Waspada! Ini 3 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Urine yang berbuih dan frekuensi buang air kecil yang meningkat di malam hari dapat menjadi tanda adanya masalah pada ginjal.
Penyakit ginjal sering disebut sebagai "silent disease" karena pada awal kemunculannya, gejala yang muncul sering kali tidak disadari. Seringkali, individu baru menyadari adanya masalah ketika kondisinya sudah sangat serius.
Sebenarnya, tubuh kita telah memberikan sinyal-sinyal sejak dini, tetapi sering kali diabaikan. Penyakit ginjal pada tahap awal biasanya tidak menunjukkan gejala yang mencolok, sehingga banyak orang tidak menyadari adanya penurunan fungsi ginjal. Dengan mengenali tanda-tanda awal, kita dapat mencegah kerusakan yang lebih serius.
"Pada saat ginjal terganggu tahap awal, gejala sangat tidak terasa. Itu yang bahaya," ungkap dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, Pujiwati, dari RS EMC Pulomas. Ia menambahkan bahwa tubuh sebenarnya sudah memberikan tanda-tanda, namun sering dianggap remeh.
Beberapa tanda yang mungkin menunjukkan adanya penyakit ginjal antara lain:
1. Sering Kencing di Malam Hari. Meskipun minum seperti biasa, frekuensi buang air kecil di malam hari bisa meningkat, bahkan sampai terbangun beberapa kali. "Kalau ginjal sudah terganggu jadi lebih banyak mengekskresikan di malam hari, itu karena ada sudah ada gangguan pada ginjal," jelas Pujiwati dalam Healthy Monday bersama EMC Healthcare saat memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 pada Senin, 30 Maret 2026.
2. Air Seni Berbuih. Saat buang air kecil, penting untuk memeriksa penampakan air seni. Air seni yang berbuih, keruh, atau terdapat darah bisa menjadi tanda adanya masalah pada ginjal.
3. Tensi Tinggi pada Orang Muda. "Biasanya jarang orang muda mengalami tekanan darah tinggi, tetapi jika ada orang muda yang mengalami hipertensi, kemungkinan besar ada masalah ginjal," lanjut dokter yang menyelesaikan pendidikan subspesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.
Lebih Parah
Ketika penyakit ginjal mencapai tahap yang lebih parah, sering kali akan muncul gejala tambahan yang perlu diwaspadai. Beberapa gejala tersebut meliputi pembengkakan pada wajah dan seringnya mengalami kram otot. Selain itu, rasa gatal pada kulit juga dapat menjadi indikasi adanya masalah pada ginjal.
"Kulit gatal itu karena produk sampah tubuh tidak terbuang dengan baik," kata Pujiwati.
Pasien dengan gangguan ginjal juga dapat mengalami pembengkakan pada kaki, mual, dan muntah.
"Bahkan paru-paru bisa terendam air, itu sudah masuk ke tahap lanjut," tuturnya.
Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa kondisi ginjal sudah cukup serius dan memerlukan perhatian medis segera. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ini agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyakit ginjal pada tahap awal biasanya tidak menunjukkan gejala. Kapan sebaiknya kita melakukan pemeriksaan?
Penyakit ginjal pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga sangat penting untuk melakukan skrining secara rutin. Dokter spesialis urologi, Mochamad Sri Herlambang, dari RS EMC Tangerang, menyarankan agar pemeriksaan dimulai dengan meneliti riwayat kesehatan keluarga.
Jika terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit ginjal, seperti batu ginjal, maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal lebih awal.
"Lalu, orang dengan komorbid seperti diabetes atau hipertensi juga harus cek fungsi ginjal," ungkap dokter yang akrab disapa Gilang dalam kesempatan tersebut.
Selanjutnya, bagi individu yang sering mengeluhkan nyeri di bagian pinggang, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan CT Scan untuk mengidentifikasi penyebab nyeri tersebut.
"Lalu, kalau sudah di atas 50 bisa dicek 6 bulan sekali," jelas Gilang.
Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, diharapkan dapat mendeteksi masalah ginjal lebih dini dan mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius.