9 Gejala Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Awas Bisa Mengancam Nyawa
Penting untuk mengenali tanda-tanda yang muncul saat kondisi sudah parah agar tidak terlambat dalam penanganannya.
Banyak orang tidak menyadari bahwa hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Meskipun demikian, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada organ tubuh jika tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda hipertensi sejak dini agar kita bisa melakukan langkah pencegahan lebih awal. Mengatur pola makan yang sehat, rutin berolahraga, dan mengurangi stres adalah beberapa cara efektif untuk menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal.
Dengan mengenali tanda-tanda hipertensi, seseorang dapat lebih waspada dan segera mencari bantuan dari tenaga medis. Tindakan ini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Tanda Hipertensi
Mengacu pada kajian yang dipublikasikan dalam Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK) Volume 1. Edisi 3 2019, hipertensi adalah kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan darah yang abnormal, dan hal ini dapat menjadi penyebab utama munculnya penyakit kardiovaskuler. Dalam buku Hipertensiologi (2023) yang ditulis oleh Ardy Tanfil. T, S.Farm., M.Si. dan Apt. Yulia Rafitri Rizki, S.Farm., M.Si., dijelaskan bahwa gejala dari tekanan darah tinggi sering kali tidak dirasakan oleh penderitanya.
Gejala baru akan muncul setelah seseorang mengalami hipertensi dalam jangka waktu yang cukup lama, dan ketika tekanan darah tinggi tersebut sudah merusak beberapa organ tubuh. Beberapa gejala yang muncul antara lain sakit kepala yang parah, gangguan penglihatan, hingga detak jantung yang tidak teratur.
1. Sakit Kepala
Sakit kepala berdenyut yang mirip dengan migrain merupakan salah satu gejala yang sering dilaporkan oleh orang-orang yang mengalami hipertensi. Hal ini disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi yang menekan pembuluh darah kecil di otak, sehingga menyebabkan rasa nyeri yang hebat.
Rasa sakit ini bisa muncul secara tiba-tiba, terutama di bagian belakang kepala, dan kadang-kadang disertai dengan telinga yang berdenging. Meskipun tidak semua sakit kepala menandakan hipertensi, sakit kepala yang terjadi berulang kali dan terasa berat harus diperhatikan sebagai indikasi adanya tekanan darah tinggi yang perlu ditindaklanjuti.
2. Pusing atau Vertigo
Pusing yang dialami oleh penderita hipertensi bukanlah sekadar rasa ringan di kepala, tetapi bisa juga berupa vertigo, yang merupakan sensasi berputar yang membuat penderita merasa sekelilingnya bergerak meskipun sebenarnya tidak. Kondisi ini sering muncul secara tiba-tiba dan dapat mengganggu keseimbangan tubuh.
Jika pusing yang dialami berulang atau menetap, hal ini bisa menjadi tanda adanya tekanan darah tinggi yang mempengaruhi aliran darah ke otak. Jika pusing disertai dengan gejala lain seperti pandangan kabur atau mual, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis.
3. Gangguan Penglihatan
Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah halus yang terdapat di retina mata, yang dapat menyebabkan masalah dalam penglihatan. Gejala yang muncul bisa berupa penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau kesulitan melihat dalam kondisi cahaya yang minim.
Pada kasus yang lebih parah, bisa terjadi perdarahan atau peradangan pada retina yang dapat memperburuk penglihatan. Jika gangguan ini tidak ditangani dengan segera, risiko kehilangan penglihatan secara permanen akan meningkat. Oleh karena itu, setiap perubahan yang terjadi pada mata harus dianggap sebagai sinyal peringatan yang serius bagi penderita hipertensi.
4. Sesak Napas
Sesak napas yang disebabkan oleh hipertensi terjadi karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui paru-paru. Kondisi ini dikenal dengan istilah hipertensi pulmonal, di mana pembuluh darah yang menghubungkan jantung dan paru-paru mengalami tekanan yang tinggi.
Akibatnya, darah yang mengandung oksigen tidak dapat dialirkan dengan baik ke seluruh tubuh. Gejala yang dirasakan biasanya berupa napas yang terasa pendek, terengah-engah, atau merasa tidak cukup udara, terutama saat melakukan aktivitas fisik. Sesak napas ini perlu diperhatikan karena bisa menjadi indikasi adanya masalah serius pada jantung.
5. Mimisan Berulang
Mimisan yang terjadi secara berulang tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda dari tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil di hidung yang menjadi rapuh akibat tekanan darah yang terlalu tinggi.
Meskipun mimisan bukanlah gejala utama dari hipertensi, frekuensi yang tinggi dan sulit dihentikan dapat menjadi peringatan. Terutama jika mimisan tersebut disertai dengan gejala lain, maka sebaiknya segera memeriksakan tekanan darah untuk mengetahui penyebabnya.
