CIA Buka Perekrutan Informan di Iran, Umumkan Cara Aman Menghubungi Mereka Pakai Bahasa Farsi
Langkah ini diambil di tengah pertimbangan Presiden Donald Trump mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran.
Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mengumumkan tawaran bantuan kepada calon informan di Iran dengan menyediakan panduan berbahasa Farsi yang menjelaskan cara aman untuk menghubungi mereka, Selasa, 24 Februari 2026. Langkah ini diambil di tengah pertimbangan Presiden Donald Trump mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran.
Unggahan tersebut merupakan bagian dari upaya rekrutmen CIA yang lebih luas dalam berbagai bahasa, termasuk Farsi, Korea, Rusia, dan Mandarin, yang memberikan cara-cara aman untuk berkomunikasi dengan mereka. Namun, pesan dalam bahasa Farsi yang dirilis pada hari itu muncul saat hubungan antara AS dan Iran berada pada titik tegang, terutama ketika pemerintahan teokrasi Iran menghadapi gelombang protes baru di dalam negeri.
AS telah mengerahkan kekuatan militer terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran. Pada bulan Januari, Presiden Trump mengancam akan mengambil tindakan militer sebagai respons terhadap tindakan keras pemerintah Iran terhadap protes nasional.
Setelah itu, perhatian pemerintah AS beralih ke program nuklir Iran yang kontroversial, dengan harapan agar Iran dapat mencapai kesepakatan. Putaran baru perundingan nuklir dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini. Tanda-tanda keresahan baru juga terlihat di Iran, di mana pada Senin, 23 Februari, para mahasiswa melakukan aksi protes anti-pemerintah di berbagai universitas di Teheran.
"Halo. Badan Intelijen Pusat mendengar Anda dan ingin membantu. Berikut beberapa tips tentang cara melakukan panggilan virtual yang aman dengan kami," demikian CIA menyatakan dalam pesan berbahasa Farsi seperti dikutip dari Associated Press.
Menarik Perhatian Publik
Unggahan ini dengan cepat menarik perhatian publik dan dalam waktu singkat, pesan tersebut telah ditonton oleh jutaan orang. Meskipun CIA tidak mengungkapkan apakah video rekrutmen sebelumnya telah menghasilkan informasi baru, Direktur CIA John Ratcliffe sebelumnya mengklaim bahwa kampanye tersebut memberikan dampak.
"Pada tahun lalu, kampanye video Mandarin CIA menjangkau banyak warga China dan kami tahu masih banyak lagi yang mencari cara untuk memperbaiki kehidupan mereka dan mengubah negara mereka menjadi lebih baik," ungkap Ratcliffe awal bulan ini saat video baru berbahasa Mandarin dirilis.
Dalam panduan yang disediakan, CIA menyarankan calon informan untuk menggunakan jaringan privat virtual (VPN) untuk menghindari pembatasan internet dan pengawasan. Mereka juga menganjurkan penggunaan perangkat sekali pakai yang sulit dilacak kembali ke pengguna.
CIA Ajari Calon Informan Menutupi Jejak Komunikasi
Selain itu, CIA meminta calon informan untuk menggunakan peramban web privat dan menghapus riwayat internet mereka untuk menutupi jejak digital. Instruksi tersebut mencakup cara mengakses CIA melalui situs web publik maupun melalui darknet, bagian dari internet yang hanya dapat diakses dengan alat khusus untuk menyembunyikan identitas pengguna.
CIA juga telah menerbitkan panduan serupa dalam bahasa Rusia. Hingga saat ini, juru bicara Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa belum memberikan tanggapan terkait video terbaru tersebut.