Sosok Tzipi Hotovely, Dubes Zionis Sebut Israel Tak Pernah Bunuh Anak-Anak Gaza Pernah Diusir Rakyat Inggris

Tzipi Hotovely yang anggap Israel tak pernah membunuh anak-anak pernah diusir rakyat Inggris.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Sosok Tzipi Hotovely, Dubes Zionis Sebut Israel Tak Pernah Bunuh Anak-Anak Gaza Pernah Diusir Rakyat Inggris
Dubes Zionis Terus Bohong Klaim Israel Tak Pernah Bunuh Anak-anak Gaza & Fitnah Hamas, ini Segudang Bukti Kebohongannya (YouTube Piers Morgan Uncensored)

Duta Besar Israel untuk Inggris Tzipi Hotovely jadi sorotan usai menyebut Israel tak pernah membunuh anak-anak dalam wawancaranya bersama jurnalis Piers Morgan.

Dikutip dari YouTube Piers Morgan Uncensored, Rabu (18/6) Hotovely menyangkal Israel membunuh anak-anak dan menyebut Hamas sengaja membuat mereka sebagai tameng.

"Pierce, Israel tidak membunuh anak-anak. Israel tidak membunuh anak-anak. Hamas menggunakan mereka sebagai tameng manusia," ucapnya.

Alih-alih mengakui kesalahan, Hotovely justru menuduh Hamas sebagai pelaku utama yang bertanggung jawab atas tewasnya anak-anak di Gaza. Bahkan ia menuduh peran Hamas dalam pembantaian anak-anak Israel di tragedi 7 Oktober 2023.

"Hamas harus disalahkan atas setiap anak yang terbunuh di Gaza."

"Apakah Anda mengerti bahwa Anda tidak peduli dengan Anak-anak saya dan anak-anak Israel lainnya dengan membiarkan 7 Oktober terjadi lagi dan lagi? Sebenarnya, saya dirugikan, sebenarnya, di Timur Tengah selama berbulan-bulan ketika saya membela hak Israel untuk membela diri," tandasnya lagi.

Tzipi Hotovely nyatanya merupakan sosok yang penuh kontroversi. Bahkan pada 2024 lalu ia sempat hampir diusir rakyat Inggris karena dianggap keterlaluan dalam mengampanyekan genosida di Gaza. Lantas siapa sebenarnya Tzipi Hotovely?

Dubes Zionis Terus Bohong Klaim Israel Tak Pernah Bunuh Anak-anak Gaza & Fitnah Hamas, ini Segudang Bukti Kebohongannya
Dubes Zionis Terus Bohong Klaim Israel Tak Pernah Bunuh Anak-anak Gaza & Fitnah Hamas, ini Segudang Bukti Kebohongannya YouTube Piers Morgan Uncensored

Tzipi Hotovely lahir di Rehovot, Israel pada 2 Desember 1978 yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Israel untuk Inggris.

Dikutip dari berbagai sumber, Hotovely berasal dari keluarga Yahudi di Rehovot yang menerapkan ajaran Yahudi Ortodoks. Bahkan ia menyebut sosoknya sebagai "sayap kanan relijius".

Hotovely berhasil menyandang gelar doktoranda di Fkultas Hukum Universtias Tel Aviv.

Karier politiknya dimulai pada 2008 saat bergabung dengan partai sayap kanan Israel, Likud. Pada Pemilu 2009, ia berhasil memenangkan tempat ke-18 dalam daftar partai sekaligus lolos menjadi anggota Knesset (parlemen) Israel.

Menariknya, ia tercatat sebagai anggota termuda. Selain itu ia juga sempat menjadi Komite Knesset untuk Perempuan dan Kesetaraan Gender di tahun 2011.

Tzipi Hotovely
Tzipi Hotovely Instagram @tzipihotovely

Pada tahun 2013, Hotovely diangkat sebagai Wakil Menteri Transportasi dan Keselamatan Jalan.

Salah satu gebrakannya adalah menolak aspirasi negara Palestina dan mendukung Israel Raya mencakup seluruh wilayah Israel saat ini dengan wilayah Palestina.

Pada 2014, Tzipi Hotovely diangkat menjadi Wakil Menteri Sains dan Teknologi menggantikan Yaakov Peri yang berhenti. Setahun setelahnya, sang diplomat dipercaya untuk menjadi Wakil Menteri Luar Negeri.

Ia pun dilantik menjadi Duta Besar Israel pada tahu 2020 menggantikan Mark Regev.Sosoknya yang dianggap penting sebagai petinggi partai sayap kanan membuat beberapa anggota senior komunitas Yahudi Inggris mengkritik penunjukannya sebagai Duta Besar.

Tzipi Hotovely
Tzipi Hotovely Instagram @tzipihotovely

Pada awal tahun 2024 lalu, muncul petisi dari masyarakat London yang mendesak agar diplomat zionis itu angkat kaki dari Inggris. Menurut laporan dari Anadolu Agency, faktor genosida di Gaza menjadi alasan kemarahan masyarakat Inggris.

Masyarakat membuat petisi di laman Change.org yang menyebut duta besar Israel tersebut kerap mengampanyekan genosida di Gaza.

"Duta besar saat ini menggunakan bahasa genosida secara terbuka dan menganjurkan untuk melakukan aksi genosida. Pembersihan etnis di Gaza dan Tepi Barat masih terus terjadi," tulis pernyataan petisi di laman Change.org.

Petisi itu menarik perhatian ratusan ribu orang yang mendukung kampanye tersebut dan setuju agar Tzipi diusir secepatnya dari tanah Britania Raya.

Setelah mencapai 100 ribu tanda tangan, petisi tersebut akan dipertimbangkan untuk dibahas dalam parlemen.

Rekomendasi