30 Menit ini Jadi Kunci buat Kurangi Risiko Terkena Kanker Paru-Paru
Kebiasaan berolahraga selama 30 menit setiap hari dapat mengurangi risiko kanker paru-paru. Simak penjelasan dari para ahli mengenai manfaatnya bagi kesehatan.
Pola hidup sehat merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko kanker, termasuk kanker paru-paru. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan hidup yang baik dapat menurunkan kemungkinan seseorang terkena kanker.
Menurut Tanuja Rajasekaran, Konsultan Senior Ahli Onkologi Medis di Parkway Cancer Center, aktivitas fisik menjadi langkah awal yang sangat penting.
"Penelitian telah menunjukkan berulang kali bahwa orang yang berolahraga dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga, memiliki peluang lebih rendah untuk terkena kanker," ujarnya dalam diskusi media 'Pergeseran Demografi Kanker di Indonesia: Kanker Paru pada Usia Produktif' di Jakarta pada Kamis, 26 Februari 2026.
Olahraga Bantu Turunkan Risiko Kanker
Kanker paru-paru dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk paparan asap rokok, polusi udara, dan bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan sistem imun untuk mengenali serta menghancurkan sel abnormal juga menurun.
Di sinilah peran olahraga menjadi sangat penting. Aktivitas fisik membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, meningkatkan fungsi sistem imun, dan memperbaiki respons tubuh terhadap peradangan.
Tanuja merekomendasikan untuk berolahraga secara rutin, yaitu tiga hingga lima kali dalam seminggu selama sekitar 30 menit dengan intensitas yang cukup. Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, atau latihan kardiovaskular ringan bisa menjadi pilihan yang mudah diterapkan dalam rutinitas harian.
"Olahraga terkadang sulit untuk dilakukan, jadi jika ada keinginan untuk berolahraga, lakukan saja tanpa ragu," katanya.
Ia juga menekankan bahwa durasi singkat tetap lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali, dan konsistensi adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan.
Pola Makan Seimbang Tak Kalah Penting
Selain olahraga, pola makan yang seimbang juga sangat penting dalam menjaga daya tahan tubuh terhadap risiko kanker. Tanuja menjelaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan tertentu yang dapat menyembuhkan atau mencegah kanker secara instan. Namun, menjaga keseimbangan gizi tetap menjadi fondasi kesehatan.
"Tak ada makanan spesifik yang saya rekomendasikan, tetapi mengurangi konsumsi makanan cepat saji atau jajanan ringan kemasan bisa membantu," ujarnya.
Disarankan untuk mengonsumsi sayuran, buah-buahan, protein, dan karbohidrat dalam proporsi yang tepat. Sebaliknya, makanan olahan dan tinggi lemak sebaiknya dibatasi.
Manfaat olahraga tidak hanya untuk pencegahan kanker. Pada pasien yang telah menjalani pengobatan kanker, aktivitas fisik yang teratur juga dikaitkan dengan risiko kekambuhan yang lebih rendah.
"Olahraga dapat meningkatkan aliran darah dan baik untuk kesehatan jantung serta paru-paru," tambahnya.
Penerapan pola hidup sehat melalui olahraga rutin dan pola makan seimbang merupakan langkah preventif yang rasional dan berbasis bukti dalam menurunkan risiko kanker paru-paru.
Perubahan besar tidak selalu harus dimulai dengan langkah ekstrem. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan jangka panjang.