas serta mengganggu aktivitas para nelayan setempat. Akibatnya, nelayan terpaksa mengubah jalur pelayaran mereka, yang membuat waktu tempuh untuk melaut menjadi lebih lama, dan ini berdampak signifikan pada hasil tangkapan mereka. Di samping itu, ekosistem di sekitar pesisir juga mengalami gangguan akibat terhambatnya aliran sedimen yang dapat menyebabkan pendangkalan.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bersama TNI AL mengambil tindakan tegas dengan membongkar pagar tersebut, dan langkah ini didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Ombudsman RI. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar tersebut.
"Kami hadir di sini atas perintah dari presiden RI melalui Kepala Staf AL untuk membuka akses, terutama bagi para nelayan yang akan melaut," ungkapnya, dikutip dari ANTARA.
Operasi Pembongkaran: Kolaborasi TNI dan Nelayan
Proses pengangkatan pagar laut dimulai pada hari Sabtu, 18 Januari 2025, dengan melibatkan 600 anggota TNI AL dan sejumlah nelayan lokal. Operasi ini dilakukan secara manual karena kondisi perairan yang dangkal membuat penggunaan alat berat menjadi sulit.
Pada tahap awal, pencabutan bambu dilakukan sejauh dua kilometer dengan bantuan 30 kapal nelayan. Para anggota TNI dan nelayan bekerja sama menarik bambu menggunakan tali yang terhubung ke kapal, sebuah kegiatan yang memerlukan koordinasi yang sangat baik di lapangan.
Selain menghadapi tantangan teknis, seperti bambu yang mengeras akibat terlalu lama terendam air laut, operasi ini juga menjadi simbol kerja sama antara aparat negara dan masyarakat. Brigjen Harry Indarto menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan misi ini demi memulihkan akses para nelayan.
“Proses pencabutan akan dilakukan di Tanjung Pasir secara bertahap sepanjang 2 kilometer, melibatkan sejumlah unsur, baik nelayan maupun pihak kami (TNI AL),” terangnya, dikutip dari Merdeka.com.
Nelayan Berharap Bisa Melaut Normal
Pembongkaran pagar laut memberikan pengaruh signifikan bagi para nelayan yang sebelumnya menghadapi tantangan dalam mencari nafkah. Dengan akses ke laut yang kembali terbuka, para nelayan kini dapat melaut tanpa harus mengubah jalur, sehingga waktu dan biaya operasional dapat dihemat.
Dari segi ekonomi, tindakan pembongkaran ini diperkirakan mampu memulihkan kerugian yang dialami nelayan, yang mencapai Rp9 miliar akibat gangguan pada aktivitas melaut. Selain itu, diharapkan ekosistem laut yang sempat terganggu dapat pulih kembali, mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang ada.
Harry Indarto menyatakan harapannya agar langkah ini menjadi titik awal pemulihan kondisi pesisir dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat nelayan.
"Tentunya kami sangat bersyukur dengan adanya langkah pembongkaran ini, kami tidak kesusahan lagi, tidak perlu memutar arah," ungkap seorang nelayan bernama Sahroni.
Komitmen Harry Indarto terhadap Misi Maritim
Harry Indarto, sebagai Komandan Lantamal III/Jakarta, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap misi maritim yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinannya dalam operasi pembongkaran pagar laut ini merefleksikan visi TNI AL yang mendukung keberlanjutan ekosistem laut serta kemandirian para nelayan.
Selain itu, Harry bertekad untuk terus memantau kondisi pesisir dan memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum yang dapat mengancam akses atau keberlangsungan ekosistem laut. Dengan pengalaman militer yang mendalam, ia menjadi teladan bagi pemimpin yang mendorong kolaborasi antara aparat dan masyarakat.
Harry menyatakan, "Kami hadir di sini atas perintah dari presiden RI melalui Kepala Staf AL membuka akses terutamanya, bagi para nelayan yang akan melaut."
Mengapa pagar laut di Tangerang dibongkar?
Pagar laut yang dibangun secara ilegal telah dibongkar karena menghalangi akses para nelayan dan merusak ekosistem laut.
Siapa yang memimpin pembongkaran pagar laut?
Operasi pembongkaran pagar laut dipimpin oleh Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto.
Bagaimana proses pembongkaran dilakukan?
Pembongkaran dilakukan dengan cara manual, melibatkan 600 anggota TNI AL serta 30 kapal nelayan.
Apa dampak pembongkaran terhadap nelayan?
Pembongkaran memulihkan akses nelayan ke laut, menghemat waktu, dan mengurangi kerugian ekonomi.