Awas! Urine Berbusa Seperti Telur Kocok Bisa Jadi Gejala Gagal Ginjal
Kencing yang berbusa mirip telur dikocok dapat menjadi indikasi awal gagal ginjal.
Gagal ginjal kini bukan hanya masalah yang dihadapi oleh orang tua. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gangguan ginjal semakin meningkat pada usia muda. Salah satu gejala awal yang sering diabaikan adalah adanya perubahan pada urine, seperti kencing berbusa.
"Kencing berbusa, busanya seperti telur dikocok," ungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi dari RS EMC Pulomas, dr. Pujiwati, Sp.PD-KGH, FINASIM, saat berbincang dengan Health Liputan6.com baru-baru ini.
Pujiwati menekankan pentingnya tidak menganggap remeh kondisi ini. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa perubahan kecil pada urine dapat menjadi tanda awal adanya masalah pada ginjal. Menurutnya, deteksi dini sangat krusial untuk mencegah kondisi yang lebih parah hingga memerlukan cuci darah.
Perubahan Pola Penyakit Ginjal
Sebelumnya, penyebab utama seseorang harus menjalani cuci darah adalah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan batu ginjal. Namun, saat ini, pola tersebut mulai berubah.
Gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gagal ginjal di kalangan anak muda. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan bersoda, kurangnya asupan air putih, serta pola makan yang tidak seimbang semakin memperberat beban kerja ginjal.
"Jika hipertensi terkontrol, sebenarnya proses menuju cuci darah bisa berlangsung lebih lambat. Namun, sering kali pasien tidak disiplin dalam mengonsumsi obat," jelas Pujiwati.
Masalahnya, tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Banyak orang hanya mengonsumsi obat ketika merasa tidak enak badan, padahal kerusakan pada ginjal bisa terus terjadi tanpa mereka sadari.
Bahaya Radang Ginjal pada Usia Muda
Di samping gaya hidup yang kurang sehat, ada faktor lain yang menjadi penyebab gagal ginjal pada usia muda, yaitu glomerulonefritis atau radang ginjal.
Kondisi ini tergolong sulit diprediksi karena dapat muncul setelah infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan atau pencernaan.
Ketika tubuh berusaha melawan infeksi, antibodi terbentuk dan berikatan dengan kuman. Kombinasi ini dapat merusak bagian ginjal, khususnya glomerulus. Akibatnya, peradangan terjadi dan dapat mengganggu fungsi ginjal secara perlahan. Yang lebih berbahaya, kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
"Gejala biasanya baru muncul saat fungsi ginjal sudah menurun cukup jauh," tambahnya.
Kencing Berbusa
Selain kencing berbusa seperti telur yang dikocok, ada beberapa tanda awal yang menunjukkan adanya gangguan pada ginjal yang perlu diperhatikan. Beberapa tanda tersebut antara lain:
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Jumlah urine yang berkurang atau tidak normal
- Urine yang tampak keruh atau bercampur darah
- Tekanan darah tinggi tanpa penyebab yang jelas
Pujiwati menyatakan bahwa sering buang air kecil di malam hari bisa menjadi indikasi bahwa ginjal tidak lagi mampu mengonsentrasikan urine dengan baik. Hal ini menyebabkan tubuh membuang lebih banyak cairan saat malam hari.
Sementara itu, urine berbusa dapat terjadi secara normal ketika mengenai permukaan yang keras. Namun, busa tersebut biasanya akan cepat menghilang. Jika busa tersebut tetap ada dalam waktu yang lama, maka hal ini perlu dicurigai sebagai tanda adanya protein dalam urine, yang berkaitan dengan kerusakan ginjal. Jika tidak segera ditangani, gangguan ginjal dapat berkembang menjadi lebih serius. Gejala lanjutan yang mungkin muncul antara lain:
- Bengkak di sekitar mata
- Mudah merasa lelah dan lemas
- Kram otot
- Gatal pada kulit
Dalam kondisi yang lebih parah, Pujiwati mengungkapkan bahwa pasien dapat mengalami sesak napas, bengkak pada kaki, mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan. Pada tahap ini, biasanya pasien sudah mendekati kebutuhan untuk menjalani cuci darah.
Untuk mencegah kondisi kesehatan semakin memburuk, Pujiwati menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan secara dini, terutama bagi individu yang memiliki tekanan darah tinggi. "Kalau sudah mulai tensi tinggi, sebaiknya diperiksa. Urine lengkap dan kreatinin itu harus," pungkasnya. Selain itu, perubahan gaya hidup juga merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan ginjal. Memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi asupan minuman manis dan bersoda, serta rutin memeriksa kesehatan dapat membantu menurunkan risiko terjadinya gagal ginjal.