Hati-hati! 7 Kebiasaan ini Bisa Membahayakan Kesehatan Ginjal
Ada tujuh kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena dapat merusak kesehatan ginjal.
Ginjal memiliki fungsi yang sangat vital dalam mempertahankan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Organ ini bertugas menyaring limbah, kelebihan cairan, serta elektrolit seperti natrium dan kalium dari aliran darah. Selain itu, ginjal juga berperan dalam pengaturan tekanan darah, produksi sel darah merah, dan menjaga keseimbangan kalsium dalam tubuh. Ketika ginjal mengalami kerusakan, kemampuannya untuk menyaring limbah serta menjaga keseimbangan menjadi terganggu. Akibatnya, racun dapat menumpuk, cairan bisa tertahan, dan terjadi ketidakseimbangan elektrolit. Hal tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung dan tulang yang melemah. Seiring waktu, kerusakan ginjal dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis dan bahkan gagal ginjal. Kerusakan ginjal ini dapat berdampak pada hampir seluruh bagian tubuh Anda. Namun, ada beberapa perubahan gaya hidup sederhana yang dapat Anda terapkan hari ini untuk mencegah kerusakan ginjal di masa mendatang. Berikut adalah tujuh kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena berpotensi merusak ginjal, seperti yang dilaporkan oleh The Independent.
1. Menggunakan Obat Pereda Nyeri
Obat pereda nyeri yang bersifat antiinflamasi dan dijual bebas, seperti ibuprofen dan aspirin, dapat menyebabkan kerusakan pada tubulus ginjal. Tubulus ginjal adalah saluran kecil yang berfungsi untuk mengembalikan nutrisi serta cairan yang telah disaring kembali ke dalam darah. Proses ini menghasilkan urin dari sisa cairan dan limbah yang ada di tubulus ginjal. Namun, penggunaan obat ini dapat menyebabkan peradangan serta mengurangi aliran darah ke ginjal. Risiko ini lebih besar pada orang tua atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Bagi individu yang sudah menderita penyakit ginjal kronis, sebaiknya menghindari penggunaan obat pereda nyeri tersebut kecuali atas rekomendasi dokter yang dapat memantau kondisi ginjal. Untuk meminimalkan risiko efek samping, gunakan obat pereda nyeri hanya dalam waktu singkat dan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.
Kurang Mengonsumsi Air
Ginjal memerlukan air untuk melakukan proses pembuangan limbah dari dalam tubuh. Risiko kerusakan ginjal meningkat bagi mereka yang tidak cukup mengonsumsi air, terutama saat cuaca sedang panas. Dehidrasi dapat menyebabkan urine menjadi pekat, yang berarti kadar mineral dan produk limbah lainnya dalam urine menjadi lebih tinggi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya batu ginjal dan infeksi saluran kemih, keduanya dapat merusak ginjal. Beberapa individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit hati atau gagal jantung, mungkin perlu membatasi asupan cairan mereka. Namun, untuk populasi umum, disarankan untuk mengonsumsi antara 1,5 hingga 2 liter air setiap hari, yang setara dengan enam hingga delapan gelas.
3. Konsumsi Alkohol yang Berlebihan
Ginjal berperan penting dalam pengaturan kadar air dalam tubuh. Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi, yang berdampak negatif pada fungsi ginjal. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang berpotensi merusak ginjal. Banyak orang menyadari bahwa alkohol dapat menyebabkan penyakit hati, namun kondisi ini juga dapat berpengaruh buruk pada ginjal, karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk mengatasi dampak tersebut. Menurut NHS, pria dan wanita disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 14 unit alkohol dalam seminggu, dan sebaiknya konsumsi tersebut dibagi sepanjang minggu dengan beberapa hari tanpa alkohol. Jumlah ini setara dengan satu gelas anggur standar atau satu pint bir dengan kadar alkohol rendah setiap hari.
Berhenti Merokok
Banyak orang menyadari bahwa merokok dapat memicu kanker dan penyakit jantung. Namun, merokok juga memiliki dampak langsung yang merugikan ginjal melalui berbagai cara. Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya seperti kadmium yang dapat merusak fungsi ginjal. Selain itu, merokok meningkatkan stres oksidatif, di mana radikal bebas yang berbahaya menyerang sel-sel tubuh, serta dapat mempersempit dan merusak pembuluh darah, yang pada gilirannya dapat menyebabkan cedera pada ginjal. Merokok juga berkontribusi pada peningkatan risiko kondisi lain yang dapat merusak ginjal, seperti diabetes dan hipertensi. Tidak ada tingkat aman untuk merokok, sehingga sangat disarankan untuk berhenti merokok dengan bantuan tenaga medis profesional.
5. Kelebihan Berat Badan
Indeks massa tubuh (IMT) yang dianggap sehat berkisar antara 18,5 hingga 24,9. Setiap angka di atas rentang ini digolongkan sebagai kelebihan berat badan atau obesitas. Namun, IMT bukanlah satu-satunya indikator kelebihan berat badan dan terkadang bisa tidak akurat. Lingkar pinggang merupakan ukuran yang baik untuk menilai lemak di area perut (obesitas sentral) yang terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes, dua penyebab utama penyakit ginjal. Obesitas dapat langsung membahayakan ginjal dengan mengganggu keseimbangan zat kimia yang dihasilkan oleh jaringan lemak. Mengadopsi pola makan sehat dan rutin berolahraga dapat membantu menurunkan berat badan, yang pada gilirannya mendukung kesehatan ginjal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat mengurangi risiko penyakit ginjal; disarankan untuk melakukan latihan aerobik selama 30 menit lima hari dalam seminggu, tetapi lakukanlah secara bertahap.
Pilih Makanan yang Tidak Sehat
Makanan yang termasuk dalam kategori ultra-olahan (UPF) merupakan jenis makanan yang telah mengalami proses pengolahan dan mengandung berbagai bahan tambahan seperti lemak, gula, garam, serta bahan-bahan sintetis lainnya seperti pewarna, perasa, dan pengawet. Penambahan bahan-bahan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang umur simpan produk. Pola makan yang mengandung kadar garam (natrium) tinggi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama bagi individu yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal. Ginjal berfungsi untuk menyaring kelebihan cairan dari darah, sehingga sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara natrium dan kalium. Ketidakseimbangan ini akibat konsumsi garam yang berlebihan dapat mengganggu fungsi ginjal, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, dan berpotensi menyebabkan penyakit ginjal. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi asupan garam tidak lebih dari enam gram, atau setara dengan satu sendok teh, dalam sehari.
7. Kurang Tidur
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kualitas serta durasi tidur dengan risiko penyakit ginjal. Misalnya, sebuah studi mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit ginjal kronis. Meskipun hasil penelitian bervariasi, tidur kurang dari enam jam atau lebih dari sepuluh jam setiap malam dapat berdampak negatif pada kesehatan ginjal. Idealnya, durasi tidur yang optimal bagi kebanyakan orang berkisar antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Meskipun ada faktor-faktor seperti usia dan riwayat keluarga yang tidak dapat diubah, banyak kebiasaan sehat yang bisa diterapkan untuk membantu menjaga kesehatan ginjal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4068844/original/031502400_1656590305-Infografis_SQ_Vaksinasi_PMK_Hewan_Ternak_Digencarkan_Jelang_Idul_Adha.jpg)