Tanda Hipertensi
Mengacu pada penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Cendikia Muda, Volume 3, Nomor 2, Juni 2023, World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi medis yang serius dan dapat secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, serta penyakit lainnya.
Pada tahun 2021, diperkirakan sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia antara 30 hingga 79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi, dengan dua pertiga dari mereka tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Menurut Marliani (2007) yang dikutip dalam kajian yang dimuat di Diagnosa: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Volume. 2 No. 3 Agustus 2024, komplikasi dapat muncul akibat penyakit berisiko yang dikenal sebagai hipertensi.
Beberapa organ tubuh seperti ginjal, mata, jantung, pembuluh darah, dan otak dapat mengalami kerusakan akibat penyakit ini. Berikut adalah beberapa tanda yang mengindikasikan hipertensi:
6. Detak Jantung Tidak Beraturan
Penderita hipertensi sering kali mengalami palpitasi, yaitu sensasi detak jantung yang berdebar-debar. Detak jantung bisa terasa lebih cepat, lebih keras, bahkan terkadang seperti berhenti sejenak.
Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya fibrilasi atrium, yang merupakan gangguan irama jantung dan berhubungan erat dengan tekanan darah tinggi. Jika tidak ditangani, detak jantung yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke atau gagal jantung. Oleh karena itu, setiap perubahan irama jantung yang tidak normal sebaiknya segera diperiksakan oleh tenaga medis.
7. Mudah Lelah
Rasa lelah yang berlebihan meskipun tidak melakukan aktivitas berat dapat menjadi indikasi adanya hipertensi. Hal ini disebabkan oleh kerja jantung yang ekstra keras dalam menghadapi tekanan darah tinggi, sehingga energi tubuh cepat terkuras.
Penderita mungkin merasakan kelelahan, kurang bersemangat, atau memerlukan waktu lebih lama untuk pulih setelah beraktivitas. Jika kondisi ini berlanjut, bisa jadi tubuh memberikan sinyal bahwa tekanan darah tidak terkontrol dengan baik.
8. Sakit Dada (Angina)
Sakit dada adalah gejala serius yang tidak boleh diabaikan. Pada penderita hipertensi, nyeri di dada bisa menandakan bahwa jantung tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen yang cukup.
Rasa sakitnya bisa bervariasi mulai dari tekanan, rasa terhimpit, hingga terbakar di area dada. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya penyakit jantung koroner atau risiko serangan jantung. Jika sakit dada terjadi berulang kali atau semakin parah, segera cari bantuan medis karena dapat berakibat fatal.
9. Mual, Muntah, dan Gejala Tambahan
Beberapa penderita hipertensi melaporkan mengalami mual, muntah, telinga berdenging, munculnya darah dalam urine, hingga wajah memerah (flushing). Dalam kondisi yang ekstrem, penderita dapat pingsan akibat aliran darah yang tidak stabil.
Gejala tambahan ini biasanya muncul ketika tekanan darah sudah sangat tinggi dan menyebabkan kerusakan organ. Meskipun gejala ini dapat disebabkan oleh penyakit lain, kombinasi tanda-tanda tersebut harus menjadi alasan yang kuat untuk segera memeriksakan tekanan darah.
Biasa Ditanyakan
Apa saja gejala umum yang sering dialami akibat tekanan darah tinggi?
Salah satu gejala yang paling sering dirasakan adalah sakit kepala berdenyut serta rasa pusing. Hal ini terjadi karena tekanan darah yang tinggi dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil di otak, sehingga menyebabkan aliran darah menjadi tidak stabil.
Apakah gangguan penglihatan dapat menjadi indikasi adanya hipertensi?
Tentu saja, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah yang terdapat di retina mata, yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur, ganda, atau bahkan mengalami kesulitan melihat dalam kondisi gelap. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berujung pada masalah penglihatan yang lebih serius.
Kenapa sesak napas sering dikaitkan dengan hipertensi?
Hipertensi dapat berdampak negatif pada fungsi jantung dan paru-paru. Ketika jantung kesulitan memompa darah yang kaya oksigen, penderita mungkin mengalami sesak napas atau napas yang terengah-engah, terutama saat melakukan aktivitas fisik.
Apakah mimisan dapat menjadi salah satu tanda dari tekanan darah tinggi?
Mimisan yang terjadi secara berulang bisa menjadi indikasi adanya tekanan darah tinggi, karena pembuluh darah kecil di hidung dapat pecah akibat tekanan yang berlebihan. Meskipun tidak selalu disebabkan oleh hipertensi, kondisi ini tetap perlu diwaspadai.
Kapan seseorang sebaiknya segera mencari bantuan medis terkait gejala hipertensi?
Jika seseorang mengalami gejala seperti sakit kepala yang sangat parah, pusing yang muncul berulang kali, gangguan penglihatan, sesak napas, atau jantung yang berdebar tidak teratur, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mendeteksi hipertensi lebih awal.