Kerja Paksa dan Lembur Berlebihan Mulai Ditinggalkan Perusahaan China
Beberapa perusahaan di China mulai menerapkan jam kerja yang manusiawi.
Sejumlah perusahaan besar di Tiongkok mulai mengubah pola kerja yang selama ini dikenal keras dan melelahkan, yaitu budaya "996" atau jam kerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari dalam seminggu.
Pergeseran ini menandai perubahan signifikan dalam budaya kerja negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Mengutip Reuters, Kamis (10/4), produsen alat rumah tangga Midea, misalnya, menjadi salah satu pelopor yang kini mewajibkan karyawannya pulang pada pukul 18.20.
Melalui akun resminya di WeChat, perusahaan ini mempromosikan gaya hidup seimbang dengan unggahan bertuliskan, “Hidup sebenarnya dimulai setelah kerja.”
Sementara itu, raksasa teknologi lainnya seperti Haier telah memberlakukan sistem kerja lima hari, dan produsen drone DJI meminta karyawan meninggalkan kantor paling lambat pukul 21.00 waktu setempat.
Langkah-langkah ini disebut sebagai respons atas tekanan internasional, khususnya dari regulasi Uni Eropa yang melarang praktik kerja paksa dan lembur berlebihan.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang bergantung pada pesanan ekspor mulai khawatir akan kehilangan mitra bisnis jika terus mempertahankan sistem kerja lama yang tidak manusiawi.
Pemerintah Tiongkok juga turut mendorong penerapan batas maksimal jam kerja mingguan sebanyak 44 jam serta anjuran cuti tahunan berbayar, sebagai bagian dari strategi mendorong konsumsi domestik.
Belum Semua Sektor
Meski demikian, belum semua sektor mengikuti arah perubahan ini. Industri teknologi dan keuangan disebut masih mempertahankan jam kerja panjang.
Sejumlah pekerja bahkan menyangsikan konsistensi kebijakan baru tersebut, mengingat tekanan kerja yang tetap tinggi dan kebiasaan perusahaan yang kerap memanggil rapat di luar jam kerja, termasuk saat liburan.
Perubahan ini menjadi sorotan karena mencerminkan transisi sosial dan ekonomi di tengah ketidakpastian global, serta menandai awal dari kemungkinan berakhirnya era kerja berlebihan di Tiongkok.