Daftar Negara Paling Banyak Berdagang dengan Israel, Posisi Indonesia Bikin Kaget
Israel terus membantai warga Palestina di Gaza dalam perang genosidanya.
Respons internasional terhadap agresi militer Israel di Gaza terus meningkat. Di tengah kecaman luas atas pembantaian yang menewaskan ribuan warga sipil Palestina, sejumlah negara mulai mengambil langkah tegas terhadap Israel, termasuk dalam hal kerja sama ekonomi dan militer.
Pemerintah Spanyol baru-baru ini memutuskan untuk membatalkan sejumlah kontrak pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Israel. Langkah ini dilakukan sebagai upaya Madrid yang lebih luas untuk "mengurangi hingga nol" ketergantungan teknologinya pada Israel karena telah melakukan genosida di Gaza.
Selain Spanyol, Chile juga bertindak tegas terhadap Israel. Sang Presiden sedang menggodok undang-undang yang melarang impor barang dari Israel.
Israel selama ini diketahui sangat bergantung pada perdagangan global dalam menopang perekonomiannya. Pada tahun 2024, total nilai perdagangan luar negerinya mencapai lebih dari USD 153 miliar, terdiri atas impor sebesar USD 91,5 miliar dan ekspor senilai USD 61,7 miliar.
Berdasarkan data yang dilansir Aljazeera pada Kamis (22/5/2025) lalu, produk impor utama Israel mencakup mesin listrik, elektronik, dan peralatan mekanik dengan nilai sekitar USD 19 miliar. Selain itu, kendaraan (mobil, truk, bus, dan pesawat) mencapai USD 10 miliar, disusul produk kimia termasuk farmasi senilai USD 8 miliar.
Produk mineral seperti minyak bumi dan batu bara senilai USD 7 miliar, serta perhiasan termasuk berlian mencapai USD 4 miliar.
Di sisi ekspor, Israel mengandalkan sektor elektronik, dengan nilai USD 18 miliar, diikuti oleh produk kimia senilai USD 10 miliar. Industri berlian halus menyumbang USD 9 miliar, sementara peralatan optik dan medis menghasilkan USD 7 miliar, serta produk mineral sekitar USD 5 miliar.
Sektor elektronik menjadi tulang punggung ekspor Israel, dengan kontribusi dari perusahaan besar seperti Intel, Elbit Systems, dan Orbotech yang berfokus pada teknologi militer dan manufaktur.
Selain itu, perusahaan farmasi seperti Teva Pharmaceuticals juga berperan besar dalam ekspor obat-obatan generik, menjadikan Israel sebagai salah satu eksportir utama farmasi global. Industri berlian juga menjadi andalan, dengan Israel mengimpor berlian mentah untuk kemudian diproses dan diekspor kembali dalam bentuk berlian siap jual.
Negara Tujuan Ekspor Terbesar Israel
Pada 2024, Israel menjual barang senilai total USD 61,7 miliar ke berbagai negara. Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor dengan nilai mencapai USD 17,3 miliar. Diikuti oleh Irlandia (USD 3,2 miliar) dan China (USD 2,8 miliar).
Hong Kong, meski merupakan wilayah semi-otonom China, mengimpor produk tambahan sebesar USD 2 miliar. Jika digabungkan, China menjadi importir terbesar kedua dari produk Israel.
Amerika Serikat tercatat mengimpor berlian, peralatan elektronik berteknologi tinggi, serta produk kimia dari Israel. Sementara Irlandia menjadi pembeli terbesar sirkuit terpadu dan rakitan mikro, yang banyak digunakan dalam industri farmasi dan teknologi.
China mengimpor berbagai barang termasuk peralatan optik, komponen elektronik, serta produk kimia.
Negara Penyuplai Barang Terbesar ke Israel
Di sisi impor, Israel menerima barang senilai total USD 91,5 miliar pada tahun yang sama. Tiga pemasok terbesar adalah China (USD 19 miliar), Amerika Serikat (USD 9,4 miliar), dan Jerman (USD 5,6 miliar).
China mengekspor produk seperti kendaraan listrik, komputer, ponsel, dan logam. Amerika Serikat memasok amunisi, berlian, barang elektronik, serta produk kimia. Sebagian besar bantuan militer dari AS kepada Israel juga dialokasikan untuk membeli senjata dan peralatan buatan Amerika.
Adapun Jerman menyuplai kendaraan, produk farmasi, mesin, dan elektronik.
Peringkat Indonesia
Dalam laporan yang sama, Aljazeera mencatat terdapat 117 negara dan wilayah yang membeli produk dari Israel, dan 192 negara atau wilayah yang mengekspor barang ke Israel selama tahun 2024.
Nama Indonesia muncul dalam kedua daftar tersebut. Indonesia tercatat berada di urutan ke-57 sebagai negara pengimpor produk Israel, dengan nilai sekitar USD 50 juta.
Sementara sebagai eksportir ke Israel, Indonesia menempati peringkat ke-40 dengan total nilai ekspor sekitar USD 277 juta.