Kartu Nama Plus Tanda Tangan Steve Jobs Terjual Rp1,6 Miliar
Kartu nama langka milik Steve Jobs dari tahun 1983 terjual di lelang seharga Rp1,6 miliar.
Kartu nama milik mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, baru-baru ini terjual dengan harga fantastis, yakni USD 103.000 atau sekitar Rp1,6 miliar.
Mengutip LuxuryLaunches, Kamis (27/2), kartu nama ini bukan sekadar kertas biasa, melainkan bagian dari sejarah awal Apple yang sarat makna. Ditandatangani oleh Jobs sendiri, kartu tersebut berasal dari tahun 1983, saat Apple mulai merevolusi dunia komputasi personal.
Steve Jobs dikenal sebagai sosok visioner yang memiliki gaya hidup sederhana dan cenderung tertutup. Ia jarang memberikan tanda tangan, sehingga setiap barang yang memuat tanda tangannya menjadi sangat langka dan bernilai tinggi.
Lantas, mengapa kartu nama ini begitu istimewa?
- Tanda tangan asli Steve Jobs: Ditulis rapi dengan tinta hitam sebagai "steve jobs."
- Logo Apple era awal: Menampilkan logo Apple dengan warna pelangi, yang melambangkan era inovasi awal perusahaan.
- Kartu dari era penting: Salah satu dari hanya empat kartu nama dari awal 1980-an yang pernah dilelang RR Auctions.
- Kartu berukuran 3,5 x 2 inci ini memuat jabatan Jobs sebagai "Chairman Board of Directors" dan alamat kantor pusat Apple di 10260 Bandley Drive, Cupertino, California.
Barang Koleksi Bernilai Sejarah
Memiliki barang bertanda tangan Steve Jobs berarti memiliki sepotong sejarah teknologi. Jobs, yang dikenal karena perannya dalam merevolusi industri teknologi, meninggalkan warisan yang terus menginspirasi. Tak heran, barang-barang terkait dirinya selalu diburu kolektor.
Bahkan, bulan ini sebuah surat tulisan tangan Jobs dilelang dengan harga mencengangkan, USD 500.000 (sekitar Rp8 miliar). Tak lama sebelumnya, komputer Apple-1 yang pernah digunakan Jobs di mejanya sendiri dilelang seharga USD 945.000 (sekitar Rp15 miliar) oleh Christie’s. Mesin bersejarah ini merupakan simbol dari awal mula perjalanan Apple.
Kenaikan harga barang-barang koleksi terkait teknologi menunjukkan bahwa minat terhadap sejarah teknologi terus tumbuh. Koleksi seperti kartu nama ini tak hanya menarik bagi penggemar teknologi, tetapi juga bagi investor yang melihat potensi kenaikan nilainya di masa depan.
Dengan meningkatnya minat terhadap barang-barang langka seperti ini, diperkirakan lebih banyak memorabilia terkait tokoh-tokoh teknologi besar akan muncul di pasar lelang global. Fenomena ini menegaskan bahwa warisan teknologi bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga investasi masa depan.