Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo membagikan pengalaman pribadinya saat meninjau wilayah terdampak banjir di Sumatera, beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan sempat kehabisan bahan bakar minyak (BBM) ketika melakukan perjalanan darat dari Medan menuju Kutacane, Aceh Tenggara, salah satu daerah yang terdampak paling parah akibat bencana banjir.
"Waktu itu saya berangkat dari Medan ke Kutacane untuk menyambut kedatangan Presiden. Antrian BBM luar biasa! Saya sendiri bersama rombongan kehabisan bensin," kata Agus saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/12).
Advertisement
BBM terbatas
Menurut Agus, saat itu ketersediaan BBM di wilayah terdampak bencana sangat terbatas karena akses distribusi terputus. Warga dan kendaraan operasional pemerintah harus bergantian menunggu pasokan BBM tiba.
Ia menyebut rombongannya harus menunggu sekitar 5 jam sebelum akhirnya mendapatkan BBM dan dapat melanjutkan perjalanan ke wilayah terdampak bencana.
Meski beberapa kendala masih terjadi, Agus menegaskan situasi hari ini mulai membaik. Distribusi BBM melalui jalur darat dapat dilakukan lebih lancar setelah sebagian akses transportasi kembali terbuka.
"Sepertinya sekarang kendala BBM sudah mulai terantisipasi karena aksesnya sudah lebih kondusif," jelasnya.
Advertisement
Lintas pengertian
Agus pun memastikan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar distribusi logistik serta energi ke seluruh wilayah terdampak berjalan lancar.
Dia pun menjamin, Kemensos mampu menangani dengan mendirikan lima dapur umum di Aceh Tamiang, terdiri dari satu dapur umum induk dan empat dapur umum mandiri. Dapur umum juga telah dibuka di sejumlah wilayah lain seperti Langkat dan beberapa daerah di Sumatera Barat.
Agus optimis, bantuan tambahan akan segera dikirim ke wilayah yang masih sulit diakses seperti Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
"Insyaallah jam 11 siang ini sudah bisa memasukkan logistik dan mendirikan dapur umum karena yang paling mendesak di sana adalah makanan dan air bersih," katanya.