Deretan Kecelakaan Bus Paling Tragis di Indonesia
Peristiwa kecelakaan bus sering terjadi di Indonesia, namun, beberapa tragedi berikut disebut menjadi yang terparah sepanjang sejarah.
Kecelakaan tunggal dialami bus antar provinsi, ALS. Kecelakaan terjadi di jalan Bukitinggi-Padang tepatnya di Kelurahan Bukit Surungan Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (6/5) siang.
Dikutip dari Antara, dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena rom blong. Bus nopol B 7512 FGA kemudian menabrak sejumlah kendaraan dan terguling miring ke kiri. Dikabarkan, belasan orang meninggal dunia dalam tragedi ini.
Bencana tersebut menambah catatan buruk dunia transportasi publik terutama perusahaan otobus. Sepanjang sejarah, beberapa tragedi serupa pernah terjadi dan menelan jauh lebih banyak korban jiwa.
Artikel ini akan mengulas beberapa kecelakaan bus paling tragis yang pernah terjadi di Indonesia. Dengan kronologi yang berbeda, kecelakaan berikut akan membangkitkan memori kita terhadap peristiwa kelam di masa lalu yang melibatkan transportasi umum. Simak informasi berikut ini.
Tragedi Paiton
Tragedi Paiton menjadi salah satu peristiwa kelam lalu lintas yang pernah terjadi di masa lalu melibatkan bus pariwisata asal Sleman, DIY dengan sejumlah kendaraan hingga mengakibatkan kebakaran hebat.
Peristiwa ini terjadi pada 8 Oktober 2003 di jalan raya Paiton, dekat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton, di perbatasan Probolinggo dan Situbondo, Jawa Timur. Rombongan siswa dan guru SMK Yapemda 1 Sleman, Yogyakarta, sedang dalam perjalanan pulang setelah berwisata dari Bali menggunakan tiga bus.
Nahas saat menanjak dan menikung dekat PLTU Paiton, bus yang mereka tumpangi ditabrak oleh sebuah truk kontainer dari arah berlawanan yang melaju kencang dan mengambil jalur yang salah.
Tak lama berselang, dari arah belakang, bus tersebut kembali ditabrak oleh sebuah truk tronton.
Tabrakan pertama menyebabkan tangki bahan bakar bus bocor dan memicu percikan api di bagian depan bus. Penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri ke arah belakang bus. Namun, pintu belakang bus tidak dapat dibuka karena tertabrak truk tronton. Api dengan cepat membesar karena diduga adanya material mudah terbakar di dalam bus.
Sebanyak 54 orang tewas dalam kejadian tersebut, terdiri dari 51 siswa, 2 guru, dan 1 pemandu wisata. Mereka terjebak dan terpanggang di dalam bus.
Tragedi Paiton ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa terbanyak dalam sejarah Indonesia dan menyadarkan pentingnya standar keselamatan transportasi. Setelah kejadian ini, pemerintah mengeluarkan aturan baru mengenai kelengkapan keselamatan di bus umum, seperti palu pemecah kaca, tabung pemadam kebakaran, dan tombol pembuka pintu otomatis.
Tragedi Ciloto
Kecelakaan bus lainnya yang tak kalah tragis melibatkan bus rombongan peziarah di Ciloto pada 2013. Tragedi ini sangatlah tragis karena menimbulkan banyak korban jiwa terjadi pada 27 Februari 2013.
Kronologi bermula saat sebuah bus pariwisata PO Mustika Mega Utama mengangkut 65 orang peziarah yang berasal dari Bogor. Saat melintasi KM 87 Jalan Raya Puncak-Ciloto, Kabupaten Cianjur sopir bus membanting stir saat akan menghindari lubang hingga menabrak tebing sisi kiri jalanan. Kuat dugaan sopir dinilai kurang menguasai medan sehingga tidak mampu mengontrol kendaraan.
Kecelakaan maut tersebut menyebabkan 17 meninggal dunia dan 28 orang mengalami luka berat dan 20 penumpang lainnya mengalami luka ringan.
Tragedi Tanjakan Emen
Salah satu kecelakaan bus yang paling sering disebut dan dikenang adalah Tragedi Tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat, pada 10 Februari 2018.
Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan karyawan PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Ciater, Subang, Jawa Barat.
Bus yang membawa sekitar 57 penumpang tersebut diduga mengalami rem blong saat menuruni Tanjakan Emen. Akibatnya, bus hilang kendali, oleng, dan menabrak sepeda motor serta tiang listrik di pinggir jalan sebelum akhirnya terbalik.
