DPR Kecam Serangan Kamp Gaza, Singgung Keanggotan Indonesia di Board of Peace

DPR menilai serangan itu sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang terang-terangan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
DPR Kecam Serangan Kamp Gaza, Singgung Keanggotan Indonesia di Board of Peace
DPR Kecam Serangan Kamp Gaza, Singgung Keanggotan Indonesia di Board of Peace (Merdeka.com)

Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal mengecam keras serangan mematikan dilancarkan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, Sabtu (31/1). Serangan tersebut menyebabkan puluhan warga Palestina syahid.

Syamsu Rizal menilai serangan itu sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang terang-terangan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

"Ini adalah serangan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merusak gencatan senjata. Dunia internasional tidak boleh diam,” kata Syamsu dalam keterangannya, Minggu (1/2).

Syamsu menyoroti fakta bahwa serangan tersebut terjadi tak lama setelah deklarasi pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, aksi Israel justru menghancurkan kredibilitas lembaga perdamaian yang baru dibentuk itu.

“Serangan ini merusak gencatan senjata sekaligus mencoreng citra Board of Peace. Israel jelas tidak layak menjadi anggota Dewan Perdamaian,” ujar dia.

Syamsu menegaskan bahwa Israel harus dikeluarkan dari BoP, karena sebagai negara penjajah yang terus-menerus membunuh rakyat Gaza, Israel tidak pantas duduk dalam forum yang mengatasnamakan perdamaian.

“Jika Israel tetap menjadi anggota BoP, maka organisasi ini hanya akan dijadikan alat untuk melegitimasi pembunuhan warga Gaza dan pengusiran rakyat Palestina dari tanahnya sendiri,” kata dia.

Dia juga mengingatkan bahwa dengan dalih menyerang Hamas, Israel akan terus membombardir Gaza secara membabi buta. Hamas selalu dijadikan alasan, padahal yang menjadi korban adalah rakyat sipil—anak-anak, perempuan, dan pengungsi.

Syamsu juga menyoroti iuran keanggotaan BoP sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp16,7 triliun yang akan dibayarkan Indonesia. Dia menyatakan kekhawatirannya dana tersebut justru digunakan untuk mendukung aksi militer Israel.

“Saya khawatir uang iuran itu dipakai untuk membunuh warga Gaza dengan dalih melucuti senjata Hamas. Padahal Hamas adalah pasukan yang membela rakyat Gaza dari kezaliman Israel,” tegas dia.

Untuk itu, dia mendesak Pemerintah Indonesia agar bersikap tegas sebagai bagian dari BoP. Pemerintah Indonesia harus lantang mengkritik dan mengutuk aksi biadab Israel.

"Indonesia tidak boleh terjebak dalam forum perdamaian yang justru dipakai untuk melegitimasi penjajahan dan pembantaian,” pungkasnya.

Rekomendasi