5 Lokasi di Bumi Ini Punya Kadar Oksigen Rendah, Salah Satunya Puncak Gunung Tapi Bukan Everest
Temukan lima lokasi di Bumi dengan kadar oksigen rendah yang memengaruhi kehidupan penduduk dan ekosistem di sekitarnya.
Di seluruh dunia, terdapat beberapa lokasi yang memiliki kadar oksigen rendah, yang dapat memengaruhi kehidupan manusia dan ekosistem. Tempat-tempat ini umumnya terletak di ketinggian yang ekstrem atau memiliki kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Salah satu tempat yang paling terkenal dengan kadar oksigen rendah adalah La Rinconada, Peru. Terletak pada ketinggian sekitar 5.100 meter di atas permukaan laut, kota ini sering disebut sebagai 'Hypoxia City' karena kadar oksigen di sana hanya sekitar 50% dari kadar normal di permukaan laut. Penduduk La Rinconada harus beradaptasi dengan kondisi ini, yang mengharuskan mereka memiliki tingkat sel darah merah yang lebih tinggi untuk mengatasi kekurangan oksigen. Namun, kehidupan di kota ini sangat sulit, banyak penduduk yang bekerja di tambang emas informal tanpa perlindungan kesehatan yang memadai.
Selanjutnya, ada menuju Dataran Tinggi Tibet di China. Dataran ini terletak pada ketinggian rata-rata lebih dari 4.500 meter di atas permukaan laut, dengan kadar oksigen yang hanya sekitar 60% dari kadar di permukaan laut. Penduduk setempat telah beradaptasi secara fisiologis dengan kondisi ini, memiliki jumlah sel darah merah yang lebih tinggi dan efisiensi penggunaan oksigen yang lebih baik. Adaptasi ini memungkinkan mereka untuk menjalani kehidupan sehari-hari meskipun di lingkungan yang keras.
Menaklukkan Puncak Kilimanjaro dan Tantangannya
Puncak Kilimanjaro di Tanzania adalah salah satu gunung tertinggi di dunia, dengan ketinggian mencapai 5.895 meter di atas permukaan laut. Kadar oksigen di puncak ini sangat rendah, sekitar setengah dari kadar di permukaan laut, sehingga menjadi tantangan besar bagi para pendaki. Banyak pendaki yang mengalami gejala altitude sickness atau penyakit ketinggian, yang disebabkan oleh kurangnya oksigen. Seorang pendaki pernah mengatakan, "Setiap langkah terasa berat, dan napas menjadi sangat pendek."
Zona Mati di Lautan dan Dampaknya
Selain lokasi di dataran tinggi, terdapat juga fenomena zona mati di lautan, yaitu area dengan kadar oksigen yang sangat rendah sehingga tidak mendukung kehidupan laut. Penyebab utama dari peningkatan zona mati ini adalah pemanasan global dan polusi. Luas area ini terus meningkat dan mengancam ekosistem laut. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mencatat bahwa area ini semakin meluas, yang dapat mengakibatkan dampak serius bagi kehidupan laut. Sebuah studi menyebutkan, "Kondisi ini mengancam rantai makanan dan keberlangsungan hidup berbagai spesies laut."
Informasi mengenai lima tempat dengan kadar oksigen rendah ini menunjukkan bahwa ketinggian bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kadar oksigen. Polusi udara di kota-kota besar juga dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen, meskipun tidak semua tempat dapat disebutkan secara spesifik.