Peristiwa ini menewaskan 27 orang penumpang dan 30 lainnya mengalami luka-luka. Tragedi ini menimbulkan duka mendalam dan kembali menyoroti betapa berbahayanya jalur Tanjakan Emen.
Investigasi setelah kejadian tersebut menemukan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan, termasuk dugaan ketidaklaikan kendaraan dan kondisi jalan.
PO Sriwijaya Terjun ke Jurang
Tragedi kecelakaan bus selanjutnya melibatkan bus PO Sriwijaya di Pagar Alam pada Senin malam, 23 Desember 2019.
Bus dengan nomor polisi BD 7031 AU, yang membawa sekitar 50 penumpang dari Bengkulu menuju Palembang, terjun bebas ke jurang Lematang di kawasan Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.15 WIB di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Diperkirakan sekitar 50 orang (data awal menyebutkan 27 penumpang dari pool, namun banyak penumpang gelap).
Akibat peristiwa tersebut, 35 orang ditemukan meninggal dunia setelah proses evakuasi. dan 13 orang lainnya selamat dengan luka-luka.
Dugaan yang kala itu muncul adalah bus melaju dengan kecepatan tinggi saat melewati tikungan tajam dan menabrak dinding pembatas jembatan hingga terjun ke jurang sedalam sekitar 80 meter dan masuk ke Sungai Lematang. Faktor lain seperti kondisi bus dan sopir yang diduga mengantuk juga menjadi sorotan dalam investigasi.
Tragedi Tanjakan Cae
Kecelakaan maut yang melibatkan bus berikutnya terjadi pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 18.30 WIB di Tanjakan Cae, yang terletak di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Dalam kejadian tragis tersebut, sebuah bus pariwisata Sri Padma Kencana yang membawa rombongan peziarah dan siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, terjun ke jurang sedalam kurang lebih 5 meter. Bus tersebut mengangkut 66 orang penumpang termasuk sopir dan kernet.
Menurut dugaan, bus tidak kuat menanjak akibat beban penumpang yang banyak. Selain itu, sopir juga dianggap tidak memahami kondisi jalur yang curam dan berbahaya bagi kendaraan besar.
Masalah utama terjadi pada sistem pengereman bus. Bahkan, mekanik (yang juga kernet) diduga salah memasang kampas rem sebelum keberangkatan.
Kecelakaan ini mengakibatkan 29 orang tewas di tempat dan 1 orang lain meninggal di rumah sakit. Sedangkan 35 penumpang lainnya selamat dengan luka-luka.
PO Handoyo Terguling di Tol Cipali
Peristiwa bus PO Handoyo terguling di jalan tol Cipali yang paling baru dan menelan korban jiwa terjadi pada hari Jumat sore, 15 Desember 2023. pukul 15.40 WIB di KM 72 ruas Tol Cipali, wilayah Purwakarta, Jawa Barat.
Bus PO Handoyo bernomor polisi AA-7626-OA tersebut membawa 20 orang penumpang dan melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Saat berada di tikungan tajam, bus hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan dan terguling hingga beberapa kali.
Pihak kepolisian menduga kecelakaan disebabkan oleh sopir yang hilang kendali atas kendaraannya saat melaju di jalan tol yang menikung. Selain itu, tidak ditemukan bekas pengereman di lokasi kejadian, dan posisi gigi bus saat kecelakaan berada di gigi enam.
Sopir bus selamat dan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa tersebut menewaskan 12 orang penumpang dan lainnya mengalami luka-luka.
Bus Rombongan SMK Lingga Kencana
Bus rombongan SMK Lingga Kencana mengalami kecelakaan maut yang terjadi di turunan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada tanggal 11 Mei 2024 silam. Bus pariwisata yang membawa rombongan siswa dan guru tersebut mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang setelah acara perpisahan sekolah di Bandung.
Menurut kronologi yang dihimpun, Bus PO Trans Putera Fajar dengan nomor polisi AD 7524 OG) tiba-tiba oleng saat melalui jalan menurun dan menabrak sepeda motor dari arah berlawanan, lalu terguling dengan posisi ban kiri di atas.
Kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh rem blong. Tidak ditemukan jejak rem di lokasi kejadian, hanya bekas ban yang diduga akibat sopir berusaha mengendalikan kendaraan.
Kecelakaan ini menyebabkan 11 orang meninggal dunia, termasuk 9 siswa, 1 guru, serta 1 warga setempat yang sedang melintas di lokasi tersebut pada saat kejadian. Sementara itu, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat dari kecelakaan ini.