Oksigen Diprediksi Akan Lenyap dari Bumi, Peneliti Ungkap Waktunya
Oksigen diprediksi akan lenyap satu miliar tahun lagi.
Kapan hal itu akan terjadi?
Oksigen Diprediksi Akan Lenyap dari Bumi, Peneliti Ungkap Waktunya
Oksigen merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan makhluk hidup di bumi, untuk pernapasan, proses metabolisme, atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan.
Oksigen yang memiliki jumlah sangat melimpah ternyata bisa habis dan lenyap dari bumi ini. Kapan hal itu akan terjadi?
Kazumi Ozaki dari University of Tokyo dan Chris Reinhard dari Georgia Tech membuat model sistem iklim, biologi, dan geologi bumi untuk menyempurnakan pemahaman ilmuwan tentang masa depan atmosfer di bumi.
Atmosfer bumi saat ini terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, 0,9% argon, dan o,1% gas lainnya, termasuk karbon dioksida, metana, uap air, dan neon. Bumi tidak selalu memiliki persentase oksigen yang tinggi di atmosfernya.
Dilansir dari laman Earth Sky, selama 2 miliar tahun pertama bumi, tidak ada oksigen di atmosfer. Kadar oksigen yang rendah pertama kali muncul ketika cyanobacteria, yang disebut ganggang biru-hijau, mulai melepaskan oksigen sebagai produk sampingan dari fotosintesis.
Kemudian, sekitar 2,4 miliar tahun lalu, bumi mengalami peristiwa oksidasi besar. Pada titik ini, entah melalui pelonggaran gas gunung berapi yang membuat cyanobacteria berhasil, oksigen mulai terakumulasi dalam jumlah yang lebih besar di atmosfer.
Ozaki mengatakan bahwa oksigen di bumi tidak akan menjadi fitur permanen, berpotensi mematikan semua hewan dan tumbuhan di bumi.Reinhard ungkap meskipun oksigen diprediksi lenyap satu miliar tahun lagi, namun saat penipisan mulai terjadi, hal itu akan terjadi dengan cepat. Penurunan oksigen akan sangat ekstrem. Peristiwa deoksigenasi tidak akan terhindarkan di masa depan. Pada akhirnya, satu miliar tahun dari sekarang, ketika matahari memanas, atmosfer yang lebih hangat akan mengurai karbon dioksida, dan mematikan kehidupan tanaman hingga sumber oksigen di bumi.
Reporter Magang: Shifa Az Zahra