Dulu Membela, Anggota DPR Inggris Blak-blakan di Sidang Parlemen Akui Salah Mendukung Israel lalu Mengutuknya atas Gaza
Anggota parlemen Inggris tarik dukungannya ke Israel setelah apa yang dilakukan ke warga Palestina.
Seorang anggota parlemen Inggris bernama Mark Pritchard blak-blakan mengatakan menarik dukungannya sekaligus mengutuk apa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina yang ada di Gaza dan Tepi Barat.
Hal tersebut ia sampaikan saat mengikuti sidang bersama anggota parlemen lainnya. Dengan tegas, Pritchard mengaku salah karena telah memberikan dukungan pada Israel selama bertahun-tahun.
"Selama beberapa tahun, saya sudah berada di gedung ini selama 20 tahun. Saya selalu mendukung Israel cukup banyak dengan segala biaya. Tapi hari ini, saya akan bilang bahwa saya salah," kata Mark Pritchard dikutip dari Tiktok @trtworld (8/5).
Pritchard lalu mengatakan, jika dia mengutuk apa yang dilakukan Israel saat ini karena melakukan serangan terus menerus hingga sebabkan puluhan ribu warga sipil tewas dan membatasi akses bantuan masuk ke wilayah Palestina.
"(Sekarang) saya mengutuk Israel atas apa yang dilakukan kepada orang-orang Palestina di Gaza dan juga Tepi Barat. Saya saat ini menarik dukunganku kepada Israel karena apa yang mereka lakukan sekarang di Gaza," tandasnya.
Sosok Anggota Parlemen Inggris Tarik Dukungan ke Israel
Sebagai informasi, Mark Pritchard sendiri adalah anggota parlemen Inggris yang pertama kali terpilih untuk Partai Konservatif sebagai anggota dewan di Dewan Harrow di London.
Dengan nama lamanya Mark Mallon, ia terpilih sebagai kandidat Partai Konservatif pada pemilihan sela untuk distrik Pinner West pada bulan Januari 1993. Namun, dia harus kehilangan kursinya pada pemilihan dewan pada bulan Mei 1994 dan berada di urutan kelima.
Pada pemilihan umum 2019, Pritchard kembali terpilih, dengan peningkatan perolehan suara sebesar 63,5%. Pada bulan Juli 2020, ia diangkat menjadi anggota Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen. Pada bulan Februari 2021, ia diangkat oleh Yang Mulia Ratu Elizabeth II menjadi anggota Dewan Penasihat.
Pada pemilihan umum tahun 2024, Pritchard kembali terpilih, dengan penurunan jumlah suara sebesar 32,6 persen dan mayoritas yang berkurang sebesar 883.
Diketahui, jika Kerajaan Inggris menjadi selalu menjadi pendukung sekaligus sekutu Israel. Salah satu alasan yang mudah dipahami adalah karena kerajaan itu merupakan pencipta negara Israel melalui Deklarasi Balfour yang terkenal pada 1917.
Deklarasi Balfour, yang dikeluarkan pada 2 November 1917, menjadi salah satu momen kunci dalam sejarah hubungan Inggris-Israel.