Bisik-bisik Wamen Eks Aktivis, Seskab Teddy saat Bertemu Langsung Beri Hormat
Eks aktivis 1998 itu terdengar membisikkan sebuah permintaan khusus kepada Seskab Teddy.
Belum lama ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul beserta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menerima kunjungan kerja dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam kesempatan itu, ada momen menarik yang terjadi.
Setibanya Letkol Teddy di lokasi, Wamensos Agus langsung memberi sambutan hangat. Namun dalam suatu waktu, Teddy lantas turut memberi hormat ke Agus.
Hal itu pun membuat Agus langsung memberi jabat tangan. Sembari bersalaman, Agus tampak berbisik. Eks aktivis 1998 itu terdengar membisikkan sebuah permintaan khusus kepada Seskab Teddy. Seperti apa momennya? Berikut ulasan selengkapnya.
Wamen Sambut Kedatangan Seskab
Sabtu (8/3) siang, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengadakan kunjungan kerja ke Bekasi, Jawa Barat untuk meninjau secara langsung rencana lokasi Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), program khusus dari Kemensos.
Kunjungan kerja Teddy pun turut disambut hangat sekaligus didampingi langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo.
Dalam pantauan unggahan Agus beberapa waktu lalu, Teddy kala itu berkunjung dalam balutan setelan kemeja berwarna abu-abu lengkap dengan bawahan gelap. Dia turut didampingi rombongan.
Sementara Gus Ipul beserta Agus tampak mengenakan kemeja atasan berwarna putih lengkap dengan bawahan berwarna gelap.
“Mendampingi Menteri Sosial RI menerima kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam rangka meninjau Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) sebagai salah satu lokasi yang akan digunakan untuk Sekolah Rakyat,” tulis Agus, demikian dikutip dari keterangan unggahannya dalam akun Instagram @gus_jabo beberapa waktu lalu.
Diberi Hormat Seskab Teddy
Saat rombongan Teddy tiba di lokasi, ada momen menarik yang terjadi. Teddy yang tercatat baru saja mengalami kenaikan pangkat dari Mayor ke Letnan Kolonel alias Letkol itu secara mendadak memberi hormat.
Hal itu dilakukan Teddy dengan sikap sempurna ketika eks ajudan Prabowo Subianto itu berhadapan langsung dengan Agus di sebuah halaman. Eks aktivis anti-Soeharto sekaligus pendiri Partai Rakyat Demokratik pada tahun 1996 itu pun turut berdiri tegak.
Saat itu juga, Agus langsung mendekat ke Teddy. Tepat di telinga kanan Teddy, Agus tampak berbisik soal permintaannya secara khusus. Secara singkat, Agus rupanya meminta agar Teddy dan bawahannya dapat mempercepat proses pembuatan Inpres dan Perpres dari suatu program milik Kemensos.
“Mohon Inpres-nya sama Perpres-nya dipercepat,” bisik Agus.
Setelah saling memberi sambutan, Teddy hingga kedua petinggi Kemensos itu lantas berkeliling bersama. Setiap sudut dari calon Sekolah Rakyat diamati secara saksama.
Disebut Agus dalam keterangannya, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut telah rampung dan siap untuk beroperasi dalam waktu dekat.
“Ini salah satu tempat yang akan dijadikan Sekolah Rakyat, itu bagian dari Sentra Pangudi Luhur asetnya Kemensos. Alhamdulillah semua yang melihat ini dianggap cukup untuk memulai penyelenggaraan proses KBM. Semua sudah siap, tinggal ada penambahan sedikit,” ungkap Agus dalam keterangan video.
Profil Singkat Wamensos Agus Jabo Priyono
Agus Jabo Priyono sendiri diketahui merupakan poliitikus yang kini dipercaya dalam Kabinet Merah Putih sebagai Wakil Menteri Sosial mendampingi Mensos Saifullah Yusuf. Pria kelahiran Salaman, Jawa Tengah pada 16 Mei 1969 ini merupakan jebolan SMA Negeri 8 Semarang dan sempat berkuliah di UNS Solo dengan jurusan pendidikan.
Namun lantaran satu dan lain hal, Agus tercatat tidak tamat hingga akhir. Meski demikian, Agus kala itu begitu aktif bersuara sebagai mahasiswa mengenai prinsip anti-Soeharto.
Sejak SMA mulai bergabung sebagai kader Pelajar Islam Indonesia (PII) membuat Agus kian percaya diri menyuarakan pendapatnya dengan lantang kala itu. Bahkan pada tahun 1996, Agus turut mendirikan Partai Rakyat Demokratik, sebuah wadah yang kemudian dijadikan tempat khusus bagi orang-orang yang berlawanan dengan Presiden Soeharto pada saat itu.
Partai miliknya tercatat hanya sekali mengikuti pemilu pada tahun 1999. Namun pada 2021 lalu, Agus beserta sejumlah orang kemudian mendirikan partai baru yang diberi nama Partai Rakyat Adil Makmur alias Prima.