6 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Ginjal, Hindari Kebiasaan ini
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk menjaga kesehatan ginjal Anda.
Di Amerika Serikat, lebih dari 35 juta orang dewasa mengalami penyakit ginjal kronis (CKD), tetapi hanya sebagian kecil yang menyadari kondisi tersebut. Jumlah kasus ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Ginjal berfungsi sebagai organ penting yang menyaring limbah dari darah dan memproduksi hormon. Jika tidak ditangani dengan baik, CKD, yang merupakan bentuk gagal ginjal, dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh dan berpotensi memicu masalah kesehatan serius lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke. Penyakit ini juga dapat berkembang menjadi stadium akhir ginjal, yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup. Kunci untuk mengatasi masalah ini, menurut para dokter, adalah dengan mengenali gejala CKD sejak dini.
"Dalam banyak kasus, ada pengobatan yang tersedia untuk penyakit ginjal tetapi sayangnya, hanya dalam beberapa kasus saja ada obatnya," ujar Vasil Peev, MD, seorang nefrologis di Rush.
Itulah mengapa penting untuk melakukan intervensi dini dan terlibat dalam upaya pencegahan penyakit ini.
1. Kenali tanda dan gejalanya
Sayangnya, gejala yang terkait dengan penyakit ginjal tidak selalu tampak jelas, dan sekitar 40% individu dengan fungsi ginjal yang sangat rendah tidak menyadari bahwa mereka mengalami CKD. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kelompok yang berisiko. Beberapa faktor risiko CKD meliputi:
- Diabetes
- Obesitas
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit jantung
- Usia (60 tahun ke atas)
- Riwayat keluarga CKD
Peev merekomendasikan agar Anda rutin menjalani pemeriksaan fisik tahunan dengan penyedia layanan kesehatan utama Anda. Tes darah atau urinalisis yang dilakukan dapat mendeteksi penyakit ginjal pada tahap awal dan berkontribusi dalam memperlambat perkembangan penyakit tersebut.
Menjaga Pola Makan
Studi mengungkapkan bahwa pola makan yang sehat untuk ginjal serta aktivitas fisik yang rutin dapat berperan dalam melindungi ginjal dari berbagai faktor risiko yang berpotensi menyebabkan kerusakan.
"Pola makan yang menyehatkan ginjal rendah natrium dan karbohidrat serta mencakup banyak buah dan sayuran," kata Peev.
Dengan mengikuti diet ini secara konsisten, Anda dapat mencegah penambahan berat badan serta menghindari obesitas, hipertensi, dan diabetes, yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal.
Selain itu, melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari, seperti berjalan, jogging, atau bersepeda, serta memastikan asupan cairan yang cukup, sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal.
"Dehidrasi mengurangi aliran darah ke ginjal Anda, yang dapat merusaknya, jadi pastikan untuk minum cukup air sepanjang hari---sekitar delapan gelas," kata Peev.
Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, Peev menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi yang dapat memberikan saran tentang pola makan sehat untuk ginjal sesuai dengan kebutuhan Anda.
Periksa Kadar Diabetes, Tekanan Darah, dan Kolesterol Secara Rutin
Diabetes dan hipertensi adalah dua faktor utama penyebab gagal ginjal di Amerika Serikat. Menurut Peev, diabetes sebagian besar disebabkan oleh obesitas, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes menjadi alasan utama untuk mengembangkan penyakit ginjal kronis (CKD) stadium akhir, sehingga sangat penting untuk mengelolanya dengan baik. Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Kidney Foundation menunjukkan bahwa individu dengan kolesterol tinggi memiliki dua kali lipat kemungkinan untuk mengalami CKD. Jika Anda kelebihan berat badan, mengubah pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan berat badan. Peev menekankan dengan cara ini, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena CKD.
Hindarilah Penggunaan Obat Bebas Secara Berlebihan
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) merupakan kelompok obat pereda nyeri yang umum digunakan, termasuk ibuprofen dan aspirin. Penggunaan NSAID dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal mendadak serta kerusakan ginjal yang bersifat progresif.
"Banyak obat bebas umum mengandung racun tertentu yang memengaruhi kemampuan ginjal kita untuk menyaringnya, dan jumlah yang berlebihan dapat berbahaya," kata Peev.
Hal ini menjadi perhatian karena banyak individu mungkin sudah mengalami kerusakan ginjal tanpa mereka sadari. Akibatnya, kemampuan mereka untuk mengeluarkan racun menjadi semakin terbatas, yang hanya akan memperburuk potensi kerusakan ginjal yang ada.
National Kidney Foundation menyarankan agar penggunaan obat bebas ini dibatasi tidak lebih dari 10 hari untuk mengatasi rasa sakit dan tidak lebih dari tiga hari untuk menurunkan demam. Jika gejala rasa sakit atau demam berlanjut lebih lama dari waktu yang disarankan, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut yang dapat timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat.
Kurangi Konsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dapat membahayakan berbagai bagian tubuh, termasuk ginjal. National Kidney Foundation mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi alkohol secara teratur dapat memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal hingga dua kali lipat. Menurut yayasan tersebut, wanita yang mengonsumsi lebih dari tiga minuman sehari dan pria yang mengonsumsi lebih dari empat minuman sehari dikategorikan sebagai peminum berat.
"Sedikit alkohol---satu atau dua minuman sesekali---cenderung tidak memiliki efek serius, tetapi penting untuk diingat bahwa minum dalam jumlah sedang adalah kuncinya," ungkap Peev.
Berhentilah Merokok
Merokok tembakau dapat menghambat aliran darah ke organ-organ vital, seperti ginjal, serta meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit ginjal. Selain itu, kebiasaan merokok dapat membuat pengobatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi menjadi kurang efektif. Jika kondisi ini tidak dikelola dengan baik, risiko terkena penyakit ginjal pun akan meningkat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengikuti program berhenti merokok mengalami penurunan fungsi ginjal yang lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang masih aktif merokok. Meskipun proses untuk berhenti merokok sepenuhnya dapat menjadi tantangan, program-program tersebut dirancang untuk membantu individu yang ingin berhenti. Jika Anda merasa siap untuk mengubah gaya hidup, diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda, yang dapat memberikan rujukan dan dukungan dalam usaha menjaga kesehatan ginjal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3633482/original/022970800_1636980985-Infografis_Malaysia_Legalkan_Ganja_untuk_Medis.jpg)